Rabu, 20 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

KOMISI PENERBANGAN
Jumat, 10 Februari 2017 18:05 WIB

ASITA Resmi Boikot Garuda Indonesia



Bisnisnews.id - Asosiasi Tour dan Agen Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) boikot Garuda Indonesia atas keputusan mengurangi komisi bagi agen perjalanan.

ASITA dalam suratnya yang ditujukan kepada seluruh anggotanya No.0468/DPP-ASITA/K/II/2017,  menjelaskan bahwa seluruh anggota untuk tidak lagi menggunakan pesawat atau penerbangan Garuda Indonesia.

" Selama periode penyelesaian masalah dengan Garuda Indonesia, ASITA Indonesia telah memutuskan bahwa semua anggota ASITA dilarang berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang melibatkan Garuda Indonesia," surat itu menyatakan.

Ketua ASITA, Asnawi Bahar, menyatakan bahwa komisi maskapai dari penjualan tiket akan dipotong dari 7 persen menjadi 5 persen untuk penerbangan internasional dan 5 persen menjadi 3 persen untuk penerbangan domestik.

" Kami akan memboikot Garuda yang ingin menurunkan komisi secara signifikan. Sudah sangat sulit bagi agen perjalanan bersaing dengan agen online, " katanya.

Para agen perjalanan juga akan mengajukan protes dengan pemerintah.

Juru bicara Garuda Indonesia, Benny S. Butarbutar menegaskan bahwa maskapai memang akan mengurangi komisi untuk agen perjalanan.

" Kami menyesuaikan pola bisnis dengan mitra kami, agen perjalanan. Situasi bisnis berubah sangat cepat, dengan perjalanan online menjadi lebih kuat, tapi kami juga tidak ingin menyingkirkan agen offline," katanya.

Benny menambahkan bahwa keputusan mungkin bersifat sementara, karena akan tergantung pada situasi pasar.

ASITA saat ini memiliki sekitar 6.300 anggota agen tur dan perjalanan di seluruh Indonesia, termasuk Panorama Tours Indonesia, kelompok perjalanan terbesar di Indonesia. 

Analis penerbangan Arista Atmajati mengatakan, sebaiknya Garuda Indonesia jangan membuat keputusan sepihak. Karena travel conventional juga sudah puluhan tahun support Gatuda Indonesia.

Travel agent konvesional saat ini juga terdesak bisnisnya oleh travel online PMA yang memang komisi travel online hanya tiga persen. Tentu travel conventional tidak terima disamakan karena travel conventional sudah invest cujuo besar.

" Kuncinya komunikasi harus intents dibangun, terbuka. kedua belah pihak," jelasnya. (Marloft/Syam)



Baca Juga

 

Nasional  -  Selasa, 19 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Puncak Arus Balik Pemudik Dari Sumatera ke Jawa Terjadi Pada H+3

Bisnisnews.id - Arus Balik  pemudik Angkutan Lebaran 1439 H / 2018 dari Sumatera ke Jawa yang menyeberang di Bakauheni  ke Merak akan terjadi pada 20 Junk 2018 atau H+3. Sekretaris  Jenderal Kemenhub Djoko Sasono . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Selasa, 19 Juni 2018
KECELAKAAN KAPAL
KSOP Wajib Mematuhi Peraturan Keselamatan Penumpang

Bisnisnews.id  - Seluruh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) diperintahkan mematuhi aturan tentang keselamatan. Penumpang yang diangkut harus sesuai dengan kapasitas kapal yang akan dioperasikan. Perintah . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Selasa, 19 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Sampai H+2 Pertumbuhan Penumpang Naik 6.35 Persen

Bisnisnews.id  -  Sampai H+2 lebaran 2018 penumpang angkutan udara tercatat  2.390.501 atau naik 6.35 persen dibanding tahun 2017 yang mencapai  2.247.687 penumpang. “Dari yang dilaporkan pertumbuhan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Selasa, 19 Juni 2018
TURNAMEN
WTA Future Stars dan Kids Clinic Bergulir di Bali

Bisnisnews.id - Women Tennis Association (WTA), gelar turnamen WTA Future Stars dan WTA Kids’ Clinic 2018 di Bali  19 - 23 Juni 2018. Event bergengsi  yang akan berlangsung di lapangan tenis KONI Bali  merupakan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Selasa, 19 Juni 2018
PELAYANAN
Menhub Minta Terminal Bus Terapkan Sistem Eticketing

Bisnisnews.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan dua hal pokok yang harus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan bagi pengguna angkutan bus.  Yaitu,  ticketing online dan peningkatan mutu serta kualitas . . .
Selengkapnya