Rabu, 21 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

KOMISI PENERBANGAN
Jumat, 10 Februari 2017 18:05 WIB

ASITA Resmi Boikot Garuda Indonesia



Bisnisnews.id - Asosiasi Tour dan Agen Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) boikot Garuda Indonesia atas keputusan mengurangi komisi bagi agen perjalanan.

ASITA dalam suratnya yang ditujukan kepada seluruh anggotanya No.0468/DPP-ASITA/K/II/2017,  menjelaskan bahwa seluruh anggota untuk tidak lagi menggunakan pesawat atau penerbangan Garuda Indonesia.

" Selama periode penyelesaian masalah dengan Garuda Indonesia, ASITA Indonesia telah memutuskan bahwa semua anggota ASITA dilarang berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang melibatkan Garuda Indonesia," surat itu menyatakan.

Ketua ASITA, Asnawi Bahar, menyatakan bahwa komisi maskapai dari penjualan tiket akan dipotong dari 7 persen menjadi 5 persen untuk penerbangan internasional dan 5 persen menjadi 3 persen untuk penerbangan domestik.

" Kami akan memboikot Garuda yang ingin menurunkan komisi secara signifikan. Sudah sangat sulit bagi agen perjalanan bersaing dengan agen online, " katanya.

Para agen perjalanan juga akan mengajukan protes dengan pemerintah.

Juru bicara Garuda Indonesia, Benny S. Butarbutar menegaskan bahwa maskapai memang akan mengurangi komisi untuk agen perjalanan.

" Kami menyesuaikan pola bisnis dengan mitra kami, agen perjalanan. Situasi bisnis berubah sangat cepat, dengan perjalanan online menjadi lebih kuat, tapi kami juga tidak ingin menyingkirkan agen offline," katanya.

Benny menambahkan bahwa keputusan mungkin bersifat sementara, karena akan tergantung pada situasi pasar.

ASITA saat ini memiliki sekitar 6.300 anggota agen tur dan perjalanan di seluruh Indonesia, termasuk Panorama Tours Indonesia, kelompok perjalanan terbesar di Indonesia. 

Analis penerbangan Arista Atmajati mengatakan, sebaiknya Garuda Indonesia jangan membuat keputusan sepihak. Karena travel conventional juga sudah puluhan tahun support Gatuda Indonesia.

Travel agent konvesional saat ini juga terdesak bisnisnya oleh travel online PMA yang memang komisi travel online hanya tiga persen. Tentu travel conventional tidak terima disamakan karena travel conventional sudah invest cujuo besar.

" Kuncinya komunikasi harus intents dibangun, terbuka. kedua belah pihak," jelasnya. (Marloft/Syam)



Baca Juga

 

Industri  -  Rabu, 21 Februari 2018
STRATEGI BUMN
AP I Bebaskan Biaya Pendaratan dan Potongan 50 Persen, Berikut Penjelasannya ....

Bisnisnaws.id -  PT. Angkasa Pura I  tahun ini akan mengusung tiga  program pemasaran strategis dan kegiatan terkait customer relationship management.  Berupa insentif untuk maskapai, Collaborative Destination . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
SIDANG IMO
Selat Sunda dan Lombok Masuk Skejul Sidang NCSR - IMO

Bisnisnews.id - Selat Sunda dan Selat Lombok masuk skejul pembahasan dalam Sidang Sub-Committee on Navigation, Communication, Search & Rescue (NCSR) ke-5 di Markas Besar International Maritime Organization (IMO) pada 19 -  . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
INVESTASI
Pelindo IV Datangkan Dua Fix Crane ke Pelabuhan Merauke

Bisnisnews.id  -  PT Pelabuhan Indonesia IV datangkan dua unit Fix Crane untuk ditempatkan di Pelabuhan Merauke. Dua alat berat baru itu dijadwalkan sudah bisa dioperasikan pada minggu ke dua Maret 2018. Perangkat asal . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
LOGISTIK
Pemerintah Serahkan Enam Trayek Tol Laut Kepada PT Pelni

Bisnisnews.id - Pemerintah memberikan enam trayek tol laut dan kapal angkutan ternak rute Nusa Tenggara Timur (NTT) -  Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta kepada PT Pelni untuk tahun anggaran 2018. Barang prioritas pertama yang . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
KECELAKAAN KERJA
Seluruh Proyek Konstruksi Layang Dihentikan, Inilah Alasannya ....

Bisnisnews.id -  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hentikan sementara seluruh proyek infrastruktur berat di atas permukaan atau melayang, memyusul ambruknya lengan gelagar tiang tumpuan (pier head) di . . .
Selengkapnya