Rabu, 18 Oktober 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

KOMISI PENERBANGAN
Jumat, 10 Februari 2017 18:05 WIB

ASITA Resmi Boikot Garuda Indonesia



Bisnisnews.id - Asosiasi Tour dan Agen Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) boikot Garuda Indonesia atas keputusan mengurangi komisi bagi agen perjalanan.

ASITA dalam suratnya yang ditujukan kepada seluruh anggotanya No.0468/DPP-ASITA/K/II/2017,  menjelaskan bahwa seluruh anggota untuk tidak lagi menggunakan pesawat atau penerbangan Garuda Indonesia.

" Selama periode penyelesaian masalah dengan Garuda Indonesia, ASITA Indonesia telah memutuskan bahwa semua anggota ASITA dilarang berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang melibatkan Garuda Indonesia," surat itu menyatakan.

Ketua ASITA, Asnawi Bahar, menyatakan bahwa komisi maskapai dari penjualan tiket akan dipotong dari 7 persen menjadi 5 persen untuk penerbangan internasional dan 5 persen menjadi 3 persen untuk penerbangan domestik.

" Kami akan memboikot Garuda yang ingin menurunkan komisi secara signifikan. Sudah sangat sulit bagi agen perjalanan bersaing dengan agen online, " katanya.

Para agen perjalanan juga akan mengajukan protes dengan pemerintah.

Juru bicara Garuda Indonesia, Benny S. Butarbutar menegaskan bahwa maskapai memang akan mengurangi komisi untuk agen perjalanan.

" Kami menyesuaikan pola bisnis dengan mitra kami, agen perjalanan. Situasi bisnis berubah sangat cepat, dengan perjalanan online menjadi lebih kuat, tapi kami juga tidak ingin menyingkirkan agen offline," katanya.

Benny menambahkan bahwa keputusan mungkin bersifat sementara, karena akan tergantung pada situasi pasar.

ASITA saat ini memiliki sekitar 6.300 anggota agen tur dan perjalanan di seluruh Indonesia, termasuk Panorama Tours Indonesia, kelompok perjalanan terbesar di Indonesia. 

Analis penerbangan Arista Atmajati mengatakan, sebaiknya Garuda Indonesia jangan membuat keputusan sepihak. Karena travel conventional juga sudah puluhan tahun support Gatuda Indonesia.

Travel agent konvesional saat ini juga terdesak bisnisnya oleh travel online PMA yang memang komisi travel online hanya tiga persen. Tentu travel conventional tidak terima disamakan karena travel conventional sudah invest cujuo besar.

" Kuncinya komunikasi harus intents dibangun, terbuka. kedua belah pihak," jelasnya. (Marloft/Syam)



Baca Juga

 

Internasional  -  Rabu, 18 Oktober 2017
Serangan Mematikan  "Drone"  di Pakistan, 26 Pejuang Taliban Tewas

Bisnisnews.id-Serangan pesawat tanpa awak milik Amerika di sebuah kompleks yang digunakan oleh jaringan Haqqani yang bermarkas di Taliban menimbulkan banyak korban. Selasa sore (17/10/2017) dilaporkan, tercatat 26 orang tewas. Serangan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 18 Oktober 2017
PENDAPATAN NEGARA
Pariwisata Penyumbang Devisa Terbesar di 2019

Bisnisnews.id-Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada 2019 dengan nilai mencapai 24 miliar dolar AS melampaui sektor migas dan minyak kelapa sawit . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 18 Oktober 2017
Gaya "Unik" Sandiaga Uno di Acara Syukuran  ....

Bisnisnews.id-Keunikan yang dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno dalam acara Selametan Jakarta, saat dirinya sengaja mencopot satu per satu atribut pakaian dinas upacara (PDU) yang dikenakannya. Kemudian Sandi memberikan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 17 Oktober 2017
TOL LAUT
KM Sabuk Nusantara 93 Milik Ditjen Hubla Diluncurkan

Bisnisnews.id-Steadfast Marine  selesaikan pembangunan kapal perintis ke tujuh dari 13 kapal pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Masing-masing type 1200 GT  dan 2000 GT dengan total . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 17 Oktober 2017
RETORIKA
Korut : Perang Rudal Dapat Dimulai Kapan Saja

Bisnisnews.id - Wakil Duta Besar PBB untuk Korea Utara memperingatkan Senin 16 Oktober bahwa situasi di semenanjung Korea telah mencapai titik sentuh dan perang nuklir dapat terjadi kapan saja. Kim In-ryong mengatakan kepada . . .
Selengkapnya