Jumat, 28 Juli 2017

Home/ Industri / Pariwisata / Berita

Senin, 13 Februari 2017 20:57 WIB

JAS Bantu Turunkan Angka Pengangguran di Majalengka



Bisnisnews.id - PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) gandeng PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS) untuk penanganan ground handling dan kargo yang berada di Kecamatan Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. JAS berharap MoU yang terjalin antara kedua belah pihak bisa membantu menurunkan angka pengangguran di daerah tersebut.

Direktur Utama PT JAS, Adji Gunawan, mengatakan bahwa nantinya seluruh SDM ground handling akan memanfaatkan keberadaan warga setempat. Hal ini dilakukan untuk pemberdayaan lingkungan sekaligus mendorong perekonomian masyarakat. (baca juga BIJB Operasi 2018)

" Mereka yang diterima bekerja, nantinya akan kami berikan pendidikan ground handling selama 6 bulan," kata Adji kepada Bisnisnews.id di lokasi penanda tanganan proyek.

JAS memiliki pusat pelatihan pendidikan yang rata-rata diisi oleh siswa lepas SMK / SMU dan ingin berkarir di bidang ground handling. Bahkan menurutnya, banyak lulusan JAS telah 'dibajak' maskapai atau bahkan sampai bekerja ke luar negeri, karena kesamaan sistem check in dan standar ISAGO yang dimiliki perusahaan.

" Standar ini bukan hanya urusan teknikal dan prosedur, tapi juga kualitas SDM. Banyak karyawan kami yang pergi ke Singapura atau Arab untuk membantu operasional SQ dan SV," jelasnya. Sejauh ini JAS memiliki 4 pusat pelatihan yaitu Jakarta, Surabaya, Denpasar dan Medan. Tidak menutup kemungkinan perluasan ke kota lain.

Sekitar bulan Mei 2016, Pemerintah Kabupaten Majalengka pernah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Majalengka membuka bursa kerja dengan menyediakan 3.000 lowongan kerja di berbagai perusahaan swasta dan BUMN.


Bupati Majalengka Sutrisno mengatakan, dibukanya bursa kerja waktu itu untuk mengurangi angka pengangguran terbuka sehingga kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh para pencari kerja dengan sebaik-sebaiknya.

" Kini sangat banyak perusahaan di Kabupaten Majalengka dan membutuhkan tenaga kerja sangat banyak untuk berbagai sektor. Siswa yang baru lulus sekolah dan butuh pekerjaan manfaatkan tiap kesempatan dengan baik," kata Sutrisno.

Angka pengangguran terbuka di Kabupaten Majalengka untuk tahun 2015 sendiri mencapai 7.35 persenan atau sekitar 34.025 dari jumlah penduduk sebanyak 1.180.248 jiwa. Jumlah tersebut tergolong banyak dan perlu penyaluran kerja.

Tingginya angka pengangguran di Kabupaten Majalengka ini diantaranya disebabkan karena terbatasnya lapangan kerja, selain itu lapangan pekerjaan yang ada tidak sesuai dengan tenaga kerja yang tersedia. Itu artinya ada lowongan pekerjaan namun tenaga kerja yang tersedia tidak sesuai dengan kualifikasi calon tenaga kerja atau tidak sesuai. (Syam SK/Marloft)


Baca Juga

 

Industri  -  Jumat, 28 Juli 2017
LAPORAN KEUANGAN
Kinerja Dua Maskapai Alami Penurunan

Bisnisnews.id - Maskapai penerbangan Singapore Airlines (SIA) melaporkan penurunan laba bersih 8,6 persen untuk kuartal pertama tahun buku 2017-18 dibandingkan tahun lalu, katanya dalam rilis berita pada hari Kamis (27/7/2017). . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Kamis, 27 Juli 2017
KIM JONG NAM
Dua Tersangka Akan Mengaku Tidak Bersalah

Bisnisnews.id - Dua wanita yang dituduh meracuni saudara pemimpin Korea Utara di bandara akan mengaku tidak bersalah saat berada di pengadilan Malaysia pada hari Jumat 28 Juli, kata pengacara mereka. Warga Indonesia, Siti Aisyah . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Kamis, 27 Juli 2017
HUB INTERNASIONAL
Lomba Hub Global, Bandara Singapura dan Hong Kong Terancam

Bisnisnews.id - Selama beberapa dekade, Singapura dan Hong Kong telah menjadi titik transit utama yang menghubungkan wisatawan Asia ke dan dari seluruh dunia. Tapi sekarang, banyaknya bandara hub internasional di Asia yang melakukan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Kamis, 27 Juli 2017
E COMMERCE
Amazon Masuki Asia Tenggara, Dimulai Dari Singapura

Bisnisnews.id - Amazon meluncurkan layanan pengiriman ekspres di Singapura pada hari Kamis 27 Juli, raksasa ritel online AS pertama ke Asia Tenggara dan menempatkannya dalam persaingan langsung dengan Alibaba China. Aplikasi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Kamis, 27 Juli 2017
STRATEGI MASKAPAI
Miliki 12 Anak Perusahaan, AirAsia Akan Konsolidasi Jadi One AirAsia

Bisnisnews.id - CEO AirAsia, Tony Fernandes telah mengatakan bahwa dia ingin mengintegrasikan semua operasi maskapai tersebut ke dalam satu entitas penerbangan tunggal. "Saya mencoba menyatukan AirAsia menjadi satu maskapai menjadi . . .
Selengkapnya