Rabu, 26 Juli 2017

Home/ Industri / Maritim / Berita

Senin, 20 Februari 2017 00:29 WIB

Pelabuhan Murhum Baubau Hub Indonesia Barat Dan Timur



Bisnisnews.id - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan Pelabuhan Murhum Baubau layak untuk menjadi Hub antara Indonesia barat dan timur.

Hal ini karena banyak kapal dari pulau Jawa yang menuju Ambon atau Papua mengunjungi Pelabuhan Murhum Baubau.

" Baubau berpotensi jadi hub antara Indonesia barat dan timur, ditandai dengan banyak kapal dari Jawa, Makassar menuju Ambon dan Papua. Artinya kita harus memastikan operasi di sini berjalan dengan baik," kata Budi saat memeriksa pelabuhan Murhum Baubau hari ini.

Menteri memberi arahan kepada Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I dari Baubau, Marlent Manurung, untuk lebih mempersingkat waktu bongkar muat barang di pelabuhan ini. Saat ini waktu bongkar muat waktu kapal di Murhum Pelabuhan Baubau adalah sekitar dua hari.

" Saya ingin lebih pendek. Jika lebih pendek, berarti produktivitas kapal tinggi, produktivitas masyarakat juga tinggi. Crane harus lebih diintensifkan," katanya.

Secara khusus ia menekankan kepada manajemen pelabuhan bahwa fasilitas container yard di Pelabuhan Murhum Baubau perlu diperluas. Pelabuhan ini memiliki dua container yard di Barat dan Timur seluas masing-masing 6.000 dan 8.700 meter persegi.

" Di masa depan jika kita ingin membuat Baubau lebih strategis, kita harus memperhatikan fungsi pelabuhan yang terkait dengan halaman susun kontainer," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Budi Karya juga menekankan keselamatan pengiriman, terutama karena kondisi cuaca ekstrim timur Indonesia.

Pelabuhan Murhum Baubau telah menyelesaikan pembangunan terminal penumpang baru seluas 656.125 meter persegi pada Desember 2016 dan akan dioperasikan dalam waktu dekat.  Terminal penumpang tiga lantai ini memiliki kapasitas 1.000 orang, dilengkapi dengan sarana fasilitas pendukung umum seperti ruang tunggu, toilet, fasilitas untuk penyandang cacat, eskalator dan fasilitas pendukung lainnya. Terminal ini juga akan dilengkapi dengan perangkat keamanan seperti detektor logam, kaca, sistem monitoring dan banner (papan informasi elektronik), serta x-ray. (Syam SK/Marloft)

Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 26 Juli 2017
IKLIM INVESTASI
Bank Dunia Minta Pemerintah Kurangi Hak Istimewa BUMN 

Bisnisnews.id - Bank Dunia meminta Indonesia memperbaiki iklim investasinya untuk menarik lebih banyak investasi ke dalam pembangunan infrastruktur. Saran yang diberikan bagi pemerintah cukup banyak, salah satunya adalah mengurangi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 26 Juli 2017
INDUSTRIAL
Regulator dan Pengguna Jasa Gelisah Hadapi Rencana Aksi Mogok SP JICT

Bisnisnews.id-Ancaman mogok massal para pekerja pelabuhan di Tanjung Priok yang diinisiasi Serikat Pekerja Jakarta International Countainer terminal (SP-JICT) membuat gundah para pelaku usaha dan pemerintah. Pasalnya, bila benar . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 26 Juli 2017
NILAI TUKAR
Rupiah Makin Tersudut di Level 13. 322 dan Resisten 13.297

Bisnisnews.id-Nilai tukar Rupiah makin tersudut dengan terus menguatnya dolar AS. Prgerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan berada pada level support 13.322 dan resisten 13.297. Walau terlihat masih lebih baik dari sebelumnya, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 26 Juli 2017
ASIAN GAMES 2018
 Komisi X  DPR RI Tetap Minta INASGOC Transparan

Bisnisnews.id - Komisi X DPR-RI menyetujui usulan anggaran dana triwulan kedua sebesar Rp1,5 triliun yang diajukan panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) untuk persiapan penyelenggaraan Asian Games Jakarta-Palembang 2018. "Ya, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 26 Juli 2017
KERJA SAMA
Indonesia Tuan Rumah Konferensi Menteri Pendidikan Se-Asia Tenggara

49th SEAMEO Council Conference membahas tujuh prioritas bidang pendidikan Bisnisnews.id – Kemendikbud Indonesia menjadi tuan rumah dalam Konferensi Tingkat Menteri Pendidikan Asia Tenggara ke-49 atau 49th SEAMEO Council . . .
Selengkapnya