Senin, 22 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Maritim / Berita

KONEKTIVITAS
Senin, 20 Februari 2017 00:29 WIB

Pelabuhan Murhum Baubau Hub Indonesia Barat Dan Timur



Bisnisnews.id - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan Pelabuhan Murhum Baubau layak untuk menjadi Hub antara Indonesia barat dan timur.

Hal ini karena banyak kapal dari pulau Jawa yang menuju Ambon atau Papua mengunjungi Pelabuhan Murhum Baubau.

" Baubau berpotensi jadi hub antara Indonesia barat dan timur, ditandai dengan banyak kapal dari Jawa, Makassar menuju Ambon dan Papua. Artinya kita harus memastikan operasi di sini berjalan dengan baik," kata Budi saat memeriksa pelabuhan Murhum Baubau hari ini.

Menteri memberi arahan kepada Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I dari Baubau, Marlent Manurung, untuk lebih mempersingkat waktu bongkar muat barang di pelabuhan ini. Saat ini waktu bongkar muat waktu kapal di Murhum Pelabuhan Baubau adalah sekitar dua hari.

" Saya ingin lebih pendek. Jika lebih pendek, berarti produktivitas kapal tinggi, produktivitas masyarakat juga tinggi. Crane harus lebih diintensifkan," katanya.

Secara khusus ia menekankan kepada manajemen pelabuhan bahwa fasilitas container yard di Pelabuhan Murhum Baubau perlu diperluas. Pelabuhan ini memiliki dua container yard di Barat dan Timur seluas masing-masing 6.000 dan 8.700 meter persegi.

" Di masa depan jika kita ingin membuat Baubau lebih strategis, kita harus memperhatikan fungsi pelabuhan yang terkait dengan halaman susun kontainer," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Budi Karya juga menekankan keselamatan pengiriman, terutama karena kondisi cuaca ekstrim timur Indonesia.

Pelabuhan Murhum Baubau telah menyelesaikan pembangunan terminal penumpang baru seluas 656.125 meter persegi pada Desember 2016 dan akan dioperasikan dalam waktu dekat.  Terminal penumpang tiga lantai ini memiliki kapasitas 1.000 orang, dilengkapi dengan sarana fasilitas pendukung umum seperti ruang tunggu, toilet, fasilitas untuk penyandang cacat, eskalator dan fasilitas pendukung lainnya. Terminal ini juga akan dilengkapi dengan perangkat keamanan seperti detektor logam, kaca, sistem monitoring dan banner (papan informasi elektronik), serta x-ray. (Syam SK/Marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
DEMONSTRASI
PBB : Anti Presiden, Enam Tewas Di Kongo

Bisnisnews.id - Enam orang tewas di Republik Demokratik Kongo pada hari Minggu 21 Januari, kata PBB, karena pihak berwenang melarang demonstrasi terhadap Presiden Joseph Kabila. Saksi mata mengatakan pasukan keamanan melepaskan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 21 Januari 2018
PROYEK CHANGI
Singapura Kenakan Pajak Tambahan Kepada Penumpang

Bisnisnews.id - Otoritas penerbangan sipil Singapura(CAAS)  berencana akan menaikan pajak 10 -15 dolar Singapura kepada para penumpang dari dan ke bandara Changi. Dana tambahan tersebut akan digunakan untuk membiayai perluasan . . .
Selengkapnya

 

Regulasi  -  Minggu, 21 Januari 2018
REGULASI
Sertifikasi Kapal Wajib Mencantumkan Bahasa Indonesia

Bisnisnews.id - Mulai 1 Februari 2018 Sertifikat Garis Muat Kapal berbendera Indonesia yang dikeluarkan Badan Klasifikasi Nasional maupun Asing, wajib mencantumkan format berbahasa Indonesia. Direktur Perkapalan dan Kepelautan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
MINYAK DUNIA
Arab Saudi Serukan Perpanjang Pemangkasan Produksi

Bisnisnews.id - Arab Saudi menyerukan hari Minggu 21 Januari untuk memperpanjang kerjasama antara produsen OPEC dan non-OPEC sampai lewat dari 2018. Seruan tersebut datang setelah harga minyak mencapai 70 dolar per barel berkat . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
SERANGAN KABUL
Taliban Serang Hotel Intercontinental, Enam Tewas

Bisnisnews.id - Orang-orang bersenjata menyerbu sebuah hotel mewah di Kabul dan membunuh setidaknya 6 orang dalam pertempuran 12 jam yang membuat sebagian bangunan terbakar. Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan di . . .
Selengkapnya