Jumat, 28 Juli 2017

Home/ Industri / Agrobisnis / Berita

Sabtu, 04 Maret 2017 00:17 WIB

Malaysia Akui Keberhasilan Mentan Amran


Menteri Pertanian dan Industri Azas Tani Malaysia, Dato' Sri Ahmad Shabery Cheek dN Menran Amran seoakat kerjasama dalam pengembangan jagung

Bisnisnews.id - Malaysia akui Indonesia sudah cukup berhasil dalam pengembangan pertanian, dan mampu mewujudkan swasembada jagung .

Menteri Pertanian dan Industri Azas Tani Malaysia, Dato' Sri Ahmad Shabery Cheek  mengaku,  keberhasilan itu telah mendorong keinginan pemerintah Malaysia untuk belajar pengelolaan pertaniann jagung dan beras  kepada Kementerian Pertanian.

Selama ini Malaysia mengimpor jagung dari Argentina dan Amerika sebanyak 3 juta ton per tahun untuk peternakan atau setara dengan 1 Milliar Dollar AS.

" Sebelumnya Indonesia impor jabung, sekarang sudah mencukupi untuk kegunaan sendiri, di mana Malaysia sendiri masih bergantung kepada impor dan mengambil dari negara yang sangat jauh," kata Dato' Sri Ahmad Shabery Cheek saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta (3/3/207).

Pertemuan  menteri pertanian ini merupakan tidak lanjut dari Pertemuan ASEAN Ministerial Meeting on Agriculture (AMA) di Singapura Tahun 2016. Bahwa Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman menginisiasi pembangunan wilayah perbatasan,

Indonesia dan Malaysia sepakat melakukan kerjasama dalam membangun wilayah perbatasan. Fokusnya adalah pada pengembangan komoditas jagung di wilayah perbatasan antara Entikong, Provinsi Kalimantan Barat dan Serawak-Malaysia.

 " Kita akan tanam benih jagung dan penemuan terbaru teknologi Jagung tongkol ganda Nakula Sadewa 29  (Nasa 29),"  jelas Amran
 
 Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meyakini,  kerja sama Indonesia dan Malaysia merupakan sinergi positif dalam membangun sektor pertanian untuk masing-masing negara.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan bilateral tersebut Indonesia-Malaysia akan melakukan penanaman perdana di perbatasan Entikong, Kalimantan Barat.
" Paling lambat pertengahan tahun 2017 kita sudah tanam perdana di perbatasan, " jelas  Amran. (Syam Sk)

Baca Juga

 

Industri  -  Jumat, 28 Juli 2017
LAPORAN KEUANGAN
Kinerja Dua Maskapai Alami Penurunan

Bisnisnews.id - Maskapai penerbangan Singapore Airlines (SIA) melaporkan penurunan laba bersih 8,6 persen untuk kuartal pertama tahun buku 2017-18 dibandingkan tahun lalu, katanya dalam rilis berita pada hari Kamis (27/7/2017). . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Kamis, 27 Juli 2017
KIM JONG NAM
Dua Tersangka Akan Mengaku Tidak Bersalah

Bisnisnews.id - Dua wanita yang dituduh meracuni saudara pemimpin Korea Utara di bandara akan mengaku tidak bersalah saat berada di pengadilan Malaysia pada hari Jumat 28 Juli, kata pengacara mereka. Warga Indonesia, Siti Aisyah . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Kamis, 27 Juli 2017
HUB INTERNASIONAL
Lomba Hub Global, Bandara Singapura dan Hong Kong Terancam

Bisnisnews.id - Selama beberapa dekade, Singapura dan Hong Kong telah menjadi titik transit utama yang menghubungkan wisatawan Asia ke dan dari seluruh dunia. Tapi sekarang, banyaknya bandara hub internasional di Asia yang melakukan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Kamis, 27 Juli 2017
E COMMERCE
Amazon Masuki Asia Tenggara, Dimulai Dari Singapura

Bisnisnews.id - Amazon meluncurkan layanan pengiriman ekspres di Singapura pada hari Kamis 27 Juli, raksasa ritel online AS pertama ke Asia Tenggara dan menempatkannya dalam persaingan langsung dengan Alibaba China. Aplikasi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Kamis, 27 Juli 2017
STRATEGI MASKAPAI
Miliki 12 Anak Perusahaan, AirAsia Akan Konsolidasi Jadi One AirAsia

Bisnisnews.id - CEO AirAsia, Tony Fernandes telah mengatakan bahwa dia ingin mengintegrasikan semua operasi maskapai tersebut ke dalam satu entitas penerbangan tunggal. "Saya mencoba menyatukan AirAsia menjadi satu maskapai menjadi . . .
Selengkapnya