Senin, 22 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Logistik / Berita

ANGKUTAN BARANG
Rabu, 08 Maret 2017 23:10 WIB

Menhub Perintahkan, Kecepatan Kapal Ro-Ro Harus Diatas 20 Knot



Bisnisnews.id-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi perintahkan operator kapal ro-ro lintas penyeberangan Panjang-Jakarta-Semarang-Surabaya-Padangbay-Lembar, harus menggunakan kapal yang kecepatannya di atas 20 knot. Layanan kapal berusia muda dengan kecepatan tinggi dapat meningkatkan efektivitas waktu tempuh, sehingga lebih menarik minat para pengusaha angkutan (truk).

" Menggunakan kapal dengan kecepatan lebih dari 20 knot, akan lebih menarik. tapi kalau di bawah 20 knot, sangat lambat. Untuk itu saya minta ASDP dan operator swasta cari kapal yang punya kecepatan di atas 20 knot sehingga harga kompetitif tapi waktu tempu lebih cepat," kata Menhub.

Menurutnya, dalam kurun waktu satu tahun ini, terdapat tiga kapal ro-ro per hari yang melayani lintas Pelabuhan Tanjung Priok-Pelabuhan Panjang, Lampung. Dengan adanya layanan pada lintas ini Menhub Budi mencatat setidaknya terdapat 500 truk yang dapat dialihkan dari jalan raya ke kapal ro-ro. 

Meskipun saat ini masih terdapat kekurangan seperti tingkat okupansi yang belum terlalu tinggi, akan tetapi Menhub Budi mengaku puas dengan kapal ro-ro yang melayani lintas Pelabuhan Tanjung Priok-Pelabuhan Panjang, Lampung.

" Tapi kapal ini saya pikir diatas ekspektasi saya, kelas VIP nya bagus, kantinnya bagus, kapalnya bagus, tapi yang harus kita perbaiki adalah promosi. Promosi belum dilakukan. Tingkat okupansi masih 60 persen, penumpang 20 persen. Promosi harus segera dilakukan," jelas Menhub.

Ke depan pihaknya juga berencana bersama Perum Damri dan PPD untuk menyediakan shuttle bus gratis dari sejumlah titik untuk mengangkut penumpang yang akan menggunakan kapal ro-ro ini.

Lebih lanjut Menhub mengatakan dengan berpindahnya angkutan truk dari jalan raya ke kapal ternyata biaya yang dikeluarkan lebih ekonomis.  Lintas Jakarta-Surabaya, diharapkan beroperasi sebelum puasa.

" Menggunakan kapal itu lebih ekonomis dibandingkan menggunakan jalan. Karena apa? Satu, karena sparepart, kedua karena (ongkos) tol, ketiga biaya BBM solar, dan keempat karena di jalan ada banyak orang yang harus dikasih," ujarnya.

Sementara itu Ketua Assosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan mengatakan, pegoperasian kapal ro-ro dari Tanjung Priok ke sejumlah lintasan tidak akan mengganggu aktivitas muatan.

Kalaupun ada pengaruh, kata Tarigan, tidak signifikan dan para pengemudi akan menentukan, kenyaman dirinya, lewat kapal ro-ro atau jalan darat. " Saya sudah hitung, dan pengaruhnya tidak signifikan, sopir kan tidak bisa diaksa untuk mengunakan kapal, atau jalan raya," jelasnya. (Syam Sk)


Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
DEMONSTRASI
PBB : Anti Presiden, Enam Tewas Di Kongo

Bisnisnews.id - Enam orang tewas di Republik Demokratik Kongo pada hari Minggu 21 Januari, kata PBB, karena pihak berwenang melarang demonstrasi terhadap Presiden Joseph Kabila. Saksi mata mengatakan pasukan keamanan melepaskan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 21 Januari 2018
PROYEK CHANGI
Singapura Kenakan Pajak Tambahan Kepada Penumpang

Bisnisnews.id - Otoritas penerbangan sipil Singapura(CAAS)  berencana akan menaikan pajak 10 -15 dolar Singapura kepada para penumpang dari dan ke bandara Changi. Dana tambahan tersebut akan digunakan untuk membiayai perluasan . . .
Selengkapnya

 

Regulasi  -  Minggu, 21 Januari 2018
REGULASI
Sertifikasi Kapal Wajib Mencantumkan Bahasa Indonesia

Bisnisnews.id - Mulai 1 Februari 2018 Sertifikat Garis Muat Kapal berbendera Indonesia yang dikeluarkan Badan Klasifikasi Nasional maupun Asing, wajib mencantumkan format berbahasa Indonesia. Direktur Perkapalan dan Kepelautan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
MINYAK DUNIA
Arab Saudi Serukan Perpanjang Pemangkasan Produksi

Bisnisnews.id - Arab Saudi menyerukan hari Minggu 21 Januari untuk memperpanjang kerjasama antara produsen OPEC dan non-OPEC sampai lewat dari 2018. Seruan tersebut datang setelah harga minyak mencapai 70 dolar per barel berkat . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
SERANGAN KABUL
Taliban Serang Hotel Intercontinental, Enam Tewas

Bisnisnews.id - Orang-orang bersenjata menyerbu sebuah hotel mewah di Kabul dan membunuh setidaknya 6 orang dalam pertempuran 12 jam yang membuat sebagian bangunan terbakar. Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan di . . .
Selengkapnya