Selasa, 26 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Logistik / Berita

LOGISTIK
Kamis, 09 Maret 2017 11:33 WIB

Dwelling Time di Priok Naik Lagi ? Berikut Penjelasannya



Bisnisnews.id-Barang menumpuk di terminal petikemas Tanjung Priok seperti terminal 3, jangan menyalahkan regulator. Bisa jadi dokumen barang itu memang belum lengkap dan itu bisa ditelusuri ke Bea dan Cukai.

Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok I Nyoman Gede Saputera mengatakan, pemeritah telah membuat aturan sangat lengkap, tinggal dijalankan saja. Namun gesekan kepentingan di lapangan terus saja ada.

Kata Nyoman, kalau sudah bicara pendapatan, pasti ada gesekan, dan ujung-ujungnya, dwelling time yang dibawa-bawa. padahal secara kumulatif masih normal. Selain itu, di Priok saat ini arus barang sedang turun.

"Saya hanya menjalankan aturan yang ada, kalau ada barang ditumpuk melebihi batas waktu  ketentuan, saya perintahkan segera keluar. Tapi kalau barang itu belum lengkap dokumennya, biayanya siapa yang mau nanggung," kata Nyoman.

Dweling time, kata dia jangan hanya dilihat dari satu sisi, tapi banyak sisi. Bila ada barang menumpuk yang menjadi peyebab naiknya dweling time, kata Nyoman sebaiknya ditelusuri kebenarannya.

" Silahkan tanya Bea dan Cukai, kenapa barang itu masih menumpuk dan terus didiamkan. Yang saya tahu, umumnya dokumennya belum selesai diurus," jelasnya.

Selain itu, ada kepentingan dari anak-anak perusahaan PT Pelindo II, maka dengan dokumen yang belum lengkap, barang mengendap lebih dari tiga hari, terkena tarif progresif dan pemilik barang siap bayar. " Tapi kalau dokumennya sudah lengkap tetap ditumpuk di dalam kami usir," jelasnya.

Umumnya, para importir baru akan mengurus kelengkapan dokumennya kalau barang itu sudah sampai di pelabuhan. ditambah lagi, datang kapal secara bersamaan dan dibongkar pada waktu yang sama dengan jedah waktu yang tidak terlalu lama. " Kan wajar saja kalau barang itu menumpuk, dan itu juga bukan artinya kami diam, kami bergerak dan usir," tegasnya.

Patokannya kan cuma ada tiga, tinggal ditelusuri, yaitu fre Customs Clearance, customs clearance dan post clearance. " jadi jangan dilarikan kemana-mana, karena ini masalah dokumen," kata Nyoman.

Kendati diakui, masih ada saja importir coba-coba bermain, sengaja menumpuk barangnya lebih lama di dalam pelabuhan untuk menunggu barang yang ada di gudanynya habis diproduksi. Atau ada juga yang memang cari aman.

"Kan kalau ditumpuk di dalam meskipun terkena pajak progresif, biayaya tetap saja masih lebih murah ketimbang mereka sewa gudang. Di dalam pelabuhan lebih aman, lebih terjamin dan dijaga ketat. Ini juga salah satu faktor mengapa mereka suka menumpuk lebih lama di dalam pelabuhan," jelasnya.

Kata Nyoman, kalau ada yang suka teriak soal dwelling time, dan adanya barang yang menumpuk, itu juga ada kepentingan lain dari pelaku usaha. Terutama yang ada di luar areal pergudangan pelabuhan. (Syam S)


Baca Juga

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
AIMAG 2017
Andika Salut Pada Beatrice Dan Aldila

Bisnisnews.id -Sukses Beatrice Gumulya dan Aldila Sutjiadi mengamankan medali emas dan perak Asian Indoor Martial Art Games (AIMAG) di Asghabat, Turkmenistan 2017.mendapat pujian. Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
AIMAG 2017
Tundukkan Aldila, Beatrice Sumbang Emas Tenis

Bisnisnews.id - Beatrice Gumulya merebut medali emas setelah berhasil memenangkan "perang saudara" di partai final tunggal putri cabang olahraga tenis Asian Indoot Martial Art Games (AIMAG). Dalam pertandingan yang digelar di . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
OTOMOTIF
Haridarma Semakin Dekat Dengan Gelar Juara Nasional

Bisnisnews.id - Pembalap Haridarma Manoppo dari Toyota Team Indonesia (TTI) tampil podium pertama mengungguli Alvin Bahar dalam balapan Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) di Sirkuit Internasional Sentul, Minggu (24/9).Di . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
KEBHINEKAAN
Kirab Pemuda 2017 Resmi Mulai Diselenggarakan

Bisnisnews.id - Pengukuhan Peserta Inti Kirab Pemuda 2017 dilaksanakan oleh Menpora Imam Nahrawi beserta Staf Khusus, Pejabat Eselon 1 dan 2 di Wisma Menpora, Jakarta, (25/9/2017)Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui kegiatan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 26 September 2017
WISATA
Airlines Nasional Berkontribusi Datangkan Wisman ke Tanah Air

Bisnisnews.id - Kementerian Pariwisata Arif Yahyah akui maskapai penerbangan Indonesia berkontribusi datangkan  datangkan  5 juta wisatawan. Dikatakan, kinerja dunia penerbangan ditanah air yang telah berhasil meraih . . .
Selengkapnya