Rabu, 26 Juli 2017

Home/ Industri / Logistik / Berita

Kamis, 09 Maret 2017 11:33 WIB

Dwelling Time di Priok Naik Lagi ? Berikut Penjelasannya



Bisnisnews.id-Barang menumpuk di terminal petikemas Tanjung Priok seperti terminal 3, jangan menyalahkan regulator. Bisa jadi dokumen barang itu memang belum lengkap dan itu bisa ditelusuri ke Bea dan Cukai.

Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok I Nyoman Gede Saputera mengatakan, pemeritah telah membuat aturan sangat lengkap, tinggal dijalankan saja. Namun gesekan kepentingan di lapangan terus saja ada.

Kata Nyoman, kalau sudah bicara pendapatan, pasti ada gesekan, dan ujung-ujungnya, dwelling time yang dibawa-bawa. padahal secara kumulatif masih normal. Selain itu, di Priok saat ini arus barang sedang turun.

"Saya hanya menjalankan aturan yang ada, kalau ada barang ditumpuk melebihi batas waktu  ketentuan, saya perintahkan segera keluar. Tapi kalau barang itu belum lengkap dokumennya, biayanya siapa yang mau nanggung," kata Nyoman.

Dweling time, kata dia jangan hanya dilihat dari satu sisi, tapi banyak sisi. Bila ada barang menumpuk yang menjadi peyebab naiknya dweling time, kata Nyoman sebaiknya ditelusuri kebenarannya.

" Silahkan tanya Bea dan Cukai, kenapa barang itu masih menumpuk dan terus didiamkan. Yang saya tahu, umumnya dokumennya belum selesai diurus," jelasnya.

Selain itu, ada kepentingan dari anak-anak perusahaan PT Pelindo II, maka dengan dokumen yang belum lengkap, barang mengendap lebih dari tiga hari, terkena tarif progresif dan pemilik barang siap bayar. " Tapi kalau dokumennya sudah lengkap tetap ditumpuk di dalam kami usir," jelasnya.

Umumnya, para importir baru akan mengurus kelengkapan dokumennya kalau barang itu sudah sampai di pelabuhan. ditambah lagi, datang kapal secara bersamaan dan dibongkar pada waktu yang sama dengan jedah waktu yang tidak terlalu lama. " Kan wajar saja kalau barang itu menumpuk, dan itu juga bukan artinya kami diam, kami bergerak dan usir," tegasnya.

Patokannya kan cuma ada tiga, tinggal ditelusuri, yaitu fre Customs Clearance, customs clearance dan post clearance. " jadi jangan dilarikan kemana-mana, karena ini masalah dokumen," kata Nyoman.

Kendati diakui, masih ada saja importir coba-coba bermain, sengaja menumpuk barangnya lebih lama di dalam pelabuhan untuk menunggu barang yang ada di gudanynya habis diproduksi. Atau ada juga yang memang cari aman.

"Kan kalau ditumpuk di dalam meskipun terkena pajak progresif, biayaya tetap saja masih lebih murah ketimbang mereka sewa gudang. Di dalam pelabuhan lebih aman, lebih terjamin dan dijaga ketat. Ini juga salah satu faktor mengapa mereka suka menumpuk lebih lama di dalam pelabuhan," jelasnya.

Kata Nyoman, kalau ada yang suka teriak soal dwelling time, dan adanya barang yang menumpuk, itu juga ada kepentingan lain dari pelaku usaha. Terutama yang ada di luar areal pergudangan pelabuhan. (Syam S)


Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 26 Juli 2017
IKLIM INVESTASI
Bank Dunia Minta Pemerintah Kurangi Hak Istimewa BUMN 

Bisnisnews.id - Bank Dunia meminta Indonesia memperbaiki iklim investasinya untuk menarik lebih banyak investasi ke dalam pembangunan infrastruktur. Saran yang diberikan bagi pemerintah cukup banyak, salah satunya adalah mengurangi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 26 Juli 2017
INDUSTRIAL
Regulator dan Pengguna Jasa Gelisah Hadapi Rencana Aksi Mogok SP JICT

Bisnisnews.id-Ancaman mogok massal para pekerja pelabuhan di Tanjung Priok yang diinisiasi Serikat Pekerja Jakarta International Countainer terminal (SP-JICT) membuat gundah para pelaku usaha dan pemerintah. Pasalnya, bila benar . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 26 Juli 2017
NILAI TUKAR
Rupiah Makin Tersudut di Level 13. 322 dan Resisten 13.297

Bisnisnews.id-Nilai tukar Rupiah makin tersudut dengan terus menguatnya dolar AS. Prgerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan berada pada level support 13.322 dan resisten 13.297. Walau terlihat masih lebih baik dari sebelumnya, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 26 Juli 2017
ASIAN GAMES 2018
 Komisi X  DPR RI Tetap Minta INASGOC Transparan

Bisnisnews.id - Komisi X DPR-RI menyetujui usulan anggaran dana triwulan kedua sebesar Rp1,5 triliun yang diajukan panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) untuk persiapan penyelenggaraan Asian Games Jakarta-Palembang 2018. "Ya, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 26 Juli 2017
KERJA SAMA
Indonesia Tuan Rumah Konferensi Menteri Pendidikan Se-Asia Tenggara

49th SEAMEO Council Conference membahas tujuh prioritas bidang pendidikan Bisnisnews.id – Kemendikbud Indonesia menjadi tuan rumah dalam Konferensi Tingkat Menteri Pendidikan Asia Tenggara ke-49 atau 49th SEAMEO Council . . .
Selengkapnya