Senin, 25 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Pariwisata / Berita

BEA CUKAI
Jumat, 17 Maret 2017 12:57 WIB

Turis Terus Diperas, Kedutaan Cina Di Indonesia Tegur Pemerintah 


Kedutaan Cina di Indonesia mendorong wisatawan China untuk mengatakan "tidak" terhadap tips yang dikenakan oleh petugas bea cukai.

Bisnisnews.id - Kedutaan besar Cina di Indonesia menegur pemerintah setelah beberapa wisatawan mengatakan bahwa mereka telah dipaksa memberikan tips ilegal di kontrol perbatasan.

Kedutaan Besar Cina di Indonesia menuduh petugas bea cukai setempat menargetkan turis Cina dan meminta tips di kontrol perbatasan.

Kedutaan menerbitkan sebuah posting di situsnya yang menasihati wisatawan China untuk tidak memberi tips ilegal bagi petugas bea cukai atau lainnya.

Indonesia telah menjadi tujuan populer bagi wisatawan China, dengan lebih dari 1,4 juta pengunjung bepergian ke negara Asia Tenggara tahun lalu, kata kedutaan.

Beberapa turis China mengatakan bahwa petugas perbatasan Indonesia meminta mereka membayar tips mulai dari 100 - 300 yuan, menurut Chongqing Times.

Tips diberikan untuk para petugas yang bekerja untuk departemen termasuk bea cukai, imigrasi di bandara dan Biro inspeksi dan karantina, kata laporan tersebut.

Tuduhan tersebut telah dipublikasikan secara luas di Cina pekan lalu, setelah ada video yang diposting online, menunjukkan seorang turis Cina yang dipaksa membayar 500 yuan di bandara Indonesia.

Orang yang memposting video tersebut mengatakan bahwa petugas bea cukai melihatnya merekam dan menginterogasinya.

" Mereka berulang kali menginterogasi dan mengirim saya ke ruang tunggu. Mereka mendorong saya dan mengklaim bahwa mereka akan menolak saya masuk," katanya.

Kedutaan Besar Cina di Indonesia mengatakan, salah satu stafnya telah memberitahu petugas di kantor imigrasi nasional Indonesia dan Bandara Soekarno-Hatta International di Jakarta tentang perihal tersebut.

Kedutaan telah mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah segera untuk menghentikan ancaman terhadap wisatawan China.

Pemerintah Indonesia mengatakan akan menindak lanjuti serius, tapi menambahkan bahwa laporan ini adalah kasus yang diisolasi, kata kedutaan.

Ini bukan pertama kalinya wisatawan China dipaksa menyerahkan uang tunai kepada petugas perbatasan saat bepergian. Pemerintah China juga telah membahas masalah tersebut dengan Vietnam dan Kamboja.

Kedutaan Cina di Vietnam mengatakan pada bulan Februari, seorang turis Cina dipukuli oleh petugas bea cukai karena menolak untuk membayar tips.

Kedutaan menuntut pihak berwenang Vietnam menyelidiki insiden tersebut dan meminta maaf kepada wisatawan.(marloft)


Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 25 September 2017
TRAGEDI KEMANUSIAAN
Memberi Makan Ribuan Pengungsi,  Bangladesh Berharap Bantuan Internasional

Bisnisnews.id-Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi mengatakan, saat ini Bangladesh sangat membutuhkan bantuan internasional, untuk memberi makan dan melindungi 436.000 orang Rohingya yang telah meninggalkan Myanmar . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Minggu, 24 September 2017
AIRNAV INDONESIA
Gunung Agung Status AWAS, Sejumlah Penerbangan ke Bali Akan Dialihkan 

Bisnisnews.id-Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia) akan mengalihkan sejumlah rute penerbangan tujuan bandara I Gusti Ngurahrai Bali ke sejumlah bandara, menyusul ancaman letusan . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Minggu, 24 September 2017
Nobar Pertandingan  KPK Vs DPR,  Makin Tegang ....

Oleh: Baba Makmun Penulis adalah wartawan senior, tinggal di kawasan Pejaten Timur Jaksel. Bisnisnews.id-Ibarat tengah nonton bareng (nobar) pertandingan sepakbola, 'duel' Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) lawan Komisi Pemberantasan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Minggu, 24 September 2017
SATWA LANGKA
Tiongkok  Pinjamkan  Giant Panda ke  Indonesia Untuk Dikembangbiakan

Bisnisnews.id-Tiongkok pinjamkan sepasang satwa Giant Panda kepada pemerintah Indonesia untuk dikembangbiakan di Taman Safari Indonesia. Giant Panda merupakan salah satu satwa kategori Appendix I CITES yang merupakan satwa endemik . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 24 September 2017
TES RUDAL
AS Tuduh Iran Dan Korut Kerjasama Kembangkan Nuklir

Bisnisnews.id - Presiden Trump menuduh Iran berkolaborasi dengan Korea Utara untuk memperkuat teknologi rudal mereka dalam tweet-nya pada Sabtu 23 Agustus, mengkritik kesepakatan nuklir 2015 antara AS, Iran dan lima negara kuat . . .
Selengkapnya