Kamis, 19 Oktober 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Pariwisata / Berita

KERUSAKAN LINGKUNGAN
Jumat, 17 Maret 2017 13:38 WIB

Kapal Pesiar Perusak Terumbu Karang di Raja Ampat Milik Pelayaran Swedia.



Bisnisnews.id-Kapal pesiar MV Caledonian Sky yang kandas dan merusak terumbu karamg di Raja Amoat adalah milik perusahaan pelayaran Swedia dan bukan perusahaan pelayaran Inggris.

Ungkaoan itu disampaikan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, usai melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, Jumat (17/3/2017), terkait peristiwa perusakan karang di pwraifan Raja Ampat beberaoa waktu lalu.

" Kami mencatat bahwa kapal itu, Caledonian Sky, dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan Swedia," jelasnya seperti dikutip Antara.

Dalam pertemuan itu, Dubes Moazzam berdiskusi dan bertukar pandangan dengan Luhut mengenai kejadian yang menyebabkan kerusakan terumbu karang di Raja Ampat, Papua Barat.

Dia mengaku prihatin dengan kerusakan terumbu karang di wilayah tersebut dan berjanji terus mendukung upaya pemerintah Indonesia menyelidiki masalah yang menyebabkan kerusakan terumbu karang itu.

Luhut mengatakan status kapten kapal MV Caledonian Sky Kapten Keith Michael Taylor rumit, karena dia pemegang paspor Inggris tetapi tinggal Florida, Amerika Serikat.

"Ini complicated (rumit), dia pemegang paspor Inggris, tinggal di Florida. Kapalnya kapal Swedia, operatornya juga. Benderanya Bahama. Pembelian tiketnya di Inggris,"katanya.

Kementerian, ia mengatakan, akan segera mengundang dan menghubungi perwakilan negara-negara tersebut guna menyelesaikan masalah kerusakan terumbu karang di jantung destinasi wisata Raja Ampat.

Menurut Luhut, pemerintah akan melakukan semua langkah yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

" Saya belum tahu aspek hukumnya, tapi semua aspek yang bisa dilakukan hukum pasti dilakukan," kata dia.

Kapal Caledonian Sky  yang dinahkodai oleh Kapten Keith Michael Taylor pada 4 Maret kandas dan menimbulkan kerusakan terumbu karang di Raja Ampat.

Menurut hasil investigasi awal pemerintah setempat, luas terumbu karang yang rusak mencapai sekitar 1.600 meter persegi.

Selain menuntut ganti rugi, pemerintah berniat menuntut tanggung jawab kapten kapal yang menyebabkan kerusakan terumbu karang. Terlebih sang kapten diketahui pernah melakukan pelanggaran di perairan Indonesia, tepatnya di Kuala Tanjung, Sumatera Utara. (Syam S )

Baca Juga

 

Internasional  -  Kamis, 19 Oktober 2017
REFERENDUM CATALONIA
Spanyol Akan Tangguhkan Otonomi Catalonia

Bisnisnews.id - Spanyol akan mulai menangguhkan otonomi Catalonia mulai hari Sabtu, karena pemimpin wilayah tersebut mengancam untuk mendeklarasikan kemerdekaan. Pemerintah mengatakan akan mengaktifkan Pasal 155 undang-undang . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Kamis, 19 Oktober 2017
SIMULASI
Gangguan Teroris di Kereta,  Berikut Penanganannya ....

Bisnisnews.id-Tangkal teoris di kereta api hari ini, Kamis (19/10/2017) disimulasikan, dengan melibatkan unsur Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Tujuannya, bila terjadi  gangguan, petugas sudah siap, terutama pengamanan . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Kamis, 19 Oktober 2017
Ini kata Jaya Suprana Soal Istilah "PRIBUMI" 

Bisnisnews.id-Soal istilah "pribumi" yang diucapkan satu kali dalam pidato Gubernur DKI Anies R Baswedan menurut seniman dan budayawan, pendiri Pusat Studi Kelirumologi dan Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan Jaya Suprana dalam Opininya . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Kamis, 19 Oktober 2017
KESELAMATAN PENERBANGAN
Insiden AirAsia Indonesia  Dikhawatirkan Memperburuk  Hasil Audit ICAO 

Bisnisnews.id-Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso khawatir, insiden yang dialami pesawat AirAsia Indonesia QZ-535 dalam penerbangan dari Australia ke Bali akan mempengaruhi penilaian tim audit . . .
Selengkapnya

 

Gaya Hidup  -  Kamis, 19 Oktober 2017
RATU DUNIA
Menuju  Miss World 2017

Bisnisnews.id-Miss Indonesia 2017, Achintya Nilsen siap-siap masuk karantia bersama 120 peserta dari negara lain selama empat pekan sebelum menjalani penilaian di malam puncak, Grand Final Miss World 2017 di Sanya Tiongkok, 18 . . .
Selengkapnya