Kamis, 23 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Metropolitan / Jabodetabek / Berita

REKLAMASI
Senin, 20 Maret 2017 17:09 WIB

Kalah Lawan Nelayan, Pemprov DKI  Banding, Inilah Alasannya ...


Foto Ilustrasi: sumber Google reklamasi pantai utara Jakarta

Bisnisnews.id - Kalah di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas gugatan para nelayan terkait
pengerjaan proyek reklamasi Pulau K di Teluk Jakarta Pemprov DKI Jakarta lakukan banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).


Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta,  Sumarsono banding adalah hak yang harus dilakukan. Itu baru diputuskan setelah ada salinan putusannya. Pemprov DKI masih punya waktu 30 hari untuk mempelajarinya.

" Kita akan lihat dokumennya nanti. Kan belum kita tanda tangani, kita masih punya waktu cukup sampai 30 Maret, hari ini juga bagian dari rapim," kata Sumarsono di Balai Kota Jakarta, Senin (20/3/2017).

Kata Sumarsono, ada tiga alasan mengapa harus dilakukan banding. Pertama, ada dokumen yang tercecer terkait tata ruang atau zonasi. Berikutnya, soal amdal (analisis dampak lingkungan). Alasan ketiga adalah terkait kewenangan gubernur yang memiliki hak untuk membuat kebijakan itu. 

Ini adalah bagian dari rencana banding dan semua dokumen dipelajari. Kata Sumarsono, aoaohn hang dilakukan Pemprov DKI mengacu pada landasan hukum

"Apapun kebijakan yang dilakukan pasti aturan. Tidak mungkin Pemprov buat rencana asal-asalan,  pasti ada dasar yang kuat," tegas Sumarsono. Reklamasi itu adalah upaya perluasan lingkungan, namun tetap memperhatikan dampaknya.

Kendati demikian, Sumarsono bersikukuh proyek yang sudah berjalan di reklamasi jangan sampaj berhenti. "Kalah tapi jangan langsung berhenti begitu saja. Itu nanti kita ga ada jalan keluar yang baik,'ucapnya.

Sumarsono juga menjelaskan menang atau kalah saat mengajukan banding bukan prioritas. " Sebagai negara hukum menghargai keputusan peradilan apapun, karena masih ada upaya banding yang dimungkinkan untuk dilakukan pihak yang kalah," kata Sumarsono. (Syam S)

Baca Juga

 

Internasional  -  Kamis, 23 November 2017
CANBERRA
Paksa Pengungsi Pergi, Polisi PNG Masuki Kamp Manus

Bisnisnews.id - Polisi Papua Nugini masuk ke kamp pengungsian yang dikelola oleh Australia pada hari Kamis 23 November dan memaksa ratusan orang meninggalkan pusat penahanan di pulau tersebut. Pencari suaka, yang telah dibarikade . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
KECELAKAAN
Delapan Selamat Setelah Pesawat AL AS Jatuh DI Laut Jepang

Bisnisnews.id - Tim penyelamat telah menyelamatkan delapan orang ke tempat yang aman di selatan Jepang setelah sebuah pesawat Angkatan Laut AS dengan 11 orang di kapal jatuh di Laut Filipina. Pasukan Jepang dan Amerika bergegas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
TERORIS
Pakistan Bebaskan Dalang Serangan Mumbai

Bisnisnews.id - Pengadilan Pakistan pada hari Rabu 22 November memerintahkan pembebasan salah satu dalang dugaan serangan Mumbai 2008 yang menewaskan lebih dari 160 orang, setelah berbulan-bulan AS menekan Islamabad atas dugaan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
ZIMBABWE
Mugabe Keluar, Buaya Pulang Ambil Alih

Bisnisnews.id - Wakil presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa akan terbang pulang pada hari Rabu 22 November untuk mengambil alih kekuasaan setelah pengunduran diri Robert Mugabe yang mengakhiri masa pemerintahan 37 tahun yang otoriter. Dia . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
SERBIA
Dipenjara Seumur Hidup, Penjagal Bosnia Dinyatakan Bersalah Atas Genosida

Bisnisnews.id - Juri PBB pada hari Rabu 22 November menghukum mantan komandan Serbia Bosnia, Ratko Mladic untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah menemukannya bersalah melakukan genosida dan kejahatan perang dalam . . .
Selengkapnya