Jumat, 23 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Metropolitan / Jabodetabek / Berita

REKLAMASI
Senin, 20 Maret 2017 17:09 WIB

Kalah Lawan Nelayan, Pemprov DKI  Banding, Inilah Alasannya ...


Foto Ilustrasi: sumber Google reklamasi pantai utara Jakarta

Bisnisnews.id - Kalah di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas gugatan para nelayan terkait
pengerjaan proyek reklamasi Pulau K di Teluk Jakarta Pemprov DKI Jakarta lakukan banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).


Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta,  Sumarsono banding adalah hak yang harus dilakukan. Itu baru diputuskan setelah ada salinan putusannya. Pemprov DKI masih punya waktu 30 hari untuk mempelajarinya.

" Kita akan lihat dokumennya nanti. Kan belum kita tanda tangani, kita masih punya waktu cukup sampai 30 Maret, hari ini juga bagian dari rapim," kata Sumarsono di Balai Kota Jakarta, Senin (20/3/2017).

Kata Sumarsono, ada tiga alasan mengapa harus dilakukan banding. Pertama, ada dokumen yang tercecer terkait tata ruang atau zonasi. Berikutnya, soal amdal (analisis dampak lingkungan). Alasan ketiga adalah terkait kewenangan gubernur yang memiliki hak untuk membuat kebijakan itu. 

Ini adalah bagian dari rencana banding dan semua dokumen dipelajari. Kata Sumarsono, aoaohn hang dilakukan Pemprov DKI mengacu pada landasan hukum

"Apapun kebijakan yang dilakukan pasti aturan. Tidak mungkin Pemprov buat rencana asal-asalan,  pasti ada dasar yang kuat," tegas Sumarsono. Reklamasi itu adalah upaya perluasan lingkungan, namun tetap memperhatikan dampaknya.

Kendati demikian, Sumarsono bersikukuh proyek yang sudah berjalan di reklamasi jangan sampaj berhenti. "Kalah tapi jangan langsung berhenti begitu saja. Itu nanti kita ga ada jalan keluar yang baik,'ucapnya.

Sumarsono juga menjelaskan menang atau kalah saat mengajukan banding bukan prioritas. " Sebagai negara hukum menghargai keputusan peradilan apapun, karena masih ada upaya banding yang dimungkinkan untuk dilakukan pihak yang kalah," kata Sumarsono. (Syam S)

Baca Juga

 

Internasional  -  Jumat, 23 Februari 2018
INDEKS KORUPSI
Peringkat 96, Indonesia Masih Masuk Kategori Negara Korup

Bisnisnews.id - Transparency International merilis Indeks Persepsi Korupsi 2017  dan hasil penemuannya adalah sebagian besar negara di dunia hanya membuat sedikit atau tidak ada kemajuan dalam mengakhiri korupsi. Indonesia . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 23 Februari 2018
EXPO
Kemenpora Pamerkan Industri Olahraga di Kemenkeu

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ikut berpatisipasi pada Pameran Capain Kinerja Kementerian dan Lembaga yang di gelar di Kantor Kementeria Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (22/2/2018). Pada . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
Jurgen Klopp Ingin Kembali ke Era Bill Shankly

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan, klub yang dilatihnya tersebut sarat akan sejarah yang besar dan pelatih-pelatih hebat di masa lampau salah satunya, Klopp menyebut Liverpool era Bill Shankly sebagai . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
KLUB BOLA
AC Milan Bangkrut, Bos Asal Tiongkok Yonghong Li Teriak

Bisnisnews.id – Pemilik AC Milan Yonghong Li akhirnya buka suara dan membantah semua kabar yang menyebutkan bahwa dirinya mengalami masalah finansial dan jatuh bangkrut, Rabu (22/2/2010). Sebelumnya, keuangan Li disebut  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
ASIAN GAMES
Asian Games 2018 Akan Diliput 2000 Wartawan

Bisnisnews.id – Buka hanya ribuan atlet dan ofisial yang bakal menyerbu Palembang, tapi awak media juga akan membanjiri Bumi Sriwijaya guna meliput perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Diperkirakan 2.000 wartawan akan . . .
Selengkapnya