Senin, 23 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Metropolitan / Jabodetabek / Berita

REKLAMASI
Senin, 20 Maret 2017 17:09 WIB

Kalah Lawan Nelayan, Pemprov DKI  Banding, Inilah Alasannya ...


Foto Ilustrasi: sumber Google reklamasi pantai utara Jakarta

Bisnisnews.id - Kalah di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas gugatan para nelayan terkait
pengerjaan proyek reklamasi Pulau K di Teluk Jakarta Pemprov DKI Jakarta lakukan banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).


Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta,  Sumarsono banding adalah hak yang harus dilakukan. Itu baru diputuskan setelah ada salinan putusannya. Pemprov DKI masih punya waktu 30 hari untuk mempelajarinya.

" Kita akan lihat dokumennya nanti. Kan belum kita tanda tangani, kita masih punya waktu cukup sampai 30 Maret, hari ini juga bagian dari rapim," kata Sumarsono di Balai Kota Jakarta, Senin (20/3/2017).

Kata Sumarsono, ada tiga alasan mengapa harus dilakukan banding. Pertama, ada dokumen yang tercecer terkait tata ruang atau zonasi. Berikutnya, soal amdal (analisis dampak lingkungan). Alasan ketiga adalah terkait kewenangan gubernur yang memiliki hak untuk membuat kebijakan itu. 

Ini adalah bagian dari rencana banding dan semua dokumen dipelajari. Kata Sumarsono, aoaohn hang dilakukan Pemprov DKI mengacu pada landasan hukum

"Apapun kebijakan yang dilakukan pasti aturan. Tidak mungkin Pemprov buat rencana asal-asalan,  pasti ada dasar yang kuat," tegas Sumarsono. Reklamasi itu adalah upaya perluasan lingkungan, namun tetap memperhatikan dampaknya.

Kendati demikian, Sumarsono bersikukuh proyek yang sudah berjalan di reklamasi jangan sampaj berhenti. "Kalah tapi jangan langsung berhenti begitu saja. Itu nanti kita ga ada jalan keluar yang baik,'ucapnya.

Sumarsono juga menjelaskan menang atau kalah saat mengajukan banding bukan prioritas. " Sebagai negara hukum menghargai keputusan peradilan apapun, karena masih ada upaya banding yang dimungkinkan untuk dilakukan pihak yang kalah," kata Sumarsono. (Syam S)

Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 21 April 2018
PESAWAT DELAY
Berikut Penjelasan Lion Group Soal Keterlambatan Puluhan Penerbangannya

Bisnisnews.id -   Puluhan penerbangan  Lion Air Group Sabtu (21/4/201) memgalami keterlambatan  (delayed) dari dan ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya