Senin, 22 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Metropolitan / Jabodetabek / Berita

SENGKETA
Senin, 20 Maret 2017 22:55 WIB

PT AP II Hanya Merespon Dua Poin Tuntutan Warga


Dirut PT AP II saat menerima perwakilan warga di kantornya

Bisnisnews.id-Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaludin hari ini terima perwakilan  warga Desa Rawa Rengas Kecamatan Kosambi, yang menolak harga pemberian ganti rugi tanah yang terkena pembangunan landasan pacu atau run way 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Agus Hariyadi menjelaskan, dalam pertemuan itu, utusan warga diterima dengan baik termasuk keberatannya  terhadap harga ganti rugi yang telah ditetapkan tim atau kantor jasa penilai publik (KJPP).

Sayangnya, tuntutan terkait harga tanah yang ditetapkan untuk dibayarkan kepada warga ditolak sebab bukan kewenangan PT Angkasa Pura II  karena sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak KJPP.

Hariyadi  mengatakan, pertemuan itu cukup kondusif dan saling berdialog terhadap seejumlah permasalahan yang ada."Mereka itu baik, tadi datang kesini juga dengan baik dan damai," ungkapnya.

Menurutnya,  dalam pertemuan itu utusan warga menyampaikan delapan poin aspirasi. Dari  jumlah itu hanya dua poin yang direspon baik oleh Dirut AP II.

"Yang lainnya bukan kewenangan dari AP II.  Yang menjadi kewenangan AP II Itu masalah pekerjaan dan alhamdulillah dirut juga langsung responsif masalah ini,"tuturnya.

Kendati demikian, masyarakat juga harus mengetahui dan mengikuti mekanisme yang ada dan dilakukan secara bertahap. "Misalkan ada 200 yang mendaftar pekerjaan, dan hanya ada 50 yang dibutuhkan. Maka mereka harus mau melalui seleksi untuk, karena kita juga punya aturan dan ketentuan," ujarnya.

Dikatakan, poin dua yang disepakati adalah retribusi PT AP II pada masyarakat sekitar.  Haryadi mengaku masyarakat sudah mengakui adanya retribusi namun mereka menganggap masih kurang. Dalam hal ini PAP II melakukan sistem terbalik.

"Jadi Dirut tadi bilang, sekarang sistemnya aja yang dibalik. Jadi apa yang mereka butuhkan bisa di ajukan, karena kita memang ada anggaran untuk itu dan jadinya apa yang dibuatkan tidak akan sia sia," ujarnya.

Terkait permintaan mengenai masalah harga, Agus mengaku itu bukan wewenang dari PAP II untuk menentukan nominal. Namun demikian, pihaknya akan tetap memberi akses untuk mengkomunikasikan dengan KJPP.

"Tetap nanti kita akan bantu komunikasikan ke pihak KJPP. Karena pertemuan sekarang bukan merupakan pertemuan terahir melainkan pertemuan pertama yang akan dilanjutkan tanggal 30 nanti," jelasnha. (Iqbal/Syam)

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
DEMONSTRASI
PBB : Anti Presiden, Enam Tewas Di Kongo

Bisnisnews.id - Enam orang tewas di Republik Demokratik Kongo pada hari Minggu 21 Januari, kata PBB, karena pihak berwenang melarang demonstrasi terhadap Presiden Joseph Kabila. Saksi mata mengatakan pasukan keamanan melepaskan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 21 Januari 2018
PROYEK CHANGI
Singapura Kenakan Pajak Tambahan Kepada Penumpang

Bisnisnews.id - Otoritas penerbangan sipil Singapura(CAAS)  berencana akan menaikan pajak 10 -15 dolar Singapura kepada para penumpang dari dan ke bandara Changi. Dana tambahan tersebut akan digunakan untuk membiayai perluasan . . .
Selengkapnya

 

Regulasi  -  Minggu, 21 Januari 2018
REGULASI
Sertifikasi Kapal Wajib Mencantumkan Bahasa Indonesia

Bisnisnews.id - Mulai 1 Februari 2018 Sertifikat Garis Muat Kapal berbendera Indonesia yang dikeluarkan Badan Klasifikasi Nasional maupun Asing, wajib mencantumkan format berbahasa Indonesia. Direktur Perkapalan dan Kepelautan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
MINYAK DUNIA
Arab Saudi Serukan Perpanjang Pemangkasan Produksi

Bisnisnews.id - Arab Saudi menyerukan hari Minggu 21 Januari untuk memperpanjang kerjasama antara produsen OPEC dan non-OPEC sampai lewat dari 2018. Seruan tersebut datang setelah harga minyak mencapai 70 dolar per barel berkat . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
SERANGAN KABUL
Taliban Serang Hotel Intercontinental, Enam Tewas

Bisnisnews.id - Orang-orang bersenjata menyerbu sebuah hotel mewah di Kabul dan membunuh setidaknya 6 orang dalam pertempuran 12 jam yang membuat sebagian bangunan terbakar. Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan di . . .
Selengkapnya