Kamis, 19 Oktober 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Perbankan / Berita

PENIPUAN
Senin, 27 Maret 2017 13:51 WIB

OJK Ingatkan Modus Baru Gunakan Jaminan Pelunasan Hutang


Kepala OJK Regional VIII Bali - Nusra, Zulmi (photo:ist)

Bisnisnews.id - Merebaknya penipuan di sektor jasa keuangan dengan berbagai modus akhir akhir ini rupanya menjadi perhatian serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK) khususnya Kantor OJK Regional 8 yang membawahi Bali - Nusra. Hal itu diungkapkan Kepala OJK Regional 8 Bali - Nusra, Zulmi Judari pada Jum'at (24/3).

"Kembali kami ingatkan, masyarakat agar waspada dan berhati hati dengan maraknya penawaran yang menggunakan jasa keuangan sebagai media," katanya.

Apa yang disampaikan Zulmi bukan tanpa sebab, pasalnya saat ini di Kota Denpasar, bahkan Bali khususnya sudah terindikasi ada pemain baru yang mencoba menjalankan praktek ilegal di sektor jasa keuangan.

"Saat ini tengah merebak modus penipuan dengan menawarkan jasa pelunasan utang. Contohnya seperti UN Swissindo dan Koperasi Indonesia nampaknya mulai berkeliaran di wilayah Bali," ungkapnya.

Lebih jauh Zulmi menjabarkan modus yang dilakukan dua lembaga ilegal ini, yakni dengan menawarkan surat pembebasan utang debitur di perbankan atau perusahaan pembiayaan (multi finance) hanya berdasarkan rekomendasi yang mereka miliki yaitu Surat Berharga Bank Indonesia (SBI), padahal itu tidak benar sama sekali, bahkan OJK sendiri melalui Satuan Tugas Waspada Investasi (SWI) sudah tiga kali menyatakan bahwa mereka (red, UN Swissindo - Koperasi Indonesia) usaha keduanya ilegal. Apalagi mereka menjanjikan pada debitur untuk tidak membayar hutang mereka di Bank tertentu dengan jaminan surat SBI.

"Jelas ini tindakan ilegal, sama dengan menghasut orang untuk tidak bayar hutang. Nah, kalau ini dibiarkan akan berdampak pada masyarakat yang akan dirugikan. Apalagi mereka diharuskan menjadi anggota dan membayar iuran sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta setiap bulannya. Seolah olah hutang nasabah dibayarkan oleh negara berdasarkan SBI tadi, padahal tidak," tegasnya.

Namun demikian terkait persoalan itu menurut Zulmi pihak perbankan ataupun perusahaan pembiayaan menyatakan bahwa mereka tidak ada urusan dengan keduanya (red, UN Swissindo - Koperasi Indonesia). Hal itu terungkap dari adanya laporan dari 11 bank di Bali yang nasabahnya menanyakan soal itu.

"Bahkan ada perbankan yang datang langsung bersama nasabahnya ke OJK menanyakan soal itu. Dan kami jawab, itu tidak benar," sebutnya lagi.

Disamping itu Zulmi menggaris bawahi, kegiatan usaha yang dijalankan oleh UN Swissindo ataupun Koperasi Indonesia tidak sesuai dengan mekanisme pelunasan kredit ataupun pembiayaan yang berlaku di perbankan dan lembaga pembiayaan.

"Kami menghimbau pada masyarakat agar berhati hati dan waspada dalam menginvestasikan dananya, serta terhadap praktik praktik penipuan pelunasan kredit oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Indikator yang paling mudah mengenali praktek semacam itu ialah timbal hasil yang diluar kewajaran," pungkasnya. (Marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Kamis, 19 Oktober 2017
REFERENDUM CATALONIA
Spanyol Akan Tangguhkan Otonomi Catalonia

Bisnisnews.id - Spanyol akan mulai menangguhkan otonomi Catalonia mulai hari Sabtu, karena pemimpin wilayah tersebut mengancam untuk mendeklarasikan kemerdekaan. Pemerintah mengatakan akan mengaktifkan Pasal 155 undang-undang . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Kamis, 19 Oktober 2017
SIMULASI
Gangguan Teroris di Kereta,  Berikut Penanganannya ....

Bisnisnews.id-Tangkal teoris di kereta api hari ini, Kamis (19/10/2017) disimulasikan, dengan melibatkan unsur Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Tujuannya, bila terjadi  gangguan, petugas sudah siap, terutama pengamanan . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Kamis, 19 Oktober 2017
Ini kata Jaya Suprana Soal Istilah "PRIBUMI" 

Bisnisnews.id-Soal istilah "pribumi" yang diucapkan satu kali dalam pidato Gubernur DKI Anies R Baswedan menurut seniman dan budayawan, pendiri Pusat Studi Kelirumologi dan Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan Jaya Suprana dalam Opininya . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Kamis, 19 Oktober 2017
KESELAMATAN PENERBANGAN
Insiden AirAsia Indonesia  Dikhawatirkan Memperburuk  Hasil Audit ICAO 

Bisnisnews.id-Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso khawatir, insiden yang dialami pesawat AirAsia Indonesia QZ-535 dalam penerbangan dari Australia ke Bali akan mempengaruhi penilaian tim audit . . .
Selengkapnya

 

Gaya Hidup  -  Kamis, 19 Oktober 2017
RATU DUNIA
Menuju  Miss World 2017

Bisnisnews.id-Miss Indonesia 2017, Achintya Nilsen siap-siap masuk karantia bersama 120 peserta dari negara lain selama empat pekan sebelum menjalani penilaian di malam puncak, Grand Final Miss World 2017 di Sanya Tiongkok, 18 . . .
Selengkapnya