Senin, 22 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Regulasi / / Berita

ANGKUTAN LEBARAN
Jumat, 31 Maret 2017 16:46 WIB

Menhub Tetapkan Regulasi Permanen Mudik Lebaran


Ketua Umum Aptrindo Gemilang Tarigan (foto:BN/Syam s)

Bisnisnews.id-Pemerintah akan menerbitkan regulasi permanen kegiatan angkutan mudik lebaran. Regulasi itu rencananya diterbitkan melalui Peraturan Menteri Perhubungan yang diimplementasikan putusan direktorat jenderal.

Dalam draf regulasi itu diusulkan, ada tiga larangan yang akan diberlakukan pada angkutan lebaran pada sejumlah ruas tol. Yaitu truk angkutan tambang dan galian, truk di atas dua sumbu dan angkutan di atas 14 ton serta angkutan pribadi.

Ruang lingkup ruas tol yang dilarang untuk dilewati diantaranya,  ruas tol Jakarta-Cikampek-Pemalang, Jakarta-Bandung via tol Cisomang, Jakarta-Bogor via Jagorawi dan Jakarta via tol Merak.

Draf regulasi yang telah dibahas di Kementerian Perhubungan itu, menurut Ketua Umum Assosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan, secara umum diterima. Namun ada beberapa poin dalam draf itu yang patut ditinjau ulang, terutama soal lamanya waktu larangan non tambang.

"Kalau untuk angkutan tambang dan galian sangat setuju sesuai draf tapi non tambang perlu ditinjau ulang dengan sejumlah pertimbangan," kata Tarigan.

Seperti disebutkan dalam draf itu, truk angkutan tambang  dan galian dilarang lewat mulai H-7 sampai H+7. Truk dengan beban di-atas dua sumbu dan muatan  di-atas 14 ton dilarang beroperasi mulai H-3 sampai H+3, kendaraan pribadi H-3 sampai H+3

Kata Tarigan, ada yang berbeda dalam penerapan khusus mudik lebaran. Selain diterapkan secara permanen juga diatur untuk kendaran pribadi.

Khusus kendaraan pribadi nantinya diberlakukan sistem ganjil genap yang diusulkan mulai H-3 sampai H+3. "Saya kira ini kemajuan besar, terutama pada ruas tol yang akan dilewati."

Kata Tarigan truk non tambang dan galian idealnya tidak terlalu lama atau maksimal empat hari. Yaitu mulai H-2 sampai H+2. "Kita kan selama ini selau dibatasi dan menurut saja, kita dukung. Tapi kali ini karena bentuknya permanen kami usulkan non tambang cukup empat hari. Ini adalah waktu ideal yang bisa dilakukan,"kata Tarigan.

Kata Tarigan, semua usulan itu adalah bagian dari pengecualian yang patut dipertimbangkan regulator. "Ini kami usulkan, karena produksi terus berjalan, arus barang di pelabuhan juga terua beroperasi,"jelasnya.

Kalau angkutan non tambang dan galian dibikin larangan terlalu lama, dikhawatirkan terjadi stagnasi yang berimbas pada kerugian serta meningkatnya biaya produksi.

Draf Permenhub itu juga menyebutkan, selama berlangsungnya angkutan lebaran seluruhnya ditutup dan dialihfungsikan menjadi tempat peristirahatan para pemudik. Draf itu sendiri diharapkan selesai dan didaftarkan ke Kemenkumham untuk diundangkan Mei 2017. (Syam S)

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
DEMONSTRASI
PBB : Anti Presiden, Enam Tewas Di Kongo

Bisnisnews.id - Enam orang tewas di Republik Demokratik Kongo pada hari Minggu 21 Januari, kata PBB, karena pihak berwenang melarang demonstrasi terhadap Presiden Joseph Kabila. Saksi mata mengatakan pasukan keamanan melepaskan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 21 Januari 2018
PROYEK CHANGI
Singapura Kenakan Pajak Tambahan Kepada Penumpang

Bisnisnews.id - Otoritas penerbangan sipil Singapura(CAAS)  berencana akan menaikan pajak 10 -15 dolar Singapura kepada para penumpang dari dan ke bandara Changi. Dana tambahan tersebut akan digunakan untuk membiayai perluasan . . .
Selengkapnya

 

Regulasi  -  Minggu, 21 Januari 2018
REGULASI
Sertifikasi Kapal Wajib Mencantumkan Bahasa Indonesia

Bisnisnews.id - Mulai 1 Februari 2018 Sertifikat Garis Muat Kapal berbendera Indonesia yang dikeluarkan Badan Klasifikasi Nasional maupun Asing, wajib mencantumkan format berbahasa Indonesia. Direktur Perkapalan dan Kepelautan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
MINYAK DUNIA
Arab Saudi Serukan Perpanjang Pemangkasan Produksi

Bisnisnews.id - Arab Saudi menyerukan hari Minggu 21 Januari untuk memperpanjang kerjasama antara produsen OPEC dan non-OPEC sampai lewat dari 2018. Seruan tersebut datang setelah harga minyak mencapai 70 dolar per barel berkat . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
SERANGAN KABUL
Taliban Serang Hotel Intercontinental, Enam Tewas

Bisnisnews.id - Orang-orang bersenjata menyerbu sebuah hotel mewah di Kabul dan membunuh setidaknya 6 orang dalam pertempuran 12 jam yang membuat sebagian bangunan terbakar. Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan di . . .
Selengkapnya