Selasa, 23 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Agrobisnis / Berita

KINERJA BUMN
Senin, 01 Agustus 2016 12:29 WIB

Kemacetan Di Priok, Pelaku Usaha Alami Kerugian



Bisnisnews.id-Dampak kemacetan oanjang di Pelabuhan Tanjung Priok sejak Sabtu-Minggu (31 Juli -1 Agustus)  sejumlah pelaku usaha ruhi. Barang kirimannya mengalami keterlambatan akibat kemacetan yang berkepanjangan di akhir pekan.

Kerugian bukan hanha dialami perusahaan anhkutan gaoi juga batang. Ketua Assosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengatakan,  waktu yang dihabiskan untuk mengambil barabg di termknal cujup lama. Belum lagi soal bahan bakar yang dilakai sudah melebihi kkndisi normal.

Menurutnya kejadian serupa sering terulang, hatusnya PT Pelindo II  mengantisipasi. " rugi waktu dan tenaga belum lagi bahan bakar yang dipakai," jelasnya.

Keluhan serupa juga dialami para pelaku usaha  anggota Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI). Sebagian barang mengalami penundaan pengiriman fan ini hatus ditanggung para importir.

Sekjen DPP GINSI Achmad Ridwan Tento berhtap, agat periyiwa serupa tidak terulang harusnya ada antisipasi dari Pelindo II untuk menata kembali jalur truk ayau gate yang kekuae masuk di terminal 3.

Para pemilik batang tetap mendesak manajemen Pekindo II menyelesaikan masalah ini jangan sampai terus berkepanjangan. Katena dampaknya bukan hanya pemilik barang yang rugi tapi juga penhelola pelabuhan.

Keresaham kepafatan dibterminal 3 ini sudah menhkhawatirkan. Kalau penyebabnya katena oersainhan bisnis antat termknal hatusnya afa langkah-langkah serius.

Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan,  kepadatan arus peti kemas ini kemungkinan akibat persaingan usaha dan ini biasa terjadi. Mungkin ada satu pengelola terminal peti kemas memberikan tarif dan layanan yang bagus sehingga pemiliki peti kemas senang menggunakan jasa mereka. 

" Untuk ini kami mengharapkan para pengelola peti kemas meningkatkan pelayanan, bukan hanya memberikan tarif yang lebih murah namun juga memberikan pelayanan yang cepat, tepat‎ dan memuaskan," kata Carmelita.

Saat ini ‎di pelabuhan Priok terdapat empat fasilitas terminal peti kemas ekspor impor yang dikelolaJakarta International Container Terminal (JICT), TPK Koja, Mustika Alam Lestari (MAL) dan Terminal 3 Tanjung Priok. Namun,terdapat perbedaan tarif penanganan petikemas di Terminal 3 Tanjung Priok dan tiga terminal lainnya yaitu JICT, TPK Koja dan MAL.

Adapun besaran tarif terminal handling charges (THC) di Terminal 3 sebesar US$ 95 dollar per kontainer. Dari jumlah itu, sebesar US$ 73 adalah biaya container handling charges (CHC) yang dibebankan oleh pengelola terminal dan sisanya atau US$ 22 merupakan surcharges pelayaran.

Sedangkan jika di JICT,TPK Koja dan MAL dengan THC US$ 95/peti kemas ukuran 20 feet, pelayaran hanya menikmati surcharges US$ 12/bok dan selebihnya atau US$ 83 merupakan CHC yang diperoleh pengelola terminal peti kemas.

: Dan dengan terjadi perbedaan tarif antara satu pengelola peti kemas kami melihat masih ada peluang agar THC untuk diturunkan. Hal ini agar bisa menekan biaya logistik sekaligus menarik minat pelanggan," katanya.  

Seperti  diketahui, sejak Sabtu (30/7)‎ pagi hingga Minggu (31/7) ini ratusan truk pengangkut peti kemas ekspor impor terlihat mengular sehingga menyebabkan kemacetan di dalam pelabuhan tersibuk di Indonesia itu yang berpotensi kongesti. Kondisi semakin diparah karena gate in dan gate out di Terminal 3 Priok hanya disiapkan  masing-masing satu gate. 

Perhatian Kemenhub

Carmelita juga meyakini bahwa kepadatan arus barang peti kemas di pelabuhan Priok‎ akan dapat perhatian dari‎ Kementerian Perhubungan (Kemenhub), selaku regulator yang bertanggungjawab di bidang transportasi, khususnya laut. 

" Kami melihat dibawah kepemimpinan Pak Budi Karya Sumadi, Kemenhub dapat membantu menyelesaikan masalah ini. Kami melihat beliau mau mendengarkan masukan dunia usaha dan berkomitmen memperbaik‎ kebijakan yang menyulitkan dunia usaha," katanya. 

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
KONFLIK YERUSALEM
Kedutaan Amerika Pindah Ke Yerusalem Akhir 2019

Bisnisnews.id - Wakil Presiden AS Mike Pence berjanji untuk memindahkan kedutaan besar Amerika ke Yerusalem pada akhir 2019 dalam sebuah pidato hari Senin 22 Januari ke parlemen Israel. Saat Pence berbicara, Presiden Palestina . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
EKONOMI GLOBAL
Terdorong Reformasi Pajak AS, IMF Revisi Prospek Ekonomi Dunia

Bisnisnews.id - Perekonomian global pulih secara bersamaan dengan kecepatan lebih kuat, dan akan mendapatkan dorongan jangka pendek dari pemotongan pajak AS, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan Senin 22 Januari. Dalam . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 22 Januari 2018
UMKM
AP I Gelar Pameran dan Peragaan Busana Daerah

Bisnisnews.id – Manajemen PT Angkasa Pura I menggelar  peragaan busana  pakaian daerah yang berasal dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Peragaan  busana diselenggarakan di ruang tunggu domestik Bandara . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 22 Januari 2018
KONGRES
Menhub Ajak Mahasiswa Membangun Indonesia

Bisnisnews.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak pemuda membangun seluruh daerah di Indonesia secara bersama-sama. Oleh karenanya konektivitas menjadi suatu keharusan agar Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 22 Januari 2018
BPIH
Biaya Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Naik 2,58 Persen

Bisnisnews.id - Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini diperkirakan bakal naik sebesar 2,58 persen. Usulan kenaikan itu disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dengan . . .
Selengkapnya