Selasa, 19 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Logistik / Berita

TRANSHIPMENT
Minggu, 09 April 2017 14:57 WIB

CMA-CGM Layani Pelayaran  Langsung Tanjung Priok-LA Amerika


Kapal CMA-CGM Titus asal Perancis dengan kemampuan muat 8.500 TEUs, tengah melakukan bongkar di terminal JICT Tanjung Priok (Foto:BN/Syam)

Bisnisnews.id-Rencana manajemen PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II/IPC) menjadikan Tanjung Priok sebagai pelabuhan transhipment terbesar di kawasan Asean mulai terwujud, meyusul masuknya  kapal milik pelayaran Compagnie Maritime d'Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM) Titus asal Perancis, hari ini (Minggu:9/4/2017). Kapal raksasa itu merapat ke dermaga 2 milik PT Jakarta International Countainer (JICT) Tanjung Priok. 

Kapal kapasitas 8.500 TEUs ini rencananya akan melayani muatan secara reguler  dengan frekuensi  satu kali per Minggu, dengan rute pelayaran, Tajung Priok ke West Coast Los Angeles AS. Secara khusus, rute pelayaran baru ini akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, pada hari Minggu 23 April 2017.

Pihak manajemen IPC sendiri bejanji memberikan insentif khusus berupa pelayanan pekerjaan dan diskon tarif jasa untuk setiap kapal-kapal besar yang merapat pellabuhan Utama tanjung Priok.

Ini adalah kapal kargo pertama asal Perancis yang membuka pelayaran langsung dari Indonesia ke AS, dengan rata-rata muatan 1700 bok per minggu. Langka strategis pemerintah melalui BUMN ini, dilakukan untuk menarik kapal-kapal besar ke Indonesia, guna meningkatkan perdagangan antar negara.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II, Elvyn G.Massaya mengatakan, jumlah muatan yang bisa dikirim melalui kapal itu akan terus meningkat dan hari ini adalah muatan pertama yang diujicoba, mengangkut kontainer ke pelabuhan wilayah Barat AS. "Pada pelayaran pekan depan, Minggu 23 April 2017, kapal ini akan dilepas secararesmioleh Bapak Presiden RI, Joko Widodo," jelasnya.

"Kalau soal insentif bagi pelayaran yang memasukan kapal bearnya ke Ranjung Priok, sudah pasti ada insentif dari manajemen. Artinya, semakin banyak barang yang dibawa, maki besar kapalnya, akan semakin murah biayanya," jelasnya.

Kata Elvyn, insentif dengan pola progresif yang diterapkan pada seluruh kegiatan bongkar muat ini, akan sangat menguntungkan ke-dua belah pihak. "Ya, ini akan saling menguntungkan, karena meang ada insenif," jelasnya.  

Tanjung Priok, ungkap Elvyn, kini benar-benar dapat menjadi pelabuhan transshipment besar di kawasan Asia. "Hal ini juga membuktikan bahwa IPC yang telah melakukan banyak kemajuan baik   dari sistem, fasilitas maupun infrastruktur, serta tarif pelayanan yang mampu berkompetisi dengan pelabuhan besar lainnya," tutur Elvyn.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang hadir pada kegiatan ujicoba angkutan kapal CMA-CGM Titus berharap, kapal besar ini bukan saja dapat mmeningkatkan perdagangan antar negara tapi juga upaya mewujudkan efisiensi kargo.

Layanan pelayaran baru yang dibuka CMA-CGM diberi nama Java South East Asia Express Services/ Java SEA Express Services atau JAX Services. Jenis komoditi muat perdana untuk diangkut ke Amerika Serikat inni brupa 22 persen merupakan barang-barang hasil transhipment dari sejumlah pelabuhan domestik di Indonesia. 

Aktivitas bongkar muat direncanakan selesai dalam waktu 24 jam dengan menggunakan empat unit Gantry Luffing Crane (GLC). Pelido II berharap kehadiran kapal raksasa ini dapat menjadi pemicu hadirnya kapal-kapal raksasa lainnya ke Tanjung Priok.

Soal efisiensi biaya, kata Menhub Budi, harus ada untuk merangsang masuknya kapal besar ke dalam negeri. Pemerintah KINI sedang mempelajari berapa angka yang selama ini dihitung satu per satuan. 

Kalau jumlahnya besar dengan kapal besar, kata Menhub Budi, akan diberikan insentif. Ini adalah kewenagan Menteri Keuangan. "Kalau muatan 10 biaya 10, kalau 100 bisa 50, bukan 100. Jadi ada efisiensi lagi akan lakukan.

Rencana kedepan, kata Menhub Budi, akan benar-benar menjadikan Pelabuhan Tanjug Priok sebagai hub internasional. Yaitu dengan menjadikan intensifikasi transhipment direct call yang long distance. (Syam S)


Baca Juga

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
SIDANG PBB 72
Buka Sidang, Sekjen PBB Angkat Isu Korut Dan Myanmar

Bisnisnews.id - Kecemasan global tentang perang nuklir berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa dekade, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada hari Selasa 19 September saat ia membuka pertemuan para pemimpin . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
PERANG RUDAL
Jepang Sebar Pencegat Rudal Di Jalur Peluncuran Korut

Bisnisnews.id - Jepang pada hari Selasa 19 September memindahkan sistem pertahanan rudal di pulau utara Hokkaido ke sebuah pangkalan dekat rute peluncuran rudal Korea Utara terakhir. Menteri Pertahanan Itsunori Onodera mengatakan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
INVESTASI ASING
Uni Eropa Peringatkan China : Ekonomi Terbuka Atau Tanggung Resiko

Bisnisnews.id - Kelompok bisnis mendesak China pada hari Selasa 19 September untuk melaksanakan janji-janji keterbukaan ekonominya dan memperingatkan bahwa pergerakan lamban dapat memicu reaksi balik terhadap perdagangan bebas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Penyelidik PBB Tuntut Akses Penuh Tanpa Batas ke Myanmar

Bisnisnews.id - Penyelidik HAM PBB pada hari Selasa 19 September mengatakan bahwa mereka membutuhkan akses penuh dan tak terbatas ke Myanmar untuk menyelidiki krisis yang sedang berlangsung, namun pemerintah menolak penyelidikan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Akhirnya Angkat Bicara, Suu Kyi Tolak Kritik Dunia

Bisnisnews.id - Aung San Suu Kyi mengatakan pada hari Selasa 19 September bahwa dia tidak takut pada pengawasan dunia atas krisis Rohingya, berjanji untuk menahan pelanggar HAM dan memukimkan kembali beberapa dari 410 ribu Muslim . . .
Selengkapnya