Golden Property Awards  2017" /> Golden Property Awards  2017"> Golden Property Awards  2017 "> Golden Property Awards  2017" />
Rabu, 26 Juli 2017

Home/ Industri / Properti / Berita

Kamis, 13 April 2017 09:16 WIB

BTN Bidik Pengembang Profesional Dalam Ajang  Golden Property Awards  2017


Direktur Consumer Banking PT BTN Tbk. Handayani dan Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama BTN Golden Property Awards (GPA) 2017 di Menara BTN, Jakarta, Rabu (12/4).(Foto:BN/Hedi)

Bisnisnews.id-Para pelaku bisnis di sektor properti akan mendapatkan  penghargaan sebagai perusahaan terbaik dari Bank Tabungan Negara (BTN) dalam ajang BTN Golden Property Awards (BTN GPA) 2017. Kegiatan yang telah dilakukan sejak 2015 ini, menjadi pemicu dan pendorong gairah para pelaku usaha.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, penghargaan seperti ini patut dilakukan kepada pelaku usaha yang telah berperan dalam mendukung program sejuta rumah.  BTN mempunyai kepentingan besar di dalamnya, yang bukan hanya berkontribusi di sisi demand, tapi juga supply. 

Di sisi demand, Bank BTN mengupayakan peningkatan permintaan melalui penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Penganugerahan penghargaan itu, adalah wujud mengapresiasi kinerja positif para pelaku bisnis di sektor properti sekaligus memacu optimisme di industri ini.

Bank BTN juga berupaya mendorong sisi supply industri properti lewat pendirian pusat riset dan informasi yakni Housing Finance Center (HFC). Target utamanya menciptakan developer andal dan iklim bisnis properti yang positif serta berkelanjutan.

Dalam keterangan tertulisnya, Maryono menjelaskan, pemberian penghargaan bagi para pelaku di industri properti, adalah bagian kecil yang memang harus dilakukan. Terutama persahaan yang telah menunjukkan kualitas kinerja dan profesionalisme tinggi. 

"Bank BTN bersama IPW menggelar BTN GPA 2017 untuk menumbuhkan optimisme dan mendorong bisnis perumahan dan properti di Tanah Air," jelas Maryono.

Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda mengatakan, peran perbankan dalam menjaga kelangsungan industri properti sangat vital. Sebab, mayoritas masyarakat masih menggunakan fasilitas KPR untuk membeli rumah. 

Pasar perumahan masih mengalami tekanan pada tahun lalu. Dari hasil riset IPW menunjukkan, tekanan muncul pada kuartal II/2016 di mana ada penurunan pergerakan pasar perumahan sebesar 13,3 persen  (quartal-to-quartal/qtq) atau turun 49,8% (year-on-year/yoy). 

Namun, memasuki kuartal III/2016, tren kenaikan mulai terlihat dari jumlah unit terjual. Data IPW menunjukkan unit terjual tercatat naik 11,8 persen secara qtq pada kuartal III/2016 dan 12,5 persen  pada kuartal IV/2016.

Ali memaparkan kenaikan terbesar terjadi di segmen menengah ke bawah yang diproyeksi tetap akan menjadi primadona sepanjang 2017. "Adanya relaksasi loan to value (LTV) dari Bank Indonesia, pemangkasan perizinan, pemotongan PPh final, suku bunga KPR yang cenderung menurun, amnesti pajak, dan disertai pembangunan infrastruktur yang masif menjadikan potensi besar bagi bisnis properti di Tanah Air untuk menorehkan kinerja positif," tuturnya.

Dengan potensi tersebut, dia juga menjelaskan ajang BTN GPA 2017 ini akan mengambil tema 'The Rising Momentum', yang rencananya akan digelar pada 24 Agustus 2017 dengan beberapa kategori penilaian. 

Pemberian penghargaan ini sekaligus untuk mengapresiasi para pelaku bisnis properti yang berhasil melewati siklus terendah di industri ini. Adapun, GPA telah digelar pertama kali pada 2015. 

Pada tahun ini, BTN GPA kembali digelar dengan beberapa penyempurnaan konsep dan metode penilaian. Penetapan pemenang BTN GPA 2017 dilakukan berbasis riset dan penilaian dengan kriteria terukur, terpercaya, dan teruji melalui IPW Standard Property Rating, polling di media sosial, dan kontribusi dari para juri ahli.

Ali menambahkan, pelaksanaan BTN GPA kali ini akan memerhatikan kontribusi para pelaku yang menggarap segmen menengah ke bawah. Sehingga, ajang penghargaan pada tahun ini akan menambahkan kategori bagi proyek-proyek perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bersubsidi. 

Penambahan kategori juga dilakukan dengan memperluas cakupan wilayah mencapai Surabaya dan Luar Jawa. Penghargaan untuk kategori individu pun dipertahankan dengan penilaian internal dan hasil polling di media sosial.

Pihaknya menurunkan puluhan tim riset inti sejak Maret 2017 dalam melakukan verifikasi dan analisis untuk sekitar 150 proyek yang telah diseleksi dari 350 proyek yang terdaftar.(Hedi/Syam S) 


Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 26 Juli 2017
IKLIM INVESTASI
Bank Dunia Minta Pemerintah Kurangi Hak Istimewa BUMN 

Bisnisnews.id - Bank Dunia meminta Indonesia memperbaiki iklim investasinya untuk menarik lebih banyak investasi ke dalam pembangunan infrastruktur. Saran yang diberikan bagi pemerintah cukup banyak, salah satunya adalah mengurangi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 26 Juli 2017
INDUSTRIAL
Regulator dan Pengguna Jasa Gelisah Hadapi Rencana Aksi Mogok SP JICT

Bisnisnews.id-Ancaman mogok massal para pekerja pelabuhan di Tanjung Priok yang diinisiasi Serikat Pekerja Jakarta International Countainer terminal (SP-JICT) membuat gundah para pelaku usaha dan pemerintah. Pasalnya, bila benar . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 26 Juli 2017
NILAI TUKAR
Rupiah Makin Tersudut di Level 13. 322 dan Resisten 13.297

Bisnisnews.id-Nilai tukar Rupiah makin tersudut dengan terus menguatnya dolar AS. Prgerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan berada pada level support 13.322 dan resisten 13.297. Walau terlihat masih lebih baik dari sebelumnya, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 26 Juli 2017
ASIAN GAMES 2018
 Komisi X  DPR RI Tetap Minta INASGOC Transparan

Bisnisnews.id - Komisi X DPR-RI menyetujui usulan anggaran dana triwulan kedua sebesar Rp1,5 triliun yang diajukan panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) untuk persiapan penyelenggaraan Asian Games Jakarta-Palembang 2018. "Ya, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 26 Juli 2017
KERJA SAMA
Indonesia Tuan Rumah Konferensi Menteri Pendidikan Se-Asia Tenggara

49th SEAMEO Council Conference membahas tujuh prioritas bidang pendidikan Bisnisnews.id – Kemendikbud Indonesia menjadi tuan rumah dalam Konferensi Tingkat Menteri Pendidikan Asia Tenggara ke-49 atau 49th SEAMEO Council . . .
Selengkapnya