Rabu, 26 Juli 2017

Home/ Internasional / / Berita

Rabu, 19 April 2017 01:53 WIB

Kapal Induk AS Terlihat Di Selat Sunda, Kemana Tujuannya ?


Kapal induk USS Carl Vinson transit di Selat Sunda Indonesia, Sabtu 15 April 2017. (Photo: Sean Castellano/US NAVY)

Bisnisnews.id - Kapal USS Carl Vinson seharusnya menuju Semenanjung Korea pekan lalu, tetapi baru-baru ini kapal terlihat berlayar ribuan mil jauhnya dari tujuan, malah sekarang terdeteksi di Selat Sunda.

Selasa lalu, Menteri Pertahanan AS, James Mattis mengatakan di Pentagon, "Kapal dalam perjalanan menuju Semenanjung Korea, karena kami pikir di situlah yang paling bijaksana untuk kapal saat ini."

Para pejabat Angkatan Laut AS berbicara dari Pearl Harbor dan Washington dan mengatakan kepada Defense News (off the record) bahwa mereka kaget melihat laporan kapal Vinson berlayar menuju Semenanjung Korea," Kami tidak ada pernyataan seperti itu."

Mattis juga mengatakan tidak ada sinyal permintaan khusus atau alasan mengapa kita mengirimnya ke sana, dan membuat orang menebak-nebak mengapa Mattis membuat komentar tersebut. Foto yang dirilis oleh Angkatan Laut AS pada hari Sabtu yang menunjukkan kapal di Selat Sunda, sulit untuk melihat apakah Mattis bisa jujur minggu lalu tentang gerakan kapal Vinson ini ke utara di Pasifik Barat.

Selat Sunda merupakan jalur air antara Malaysia dan Indonesia di dekat Samudera Hindia. Jarak terpendek antara Selat Sunda dan Semenanjung Korea akan transit melalui Laut Cina Selatan, tetapi masih akan menjadi perjalanan panjang. Para pejabat pertahanan mengatakan dibutuhkan antara empat sampai lima hari untuk kapal Vinson melakukan perjalanan.

Selain itu, media Korea Selatan mengatakan pekan lalu, tiga kapal induk AS yaitu USS Vinson, USS Nimitz dan USS Ronald Reagan diarahkan untuk berlayar ke Semenanjung Korea.

Laporan tersebut ternyata palsu, karena pejabat membantah kalau Nimitz dan Ronald Reagan telah bergabung dengan kapal Vinson, kata Defense News. Kapal Reagan tengah menjalani perawatan di sebuah pangkalan dekat Tokyo, dan Nimitz lagi mengambang di sekitar Selatan California, jauh dari Pyongyang. (marloft)


Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 26 Juli 2017
IKLIM INVESTASI
Bank Dunia Minta Pemerintah Kurangi Hak Istimewa BUMN 

Bisnisnews.id - Bank Dunia meminta Indonesia memperbaiki iklim investasinya untuk menarik lebih banyak investasi ke dalam pembangunan infrastruktur. Saran yang diberikan bagi pemerintah cukup banyak, salah satunya adalah mengurangi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 26 Juli 2017
INDUSTRIAL
Regulator dan Pengguna Jasa Gelisah Hadapi Rencana Aksi Mogok SP JICT

Bisnisnews.id-Ancaman mogok massal para pekerja pelabuhan di Tanjung Priok yang diinisiasi Serikat Pekerja Jakarta International Countainer terminal (SP-JICT) membuat gundah para pelaku usaha dan pemerintah. Pasalnya, bila benar . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 26 Juli 2017
NILAI TUKAR
Rupiah Makin Tersudut di Level 13. 322 dan Resisten 13.297

Bisnisnews.id-Nilai tukar Rupiah makin tersudut dengan terus menguatnya dolar AS. Prgerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan berada pada level support 13.322 dan resisten 13.297. Walau terlihat masih lebih baik dari sebelumnya, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 26 Juli 2017
ASIAN GAMES 2018
 Komisi X  DPR RI Tetap Minta INASGOC Transparan

Bisnisnews.id - Komisi X DPR-RI menyetujui usulan anggaran dana triwulan kedua sebesar Rp1,5 triliun yang diajukan panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) untuk persiapan penyelenggaraan Asian Games Jakarta-Palembang 2018. "Ya, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 26 Juli 2017
KERJA SAMA
Indonesia Tuan Rumah Konferensi Menteri Pendidikan Se-Asia Tenggara

49th SEAMEO Council Conference membahas tujuh prioritas bidang pendidikan Bisnisnews.id – Kemendikbud Indonesia menjadi tuan rumah dalam Konferensi Tingkat Menteri Pendidikan Asia Tenggara ke-49 atau 49th SEAMEO Council . . .
Selengkapnya