Selasa, 26 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / / Berita

REFERENDUM
Rabu, 19 April 2017 02:51 WIB

Pro Pemerintah Unggul Tipis, Oposisi Menggugat Kecurangan


Presiden Recep Tayyip Erdogan berserta istri memberikan suara dalam referendum Turki

Bisnisnews.id - Sejarah kehidupan bernegara Turki memasuki babak baru. Kubu pendukung Presiden Recep Tayyip Erdogan menang tipis dalam referendum. Dengan hasil ini maka terjadi perubahan konstitusi yang  memberi kekuasaan lebih besar kepada Presiden Erdogan.

Dalam referendum yang berlangsung Minggu hingga Senin (17/4/2017) WIB, pemberi suara "Ya" untuk perubahan konstitusi  mencapai 51,7 persen setelah 95 persen suara dihitung. Seperti dilaporkan kantor berita Anadolu, pemberi suara "Ya" unggul tipis pada tahap-tahap terakhir penghitungan suara yang berlangsung ketat.

Namun kubu pro Erdogan kalah tiga kota terbesar Turki dan daerah-daerah Kurdi. Di tiga kota terbesar Turki --Istanbul, Izmir dan ibu kota Ankara-- kubu pemberi suara "Tidak" unggul tipis.

Partai oposisi terbesar Turki, Partai Republik Rakyat (CHP), menuntut penghitungan ulang 60 persen suara. Wakil ketua partai itu, Erdal Aksunger, seperti dikutip Reuters menyatakan, aksi-aksi tidak sah telah terjadi sehingga menguntungkan kubu pemerintah dalam referendum itu.

Komisi pemilihan umum Turki menyatakan akan menghitung ulang surat suara yang tidak distempel para petugasnya jika terbukti ada kecurangan. Muncul banyak keluhan bahwa para petuhas komisi pemilu di TPS-TPS tidak mencap surat suara masuk.

Sementara itu Erdogan memberi selamat kepada perdana menteri dan pemimpin partai nasionalis  menyusul hasil referendum konstitusi Turki yang disebutnya bebas dari kecurangan. Erdogan berterima kasih kepada Perdana Menteri Binali Yildirim atas aspirasi rakyat Turki dalam referendum itu.

Perubahan konstitusi akan menghapus sistem demokrasi parlementer Turki menjadi sistem presidensial yang membuat presiden menjadi lebih berkuasa. Hasil ini membuat Erdogan akan terus bertahan pada posisinya paling tidak sampai 2029. Perubahan konstitusi ini adalah perubahan paling radikal dalam sistem politik Turki dalam sejarah modern negara ini. (Gungde Ariwangsa)



Baca Juga

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
AIMAG 2017
Andika Salut Pada Beatrice Dan Aldila

Bisnisnews.id -Sukses Beatrice Gumulya dan Aldila Sutjiadi mengamankan medali emas dan perak Asian Indoor Martial Art Games (AIMAG) di Asghabat, Turkmenistan 2017.mendapat pujian. Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
AIMAG 2017
Tundukkan Aldila, Beatrice Sumbang Emas Tenis

Bisnisnews.id - Beatrice Gumulya merebut medali emas setelah berhasil memenangkan "perang saudara" di partai final tunggal putri cabang olahraga tenis Asian Indoot Martial Art Games (AIMAG). Dalam pertandingan yang digelar di . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
OTOMOTIF
Haridarma Semakin Dekat Dengan Gelar Juara Nasional

Bisnisnews.id - Pembalap Haridarma Manoppo dari Toyota Team Indonesia (TTI) tampil podium pertama mengungguli Alvin Bahar dalam balapan Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) di Sirkuit Internasional Sentul, Minggu (24/9).Di . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
KEBHINEKAAN
Kirab Pemuda 2017 Resmi Mulai Diselenggarakan

Bisnisnews.id - Pengukuhan Peserta Inti Kirab Pemuda 2017 dilaksanakan oleh Menpora Imam Nahrawi beserta Staf Khusus, Pejabat Eselon 1 dan 2 di Wisma Menpora, Jakarta, (25/9/2017)Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui kegiatan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 26 September 2017
WISATA
Airlines Nasional Berkontribusi Datangkan Wisman ke Tanah Air

Bisnisnews.id - Kementerian Pariwisata Arif Yahyah akui maskapai penerbangan Indonesia berkontribusi datangkan  datangkan  5 juta wisatawan. Dikatakan, kinerja dunia penerbangan ditanah air yang telah berhasil meraih . . .
Selengkapnya