Senin, 20 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / / Berita

REFERENDUM
Rabu, 19 April 2017 02:51 WIB

Pro Pemerintah Unggul Tipis, Oposisi Menggugat Kecurangan


Presiden Recep Tayyip Erdogan berserta istri memberikan suara dalam referendum Turki

Bisnisnews.id - Sejarah kehidupan bernegara Turki memasuki babak baru. Kubu pendukung Presiden Recep Tayyip Erdogan menang tipis dalam referendum. Dengan hasil ini maka terjadi perubahan konstitusi yang  memberi kekuasaan lebih besar kepada Presiden Erdogan.

Dalam referendum yang berlangsung Minggu hingga Senin (17/4/2017) WIB, pemberi suara "Ya" untuk perubahan konstitusi  mencapai 51,7 persen setelah 95 persen suara dihitung. Seperti dilaporkan kantor berita Anadolu, pemberi suara "Ya" unggul tipis pada tahap-tahap terakhir penghitungan suara yang berlangsung ketat.

Namun kubu pro Erdogan kalah tiga kota terbesar Turki dan daerah-daerah Kurdi. Di tiga kota terbesar Turki --Istanbul, Izmir dan ibu kota Ankara-- kubu pemberi suara "Tidak" unggul tipis.

Partai oposisi terbesar Turki, Partai Republik Rakyat (CHP), menuntut penghitungan ulang 60 persen suara. Wakil ketua partai itu, Erdal Aksunger, seperti dikutip Reuters menyatakan, aksi-aksi tidak sah telah terjadi sehingga menguntungkan kubu pemerintah dalam referendum itu.

Komisi pemilihan umum Turki menyatakan akan menghitung ulang surat suara yang tidak distempel para petugasnya jika terbukti ada kecurangan. Muncul banyak keluhan bahwa para petuhas komisi pemilu di TPS-TPS tidak mencap surat suara masuk.

Sementara itu Erdogan memberi selamat kepada perdana menteri dan pemimpin partai nasionalis  menyusul hasil referendum konstitusi Turki yang disebutnya bebas dari kecurangan. Erdogan berterima kasih kepada Perdana Menteri Binali Yildirim atas aspirasi rakyat Turki dalam referendum itu.

Perubahan konstitusi akan menghapus sistem demokrasi parlementer Turki menjadi sistem presidensial yang membuat presiden menjadi lebih berkuasa. Hasil ini membuat Erdogan akan terus bertahan pada posisinya paling tidak sampai 2029. Perubahan konstitusi ini adalah perubahan paling radikal dalam sistem politik Turki dalam sejarah modern negara ini. (Gungde Ariwangsa)



Baca Juga

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
SEPAKBOLA
Anez Antar Suriah Kalahkan Timnas Senior Indonesia

Bisnisnews.id -  Tim nasional Indonesia takluk dengan skor 0-1 dari tim nasional U-23 Suriah dalam laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Sabtu. Gol timnas U-23 dalam laga tersebut dicetak Mouhamad . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
BALAP SEPEDA
Deklarasi KOSTI Ngawi Tuntut Realisasi Hari Bersepeda Nasional

Bisnisnews.id - Pada hari Sabtu, tanggal 18 November 2017, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Ngawi mendeklarasikan dukungan secara penuh terwujudnya Hari Bersepeda Nasional. Dalam deklarasi yang dicetuskan bersamaan dengan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
LIGA INGGRIS
Mourinho Duetkan Ibrahimovic Dan Lukaku Hadapi Newcastle

Bisnisnews.id - Jose Mourinho berencana  menggunakan formasi 3-5-2 dengan menduetkan Romelu Lukaku dan Zlatan Ibrahimovic saat menghadapi Newcastle United di Old Trafford. Mourinho yakin Romelu Lukaku dan Ibrahimovic bisa . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
BALAP SEPEDA
GPN Etape Ngawi, Kuatkan Tekad Pecanangan Hari Bersepeda Nasional

Bisnisnews.id - Pelaksanaan Etape ke-88 perhelatan Gowes Pesona Nusantara (GPN) yang merupakan salahsatu program unggulan Kemenpora di bawah gerakan "Ayo Olahraga" makin menguatkan tekad pecanangan  Hari Bersepeda Nasional. . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
ASIAN GAMES 2018
Tinjau Pelatnas Angkat Besi, Wapres JK Sinkronkan Tiga Aspek Persiapan

Bisnisnews.id -  Wakil Presiden Jusuf Kalla mengemukakan, panitia pelaksana Asian Games 2018 terus berusaha untuk menyingkronkan aspek sarana, penyelenggaraan dan prestasi demi mewujudkan sukses Indonesia dalam pesta olahraga . . .
Selengkapnya