Senin, 23 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / / Berita

REFERENDUM
Rabu, 19 April 2017 02:51 WIB

Pro Pemerintah Unggul Tipis, Oposisi Menggugat Kecurangan


Presiden Recep Tayyip Erdogan berserta istri memberikan suara dalam referendum Turki

Bisnisnews.id - Sejarah kehidupan bernegara Turki memasuki babak baru. Kubu pendukung Presiden Recep Tayyip Erdogan menang tipis dalam referendum. Dengan hasil ini maka terjadi perubahan konstitusi yang  memberi kekuasaan lebih besar kepada Presiden Erdogan.

Dalam referendum yang berlangsung Minggu hingga Senin (17/4/2017) WIB, pemberi suara "Ya" untuk perubahan konstitusi  mencapai 51,7 persen setelah 95 persen suara dihitung. Seperti dilaporkan kantor berita Anadolu, pemberi suara "Ya" unggul tipis pada tahap-tahap terakhir penghitungan suara yang berlangsung ketat.

Namun kubu pro Erdogan kalah tiga kota terbesar Turki dan daerah-daerah Kurdi. Di tiga kota terbesar Turki --Istanbul, Izmir dan ibu kota Ankara-- kubu pemberi suara "Tidak" unggul tipis.

Partai oposisi terbesar Turki, Partai Republik Rakyat (CHP), menuntut penghitungan ulang 60 persen suara. Wakil ketua partai itu, Erdal Aksunger, seperti dikutip Reuters menyatakan, aksi-aksi tidak sah telah terjadi sehingga menguntungkan kubu pemerintah dalam referendum itu.

Komisi pemilihan umum Turki menyatakan akan menghitung ulang surat suara yang tidak distempel para petugasnya jika terbukti ada kecurangan. Muncul banyak keluhan bahwa para petuhas komisi pemilu di TPS-TPS tidak mencap surat suara masuk.

Sementara itu Erdogan memberi selamat kepada perdana menteri dan pemimpin partai nasionalis  menyusul hasil referendum konstitusi Turki yang disebutnya bebas dari kecurangan. Erdogan berterima kasih kepada Perdana Menteri Binali Yildirim atas aspirasi rakyat Turki dalam referendum itu.

Perubahan konstitusi akan menghapus sistem demokrasi parlementer Turki menjadi sistem presidensial yang membuat presiden menjadi lebih berkuasa. Hasil ini membuat Erdogan akan terus bertahan pada posisinya paling tidak sampai 2029. Perubahan konstitusi ini adalah perubahan paling radikal dalam sistem politik Turki dalam sejarah modern negara ini. (Gungde Ariwangsa)



Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 21 April 2018
PESAWAT DELAY
Berikut Penjelasan Lion Group Soal Keterlambatan Puluhan Penerbangannya

Bisnisnews.id -   Puluhan penerbangan  Lion Air Group Sabtu (21/4/201) memgalami keterlambatan  (delayed) dari dan ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya