Rabu, 24 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / / Berita

LOKAKARYA
Kamis, 20 April 2017 17:05 WIB

LIA Genjot Infrastruktur Dan Produksi Kargo


GM LIA tengah memaparkan kinerja bandara yang dipimpinnya. (Photo:BN/Syam)

Bisnisnews.id - Kendati belum ada pertumbuhan yang signifikan, namun Lombok Internasional Airport (LIA)  melakukan pembenahan untuk mengakomodir seluruh kegiatan perdagangan terkait potensi lokal.

General Manager Angkasa Pura 1 LIA,  I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, sekarang ini pertumbuhannya masih rendah. Namun tetap harus dikembangkan, karena komoditi lokal cukup bagus.

Terutama hasil pertanian yang sekarang ini juga banyak dikirim ke luar Lombok." Produksinya sih belum besar, masih kecil tapi untuk domestik bagus. Komoditi didominasi hasil pertanian," jelas Ardita.

"Penerbangan internasionalnya juga belum banyak, hanya ada 1 yaitu AirAsia. Demikian juga kargo ekspor impor," Ardita mengatakan.

Sebelumnya sempat ada JetStar terbang ke Lombok. Sekarang ini kata Ardita, JetStar tidak lagi melayani penerbangan dari Lombok dan akan ada penerbangan lain yang melayani ke regional.

BACA JUGA : Menhub Ajak Kalangan Swasta Bergerak Lebih Dominan Pada Kegiatan Logistik

INDUSTRI WISATA

Soal industri wisata, kata Ardita, terus dikembangkan dengan menyesuaikan destinasi wisata yang ada di Lombok.  Pembenahanannya dimulai dari terminal keberangkatan dan kedatangan.

"Kita sudah siapkan ornamen pantai Senggigi, Gili Trawangan, Mandalika dan seterusnya," kata Ardita

Sekarang, ungkapnya,  setiap penumpang  yang datang meluangkan waktu untuk selfi di arena yang sudah kami siapkan. "Sebelum mereka ke pantai atau objek wisata lainnya, sudah selfi dan fotonya beredar di media sosial. Ini kan baik buat kami, ada unsur marketingnya," kata Ardita menjawab pertanyaan wartawan pada Lokakarya bertajuk "Menciptakan Angkutan Antarpulau yang Terkoneksi dengan Angkutan Antarmoda serta Berkeadilan" 20-22 April 2017 di Lombok NTB.

Terkait pengembangan bandara, Ardita mengatakan, AP I membuat skala prioritas dengan prinsip efektif dan efisien. Diantaranya membangun terminal atau apron, dan ini sesuai dengan peningkatan kebutuhan. LIA makin banyak diterbangi pesawat ukuran besar yang membawa banyak penumpang.

" Memang ada usulan agar runway diperpanjang, tetapi perhitungan kita kalau itu dilakukan akan mengundang pesawat jarak jauh dan pesawat besar, tetapi bagaimana dengan terminal dan apron, apakah bisa mengakomodasi kebutuhan untuk itu jika tidak disiapkan dengan baik dan refresentatif," katanya.

Jadi pada dasarnya, AP I menganut azas efisien dan efektif bahwa kalau runway yang dibangun duluan menjadi tidak efektif jika terminal dan apron tidak disiapkan terlebih dahulu. Oleh karena itu, kata Ardita, pihaknya telah merencanakan membangun terminal dan apron yang diharapkan akhir tahun ini sudah dapat dioperasikan.

Menurut Ardita, saat ini sedang dilakukan pembangunan dua parking stand baru dan ini menjadi salah satu kesiapan bandara menyambut kedatangan pesawat-pesawat dari maskapai internasional untuk singgah di Lombok. Itu sebabnya, jika diperpanjang runway dulu akan mubazir.

"Kami fokus parking stand dan terminal dulu. Untuk terminal domestik sudah kelihatan penuh. Nah kita ingin fungsikan adanya dua parking stand untuk untuk terminal internasional nantinya,"jelasnya.

Begitu juga dalam membangun terminal dihitung berdasarkan peningkatan jumlah penumpang. Prinsip-prinsip inilah yang menjadikan LIA yang tadinya merugi, dan kini mulai mengeruk keuntungan.

"Tahun 2015, kita mengalami kerugian Rp 23 miliar, tapi mulai 2016 secara operasional kita sudah untung, kata Ardita.

Pembangunan infrastruktur LIA juga sejalan dengan ditetapkannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang nantinya akan banyak wisatawan yang datang.

Sejumlah proyek pembangunan didanai secara multiyear, sehingga pembangunan khususnya sarana pendukung akan berlangsung trrus menerus. "Tapi sebagian besar pembangunan infrastruktur pendukung bandara selesai tahun ini," katanya. (Syam S)

Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
PILKADA
KPK dan Polri Akan Menangkap Pelaku Money Politic

Bisnisnews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polri siap menangkap kandidat yang maju Pilkada menggunakan praktik politik uang untuk mendapatkan dukungan suara. "Kalau Ada kandidat menawarkan uang dalam pemilihan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
KORUPSI
Penyidik KPK Terus Mendalami Kasus Dugaan Korupsi di Dinas PU Papua

Bisnisnews.id - Kasus dugaan korupsi pejabat Dinas PU Papua pada proyek pembangunan jalan Kemiri-Depapre sepanjang 24 km yanng telah menyeret dua tersangka DM dan MK terus didalami Penyidik Komisi pembertasan Korupsi (KPK). Sebanyak . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 24 Januari 2018
KEJAHATAN
Seorang Istri Menjual Suaminya Seharga Rp 500 Ribu

Bisnisnews.id - Peristiwa langka, wanita bernisisial VR, warga Jalan Tambak Wedi Baru, Surabaya Jawa Timur menjual suaminya kepada pria hidung belang senilai Rp 500 ribu dengan alasan ekonomi. Transaksi penjualan yang akhirnya . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
BILATERAL
Menko Polhukam Lakukan Pertemuan Dengan Menhan AS

Bisnisnews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis lakukan pertemuan khusus dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya