Senin, 21 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / / Berita

LOKAKARYA
Kamis, 20 April 2017 17:05 WIB

LIA Genjot Infrastruktur Dan Produksi Kargo


GM LIA tengah memaparkan kinerja bandara yang dipimpinnya. (Photo:BN/Syam)

Bisnisnews.id - Kendati belum ada pertumbuhan yang signifikan, namun Lombok Internasional Airport (LIA)  melakukan pembenahan untuk mengakomodir seluruh kegiatan perdagangan terkait potensi lokal.

General Manager Angkasa Pura 1 LIA,  I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, sekarang ini pertumbuhannya masih rendah. Namun tetap harus dikembangkan, karena komoditi lokal cukup bagus.

Terutama hasil pertanian yang sekarang ini juga banyak dikirim ke luar Lombok." Produksinya sih belum besar, masih kecil tapi untuk domestik bagus. Komoditi didominasi hasil pertanian," jelas Ardita.

"Penerbangan internasionalnya juga belum banyak, hanya ada 1 yaitu AirAsia. Demikian juga kargo ekspor impor," Ardita mengatakan.

Sebelumnya sempat ada JetStar terbang ke Lombok. Sekarang ini kata Ardita, JetStar tidak lagi melayani penerbangan dari Lombok dan akan ada penerbangan lain yang melayani ke regional.

BACA JUGA : Menhub Ajak Kalangan Swasta Bergerak Lebih Dominan Pada Kegiatan Logistik

INDUSTRI WISATA

Soal industri wisata, kata Ardita, terus dikembangkan dengan menyesuaikan destinasi wisata yang ada di Lombok.  Pembenahanannya dimulai dari terminal keberangkatan dan kedatangan.

"Kita sudah siapkan ornamen pantai Senggigi, Gili Trawangan, Mandalika dan seterusnya," kata Ardita

Sekarang, ungkapnya,  setiap penumpang  yang datang meluangkan waktu untuk selfi di arena yang sudah kami siapkan. "Sebelum mereka ke pantai atau objek wisata lainnya, sudah selfi dan fotonya beredar di media sosial. Ini kan baik buat kami, ada unsur marketingnya," kata Ardita menjawab pertanyaan wartawan pada Lokakarya bertajuk "Menciptakan Angkutan Antarpulau yang Terkoneksi dengan Angkutan Antarmoda serta Berkeadilan" 20-22 April 2017 di Lombok NTB.

Terkait pengembangan bandara, Ardita mengatakan, AP I membuat skala prioritas dengan prinsip efektif dan efisien. Diantaranya membangun terminal atau apron, dan ini sesuai dengan peningkatan kebutuhan. LIA makin banyak diterbangi pesawat ukuran besar yang membawa banyak penumpang.

" Memang ada usulan agar runway diperpanjang, tetapi perhitungan kita kalau itu dilakukan akan mengundang pesawat jarak jauh dan pesawat besar, tetapi bagaimana dengan terminal dan apron, apakah bisa mengakomodasi kebutuhan untuk itu jika tidak disiapkan dengan baik dan refresentatif," katanya.

Jadi pada dasarnya, AP I menganut azas efisien dan efektif bahwa kalau runway yang dibangun duluan menjadi tidak efektif jika terminal dan apron tidak disiapkan terlebih dahulu. Oleh karena itu, kata Ardita, pihaknya telah merencanakan membangun terminal dan apron yang diharapkan akhir tahun ini sudah dapat dioperasikan.

Menurut Ardita, saat ini sedang dilakukan pembangunan dua parking stand baru dan ini menjadi salah satu kesiapan bandara menyambut kedatangan pesawat-pesawat dari maskapai internasional untuk singgah di Lombok. Itu sebabnya, jika diperpanjang runway dulu akan mubazir.

"Kami fokus parking stand dan terminal dulu. Untuk terminal domestik sudah kelihatan penuh. Nah kita ingin fungsikan adanya dua parking stand untuk untuk terminal internasional nantinya,"jelasnya.

Begitu juga dalam membangun terminal dihitung berdasarkan peningkatan jumlah penumpang. Prinsip-prinsip inilah yang menjadikan LIA yang tadinya merugi, dan kini mulai mengeruk keuntungan.

"Tahun 2015, kita mengalami kerugian Rp 23 miliar, tapi mulai 2016 secara operasional kita sudah untung, kata Ardita.

Pembangunan infrastruktur LIA juga sejalan dengan ditetapkannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang nantinya akan banyak wisatawan yang datang.

Sejumlah proyek pembangunan didanai secara multiyear, sehingga pembangunan khususnya sarana pendukung akan berlangsung trrus menerus. "Tapi sebagian besar pembangunan infrastruktur pendukung bandara selesai tahun ini," katanya. (Syam S)

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 21 Mei 2018
BOLA
Mourinho: Chelsea Juara Piala FA Dengan 9 Pemain Bertahan

Bisnisnews.id – Tumpulnya lini serang Manchester United, dikonfirmasi oleh sang pelatih Jose Mourinho akibat dari hilangnya sosok Romelu Lukaku pada saat pertandingan final Piala FA di Stadion Wembley, (19/5/2018).   “Agak . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 21 Mei 2018
BOLA
Klopp Dambakan Pertemuan Dengan Zidane

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengaku bahwa dirinya sudah tidak sabar menghadapai Real Madrid yang ditukangi Zinedine Zidane dalam final Liga Champions 2017/2018 yang akan diselenggarakan di Stadion Olimpiade . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 21 Mei 2018
MASKAPAI ASING
Ethopian Terbangi Langit Jakarta Mulai 17 Juli 2018

Bisnisnews.id - Ethiopian Airlines akan meluncurkan layanan tiga kali seminggu ke Jakarta pada 17 Juli. Rute tersebut akan diterbangkan oleh pesawat B787-8 Dreamliner mewakili koneksi pertama antara Afrika dan Indonesia. CEO Ethiopian . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 21 Mei 2018
MUBALIG
Menag Dinilai Salah Langkah Soal 200 Nama Penceramah

Bisnisnews.id - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didesak segera menarik kembali 200 nama para mubaligh atau peceramah yang telah dirlisnya beberapa waktu lalu. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 21 Mei 2018
INFRASTRUKTUR
Pemerintah Akan Genjot Pengembangan Potensi Wisata di Padang

Bisnisnews.id - Pemerintah mendorong, seluruh potensi pariwisata di Sumatera Barat atau padang harus dikembangkan, seiring perbaikan infrastruktur di kota itu dalam menunjang kelacaran logistik dan perekonomian masyarakat. Terkait . . .
Selengkapnya