Rabu, 24 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

BISNIS PENERBANGAN
Kamis, 20 April 2017 17:27 WIB

Salahkan Kebijakan AS, Emirates Pangkas Rute


Emirates pangkas banyak penerbangan ke AS. (Photo:tis meyer/planepics.org)

Bisnisnews.id - Emirates mengumumkan akan mengurangi penerbangan menjadi 5 dari 12 destinasi AS yang ada sebelumnya pada awal bulan depan.

Maskapai yang berbasis di Dubai tersebut menyalahkan penyebab penurunan permintaan adalah langkah-langkah keamanan AS yang lebih ketat dan melarang pelancong dari beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim. Ini adalah pertanda terkuat bahwa peraturan baru tersebut dapat berdampak finansial pada Emirates yang telah berkembang pesat di Amerika Serikat.

Pemangkasan tersebut akan mengurangi jumlah penerbangan yang dikirim AS dari Dubai ke 101, dari 126 saat ini. Penerbangan Emirates dua kali sehari ke Los Angeles, Boston dan Seattle akan dikurangi menjadi sekali sehari. Penerbangan harian ke Fort Lauderdale dan Orlando akan dipangkas sampai lima per minggu.

Kemitraan untuk Open & Fair Skies membuat pernyataan hari ini tentang rencana Emirates memangkas penerbangan ke AS.

"Faktanya adalah, permintaan pasar tidak pernah memainkan peran saat maskapai menentukan destinasi penerbangan. Operator teluk, termasuk Emirates, kehilangan uang untuk sebagian besar penerbangan mereka ke AS dan disangga miliaran dolar oleh pemerintah mereka, "kata Jill Zuckman, juru bicara Kemitraan Open & Fair Skies.

Seperti dikutipn dari Aviation Tribune, ia berpendapat, "Model bisnis mereka didasarkan pada pertumbuhan jaringan tanpa memperhatikan profitabilitas untuk melayani tujuan pemerintah mereka yaitu mendominasi penerbangan global. Contoh sempurna adalah rute terakhir Emirates antara Athena, Yunani dan Newark, N.J., sebuah penerbangan yang kehilangan banyak uang yang mungkin terjadi karena subsidi pemerintah. Bahwa Emirates menyebut dirinya berorientasi pada keuntungan sangat menggelikan."

Kemitraan untuk Open & Fair Skies: American Airlines, Delta Air Lines and United Airlines, bersama dengan Asosiasi Air Line Pilots, Asosiasi Allied Pilots, Asosiasi Southwest Airlines Pilots, Asosiasi Professional Flight Attendants, Asosiasi Flight Attendants-CWA, Pekerja Komunikasi Amerika, and Divisi Airline International Brotherhood Teamsters. (Marloft)

Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
PILKADA
KPK dan Polri Akan Menangkap Pelaku Money Politic

Bisnisnews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polri siap menangkap kandidat yang maju Pilkada menggunakan praktik politik uang untuk mendapatkan dukungan suara. "Kalau Ada kandidat menawarkan uang dalam pemilihan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
KORUPSI
Penyidik KPK Terus Mendalami Kasus Dugaan Korupsi di Dinas PU Papua

Bisnisnews.id - Kasus dugaan korupsi pejabat Dinas PU Papua pada proyek pembangunan jalan Kemiri-Depapre sepanjang 24 km yanng telah menyeret dua tersangka DM dan MK terus didalami Penyidik Komisi pembertasan Korupsi (KPK). Sebanyak . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 24 Januari 2018
KEJAHATAN
Seorang Istri Menjual Suaminya Seharga Rp 500 Ribu

Bisnisnews.id - Peristiwa langka, wanita bernisisial VR, warga Jalan Tambak Wedi Baru, Surabaya Jawa Timur menjual suaminya kepada pria hidung belang senilai Rp 500 ribu dengan alasan ekonomi. Transaksi penjualan yang akhirnya . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
BILATERAL
Menko Polhukam Lakukan Pertemuan Dengan Menhan AS

Bisnisnews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis lakukan pertemuan khusus dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya