Senin, 21 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

BISNIS PENERBANGAN
Kamis, 20 April 2017 17:27 WIB

Salahkan Kebijakan AS, Emirates Pangkas Rute


Emirates pangkas banyak penerbangan ke AS. (Photo:tis meyer/planepics.org)

Bisnisnews.id - Emirates mengumumkan akan mengurangi penerbangan menjadi 5 dari 12 destinasi AS yang ada sebelumnya pada awal bulan depan.

Maskapai yang berbasis di Dubai tersebut menyalahkan penyebab penurunan permintaan adalah langkah-langkah keamanan AS yang lebih ketat dan melarang pelancong dari beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim. Ini adalah pertanda terkuat bahwa peraturan baru tersebut dapat berdampak finansial pada Emirates yang telah berkembang pesat di Amerika Serikat.

Pemangkasan tersebut akan mengurangi jumlah penerbangan yang dikirim AS dari Dubai ke 101, dari 126 saat ini. Penerbangan Emirates dua kali sehari ke Los Angeles, Boston dan Seattle akan dikurangi menjadi sekali sehari. Penerbangan harian ke Fort Lauderdale dan Orlando akan dipangkas sampai lima per minggu.

Kemitraan untuk Open & Fair Skies membuat pernyataan hari ini tentang rencana Emirates memangkas penerbangan ke AS.

"Faktanya adalah, permintaan pasar tidak pernah memainkan peran saat maskapai menentukan destinasi penerbangan. Operator teluk, termasuk Emirates, kehilangan uang untuk sebagian besar penerbangan mereka ke AS dan disangga miliaran dolar oleh pemerintah mereka, "kata Jill Zuckman, juru bicara Kemitraan Open & Fair Skies.

Seperti dikutipn dari Aviation Tribune, ia berpendapat, "Model bisnis mereka didasarkan pada pertumbuhan jaringan tanpa memperhatikan profitabilitas untuk melayani tujuan pemerintah mereka yaitu mendominasi penerbangan global. Contoh sempurna adalah rute terakhir Emirates antara Athena, Yunani dan Newark, N.J., sebuah penerbangan yang kehilangan banyak uang yang mungkin terjadi karena subsidi pemerintah. Bahwa Emirates menyebut dirinya berorientasi pada keuntungan sangat menggelikan."

Kemitraan untuk Open & Fair Skies: American Airlines, Delta Air Lines and United Airlines, bersama dengan Asosiasi Air Line Pilots, Asosiasi Allied Pilots, Asosiasi Southwest Airlines Pilots, Asosiasi Professional Flight Attendants, Asosiasi Flight Attendants-CWA, Pekerja Komunikasi Amerika, and Divisi Airline International Brotherhood Teamsters. (Marloft)

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 21 Mei 2018
BOLA
Mourinho: Chelsea Juara Piala FA Dengan 9 Pemain Bertahan

Bisnisnews.id – Tumpulnya lini serang Manchester United, dikonfirmasi oleh sang pelatih Jose Mourinho akibat dari hilangnya sosok Romelu Lukaku pada saat pertandingan final Piala FA di Stadion Wembley, (19/5/2018).   “Agak . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 21 Mei 2018
BOLA
Klopp Dambakan Pertemuan Dengan Zidane

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengaku bahwa dirinya sudah tidak sabar menghadapai Real Madrid yang ditukangi Zinedine Zidane dalam final Liga Champions 2017/2018 yang akan diselenggarakan di Stadion Olimpiade . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 21 Mei 2018
MASKAPAI ASING
Ethopian Terbangi Langit Jakarta Mulai 17 Juli 2018

Bisnisnews.id - Ethiopian Airlines akan meluncurkan layanan tiga kali seminggu ke Jakarta pada 17 Juli. Rute tersebut akan diterbangkan oleh pesawat B787-8 Dreamliner mewakili koneksi pertama antara Afrika dan Indonesia. CEO Ethiopian . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 21 Mei 2018
MUBALIG
Menag Dinilai Salah Langkah Soal 200 Nama Penceramah

Bisnisnews.id - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didesak segera menarik kembali 200 nama para mubaligh atau peceramah yang telah dirlisnya beberapa waktu lalu. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 21 Mei 2018
INFRASTRUKTUR
Pemerintah Akan Genjot Pengembangan Potensi Wisata di Padang

Bisnisnews.id - Pemerintah mendorong, seluruh potensi pariwisata di Sumatera Barat atau padang harus dikembangkan, seiring perbaikan infrastruktur di kota itu dalam menunjang kelacaran logistik dan perekonomian masyarakat. Terkait . . .
Selengkapnya