Minggu, 17 Desember 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Politik / Berita

PILKADA DKI
Sabtu, 22 April 2017 23:05 WIB

Lima Faktor Penyebab Terpuruknya Suara Ahok-Jarot



Bisnisnews.id-Pada Pilkada DKI Jakarta, pasangan Ahok-Jarot kalah telak. Direktur Polmark Indonesia, Eep Saefullah Fatah mengatakan,  ada lima faktor penentu, mengapa tiba-tiba di putaran dua, suara berbalik ke ke Anis-Sandi.

Pertama, kata Eep, pemilih pasangan Ahok- Jarot pada putaran kedua pemilihnya tidak berubah atau nyaris sama dengan putaran pertama.

"Jumlah pemilih Basuki-Djarot tidak meningkat diputaran kedua bahkan mengalami penurunan 14 ribu pemilih. Padahal ada sekitar 20 persen pemilih Agus-Silvy yang bisa direbut Basuki Djarot,"kata Eep di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4/2017).

Kedua, angka partisipasi meningkat dari angka 77 persen jadi 78 persen. Ini mengulang tren 2012. Pada 2012 lalu partisipasi pemilih meningkat 2 persen, dan sekarang menigkat satu koma sekian persen.

"Peningkatan itu terjadi, ternyata partisispasi di kantong-katong Basuki-Djarot justru turun, partisipasi di kantong-kantong Anies-Sandi cenderung naik," jelasnya.

Faktor ketiga adalah saat terjadi di hari-hari terakhir. Sebesar 28 persen pemilih menentukan pilihanya pada masa-masa tenang dan hari pencoblosan.

"Suasana kolektif yang mempengaruhi memori mereka amat-amat penting dan rasanya orang Jakarta melihat media, melihat gambar, masyarakat Jakarta melihat hujan sembako," jelas dia.

Dikatakan bahwa hal bagi-bagi seperti saat ini pertama kali terjadi. Biasanya ditempat lain, lanjutnya, pembagian sembako atau pembagian barang tertentu itu senyap. Tapi ini ditunjukan identitasnya, sehingga susah diperdebatkan siapa yang membagi.

Sementara itu Eef membantah bahwa pemilih di Indonesia dipengaruhi oleh uang atau sembako. "Di Indonesia ditentukan oleh uang, duit dan fulus tidak benar itu. Warga itu hampir otonom warga memang benar warga Jakarta hampir 40 persen akan menerima uang dan sembako yang dibagikan kandidat. Tetapi dibawah 10 persen akan memilih yang membagi," jelasnya.

Dia mengatakan bahwa bagi-bagi uang tidak efektif dan itu merupakan cara yang lama. "Sudah jangan dipake lagi, belajar dari itu lebih baik berkompetisi secara sehat," tambahnya.

Faktor selanjutnya adalah perlawanan dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) atas potensi kejahatan pemilu atau kecurangan.

"Itu terjadi di Jakarta. Dalam identifikasi kami ada 1848 TPS yang teridentifikasi begitu, indikasinya datang dari mana? Pertama pemilih tambahan atau DPT di Jakarta itu hampir . Dan terkonsentrasi di tempat-tempat tertentu dan paslon tertentu. Lalu kemudian yang kedua suasana TPS," Kata dia.

Terakhir kata dia adalah faktor agama. Tentu saja faktor agama memiliki pengaruh tertentu karena Al Maidah. Namun dia mengatakan bahwa hanya 22 persen warga Jakarta yang memilih karena agama. (Ari/Adhitio)

Baca Juga

 

Arena  -  Sabtu, 16 Desember 2017
TENIS
Anthony Susanto Raih Dua Kemenangan Penting

Bisnisnews.id - Petenis Jawa Timur, Anthony Susanto (20 tahun) menorehkan dua kemenangan penting di hari kedua Seleknas Piala Davis, Sabtu (16/12/2017). Peraih tiga medali emas PON 2016 itu menang atas dua rival beratnya, Arief . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 16 Desember 2017
SEPAKBOLA
Tim Pelajar U-16 Tahan Imbang Timnas Timor Leste U-16

Bisnisnews.id - Tim Pelajar Indonesia  U-16 mengakhiri tur uji cobanya di Nusa Tenggara Timur (NTT).  Pada laga terakhir di Lapangan Bintang Timur Academy, Kabupaten Belu, Atambua, dalam rangka pertandingan sepakbola . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 16 Desember 2017
TEST EVENT
CIMB Niaga Indonesia Open Aquatik 2017 Resmi Berakhir

Bisnisnews.id - Cimb Niaga Indonesia Open Aquatik Championship 2017 sekaligus menjadi ajang test event Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) secara resmi telah usai. Memperlombakan empat cabang olahraga yaitu, renang, polo . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 16 Desember 2017
ASIAN PARA GAMES 2018
Promosi Internasional Asian Para Games 2018 Di Atambua

Bisnisnews.id - Panitia penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) terus mensosialisasikan pesta olahraga empat tahunan negara-negara se-Asia bagi atlet penyandang disabilitas yang akan berlangsung di Jakarta pada 6 hingga . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 16 Desember 2017
RENANG
Raih Poin Tertinggi, Millenium Aquatic Jakarta Terbaik di Indonesia Open Aquatic Championship 2017

Bisnisnews.id - Klub Millenium Aquatic Jakarta meraih gelar tim terbaik pada Test Event Road To Asian Games 2018 bertajuk CIMB Niaga Indonesia Open Aquatic Championship 2017 yang berakhir di New Aquatic Stadium GBK Jakarta, Jumat . . .
Selengkapnya