Kamis, 19 Oktober 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Politik / Berita

PILKADA DKI
Sabtu, 22 April 2017 23:05 WIB

Lima Faktor Penyebab Terpuruknya Suara Ahok-Jarot



Bisnisnews.id-Pada Pilkada DKI Jakarta, pasangan Ahok-Jarot kalah telak. Direktur Polmark Indonesia, Eep Saefullah Fatah mengatakan,  ada lima faktor penentu, mengapa tiba-tiba di putaran dua, suara berbalik ke ke Anis-Sandi.

Pertama, kata Eep, pemilih pasangan Ahok- Jarot pada putaran kedua pemilihnya tidak berubah atau nyaris sama dengan putaran pertama.

"Jumlah pemilih Basuki-Djarot tidak meningkat diputaran kedua bahkan mengalami penurunan 14 ribu pemilih. Padahal ada sekitar 20 persen pemilih Agus-Silvy yang bisa direbut Basuki Djarot,"kata Eep di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4/2017).

Kedua, angka partisipasi meningkat dari angka 77 persen jadi 78 persen. Ini mengulang tren 2012. Pada 2012 lalu partisipasi pemilih meningkat 2 persen, dan sekarang menigkat satu koma sekian persen.

"Peningkatan itu terjadi, ternyata partisispasi di kantong-katong Basuki-Djarot justru turun, partisipasi di kantong-kantong Anies-Sandi cenderung naik," jelasnya.

Faktor ketiga adalah saat terjadi di hari-hari terakhir. Sebesar 28 persen pemilih menentukan pilihanya pada masa-masa tenang dan hari pencoblosan.

"Suasana kolektif yang mempengaruhi memori mereka amat-amat penting dan rasanya orang Jakarta melihat media, melihat gambar, masyarakat Jakarta melihat hujan sembako," jelas dia.

Dikatakan bahwa hal bagi-bagi seperti saat ini pertama kali terjadi. Biasanya ditempat lain, lanjutnya, pembagian sembako atau pembagian barang tertentu itu senyap. Tapi ini ditunjukan identitasnya, sehingga susah diperdebatkan siapa yang membagi.

Sementara itu Eef membantah bahwa pemilih di Indonesia dipengaruhi oleh uang atau sembako. "Di Indonesia ditentukan oleh uang, duit dan fulus tidak benar itu. Warga itu hampir otonom warga memang benar warga Jakarta hampir 40 persen akan menerima uang dan sembako yang dibagikan kandidat. Tetapi dibawah 10 persen akan memilih yang membagi," jelasnya.

Dia mengatakan bahwa bagi-bagi uang tidak efektif dan itu merupakan cara yang lama. "Sudah jangan dipake lagi, belajar dari itu lebih baik berkompetisi secara sehat," tambahnya.

Faktor selanjutnya adalah perlawanan dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) atas potensi kejahatan pemilu atau kecurangan.

"Itu terjadi di Jakarta. Dalam identifikasi kami ada 1848 TPS yang teridentifikasi begitu, indikasinya datang dari mana? Pertama pemilih tambahan atau DPT di Jakarta itu hampir . Dan terkonsentrasi di tempat-tempat tertentu dan paslon tertentu. Lalu kemudian yang kedua suasana TPS," Kata dia.

Terakhir kata dia adalah faktor agama. Tentu saja faktor agama memiliki pengaruh tertentu karena Al Maidah. Namun dia mengatakan bahwa hanya 22 persen warga Jakarta yang memilih karena agama. (Ari/Adhitio)

Baca Juga

 

Internasional  -  Kamis, 19 Oktober 2017
REFERENDUM CATALONIA
Spanyol Akan Tangguhkan Otonomi Catalonia

Bisnisnews.id - Spanyol akan mulai menangguhkan otonomi Catalonia mulai hari Sabtu, karena pemimpin wilayah tersebut mengancam untuk mendeklarasikan kemerdekaan. Pemerintah mengatakan akan mengaktifkan Pasal 155 undang-undang . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Kamis, 19 Oktober 2017
SIMULASI
Gangguan Teroris di Kereta,  Berikut Penanganannya ....

Bisnisnews.id-Tangkal teoris di kereta api hari ini, Kamis (19/10/2017) disimulasikan, dengan melibatkan unsur Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Tujuannya, bila terjadi  gangguan, petugas sudah siap, terutama pengamanan . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Kamis, 19 Oktober 2017
Ini kata Jaya Suprana Soal Istilah "PRIBUMI" 

Bisnisnews.id-Soal istilah "pribumi" yang diucapkan satu kali dalam pidato Gubernur DKI Anies R Baswedan menurut seniman dan budayawan, pendiri Pusat Studi Kelirumologi dan Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan Jaya Suprana dalam Opininya . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Kamis, 19 Oktober 2017
KESELAMATAN PENERBANGAN
Insiden AirAsia Indonesia  Dikhawatirkan Memperburuk  Hasil Audit ICAO 

Bisnisnews.id-Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso khawatir, insiden yang dialami pesawat AirAsia Indonesia QZ-535 dalam penerbangan dari Australia ke Bali akan mempengaruhi penilaian tim audit . . .
Selengkapnya

 

Gaya Hidup  -  Kamis, 19 Oktober 2017
RATU DUNIA
Menuju  Miss World 2017

Bisnisnews.id-Miss Indonesia 2017, Achintya Nilsen siap-siap masuk karantia bersama 120 peserta dari negara lain selama empat pekan sebelum menjalani penilaian di malam puncak, Grand Final Miss World 2017 di Sanya Tiongkok, 18 . . .
Selengkapnya