Kamis, 24 Agustus 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Politik / Berita

PILKADA DKI
Sabtu, 22 April 2017 23:05 WIB

Lima Faktor Penyebab Terpuruknya Suara Ahok-Jarot



Bisnisnews.id-Pada Pilkada DKI Jakarta, pasangan Ahok-Jarot kalah telak. Direktur Polmark Indonesia, Eep Saefullah Fatah mengatakan,  ada lima faktor penentu, mengapa tiba-tiba di putaran dua, suara berbalik ke ke Anis-Sandi.

Pertama, kata Eep, pemilih pasangan Ahok- Jarot pada putaran kedua pemilihnya tidak berubah atau nyaris sama dengan putaran pertama.

"Jumlah pemilih Basuki-Djarot tidak meningkat diputaran kedua bahkan mengalami penurunan 14 ribu pemilih. Padahal ada sekitar 20 persen pemilih Agus-Silvy yang bisa direbut Basuki Djarot,"kata Eep di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4/2017).

Kedua, angka partisipasi meningkat dari angka 77 persen jadi 78 persen. Ini mengulang tren 2012. Pada 2012 lalu partisipasi pemilih meningkat 2 persen, dan sekarang menigkat satu koma sekian persen.

"Peningkatan itu terjadi, ternyata partisispasi di kantong-katong Basuki-Djarot justru turun, partisipasi di kantong-kantong Anies-Sandi cenderung naik," jelasnya.

Faktor ketiga adalah saat terjadi di hari-hari terakhir. Sebesar 28 persen pemilih menentukan pilihanya pada masa-masa tenang dan hari pencoblosan.

"Suasana kolektif yang mempengaruhi memori mereka amat-amat penting dan rasanya orang Jakarta melihat media, melihat gambar, masyarakat Jakarta melihat hujan sembako," jelas dia.

Dikatakan bahwa hal bagi-bagi seperti saat ini pertama kali terjadi. Biasanya ditempat lain, lanjutnya, pembagian sembako atau pembagian barang tertentu itu senyap. Tapi ini ditunjukan identitasnya, sehingga susah diperdebatkan siapa yang membagi.

Sementara itu Eef membantah bahwa pemilih di Indonesia dipengaruhi oleh uang atau sembako. "Di Indonesia ditentukan oleh uang, duit dan fulus tidak benar itu. Warga itu hampir otonom warga memang benar warga Jakarta hampir 40 persen akan menerima uang dan sembako yang dibagikan kandidat. Tetapi dibawah 10 persen akan memilih yang membagi," jelasnya.

Dia mengatakan bahwa bagi-bagi uang tidak efektif dan itu merupakan cara yang lama. "Sudah jangan dipake lagi, belajar dari itu lebih baik berkompetisi secara sehat," tambahnya.

Faktor selanjutnya adalah perlawanan dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) atas potensi kejahatan pemilu atau kecurangan.

"Itu terjadi di Jakarta. Dalam identifikasi kami ada 1848 TPS yang teridentifikasi begitu, indikasinya datang dari mana? Pertama pemilih tambahan atau DPT di Jakarta itu hampir . Dan terkonsentrasi di tempat-tempat tertentu dan paslon tertentu. Lalu kemudian yang kedua suasana TPS," Kata dia.

Terakhir kata dia adalah faktor agama. Tentu saja faktor agama memiliki pengaruh tertentu karena Al Maidah. Namun dia mengatakan bahwa hanya 22 persen warga Jakarta yang memilih karena agama. (Ari/Adhitio)

Baca Juga

 

Nasional  -  Kamis, 24 Agustus 2017
DUGAAN SUAP
KPK Lakukan OTT Oknum Pejabat Kemenhub

Bisnisnews.id - Kabar  buruk kembali terulang, Rabu (23/8/2017) penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat Kementerian Perhubungan yang diduga setingkat eselon satu . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 24 Agustus 2017
SEA GAMES 2017
Klasemen Medali: Malaysia 50, Indonesia 15

Tambahan tiga medali emas belum cukup bagi Indonesia untuk memperbaiki posisi pada klasemen perolehan medali SEA Games XXIX/2017 Malaysia. Indonesia tetap berada di peringkat lima jauh ditinggalkan oleh Malaysia yang berada di . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 24 Agustus 2017
KADER BANGSA
Anggota Paskibraka Tak Rela Bendera Dibolak-balik

Bisnisnews.id - Anggota Paskibraka merupakan kader-kader terbaik pengawal dan pelestari Sang Saka Merah Putih yang tidak rela lambangnya negaranya dihina dan dibolak-balik oleh siapapun.Hal itu diungkapkan Menpora Imam Nahrawi . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 24 Agustus 2017
SEA GAMES 2017
Raih Perak, Maria Londa Pun Meneteskan Air Mata

Bisnisnews.id - Air mata Maria Londa menetes di National Sport Centre Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (23/8/2017). Atlet andalan Indonesia ini kecewa setelah hanya mampu meraih medali perak nomor Lompat Jangkit Putri . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 23 Agustus 2017
SEA GAMES 2017
Renang Tambah Perak Dan Perunggu Dari Triady dan Glenn

Bisnisnews.id - Kontingen Indonesia berhasil menambah perolehan 1 medali perak dan perunggu pada hari ketiga cabang olahraga renang yang berlangsung di National Aquatic Centre, Rabu (23/8/2017).Di nomor 100 meter Gaya Kupu -kupu . . .
Selengkapnya