Minggu, 20 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Politik / Berita

PILKADA DKI
Sabtu, 22 April 2017 23:05 WIB

Lima Faktor Penyebab Terpuruknya Suara Ahok-Jarot



Bisnisnews.id-Pada Pilkada DKI Jakarta, pasangan Ahok-Jarot kalah telak. Direktur Polmark Indonesia, Eep Saefullah Fatah mengatakan,  ada lima faktor penentu, mengapa tiba-tiba di putaran dua, suara berbalik ke ke Anis-Sandi.

Pertama, kata Eep, pemilih pasangan Ahok- Jarot pada putaran kedua pemilihnya tidak berubah atau nyaris sama dengan putaran pertama.

"Jumlah pemilih Basuki-Djarot tidak meningkat diputaran kedua bahkan mengalami penurunan 14 ribu pemilih. Padahal ada sekitar 20 persen pemilih Agus-Silvy yang bisa direbut Basuki Djarot,"kata Eep di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4/2017).

Kedua, angka partisipasi meningkat dari angka 77 persen jadi 78 persen. Ini mengulang tren 2012. Pada 2012 lalu partisipasi pemilih meningkat 2 persen, dan sekarang menigkat satu koma sekian persen.

"Peningkatan itu terjadi, ternyata partisispasi di kantong-katong Basuki-Djarot justru turun, partisipasi di kantong-kantong Anies-Sandi cenderung naik," jelasnya.

Faktor ketiga adalah saat terjadi di hari-hari terakhir. Sebesar 28 persen pemilih menentukan pilihanya pada masa-masa tenang dan hari pencoblosan.

"Suasana kolektif yang mempengaruhi memori mereka amat-amat penting dan rasanya orang Jakarta melihat media, melihat gambar, masyarakat Jakarta melihat hujan sembako," jelas dia.

Dikatakan bahwa hal bagi-bagi seperti saat ini pertama kali terjadi. Biasanya ditempat lain, lanjutnya, pembagian sembako atau pembagian barang tertentu itu senyap. Tapi ini ditunjukan identitasnya, sehingga susah diperdebatkan siapa yang membagi.

Sementara itu Eef membantah bahwa pemilih di Indonesia dipengaruhi oleh uang atau sembako. "Di Indonesia ditentukan oleh uang, duit dan fulus tidak benar itu. Warga itu hampir otonom warga memang benar warga Jakarta hampir 40 persen akan menerima uang dan sembako yang dibagikan kandidat. Tetapi dibawah 10 persen akan memilih yang membagi," jelasnya.

Dia mengatakan bahwa bagi-bagi uang tidak efektif dan itu merupakan cara yang lama. "Sudah jangan dipake lagi, belajar dari itu lebih baik berkompetisi secara sehat," tambahnya.

Faktor selanjutnya adalah perlawanan dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) atas potensi kejahatan pemilu atau kecurangan.

"Itu terjadi di Jakarta. Dalam identifikasi kami ada 1848 TPS yang teridentifikasi begitu, indikasinya datang dari mana? Pertama pemilih tambahan atau DPT di Jakarta itu hampir . Dan terkonsentrasi di tempat-tempat tertentu dan paslon tertentu. Lalu kemudian yang kedua suasana TPS," Kata dia.

Terakhir kata dia adalah faktor agama. Tentu saja faktor agama memiliki pengaruh tertentu karena Al Maidah. Namun dia mengatakan bahwa hanya 22 persen warga Jakarta yang memilih karena agama. (Ari/Adhitio)

Baca Juga

 

Arena  -  Minggu, 20 Mei 2018
INAPGOC
Asian Para Games 2018 Berjalan Aman

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengingatkan Ketua Umum Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC),  Raja Sapta  Oktohari  terkait persiapan keamanan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 20 Mei 2018
KESELAMATAN PENERBANGAN
Runway Bandara Juanda Surabaya Amblas , puluhan Penerbangan Terganggu

Bisnisnews.id - Maskapai Lion Air mengumumkan, pelayanan penerbangan dari bandara Juanda Surabaya kembali normal setelah fasilitas landas pacu (runway) dinyatakan aman (safety) untuk proses lepas landas (take off) dan mendarat . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Minggu, 20 Mei 2018
ASIAN PARA GAMES 2018
Menpora Apresiasi Kerja Keras INAPGOC

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan apresiasi kepada Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC). yang sejak tahun lalu telah menunjukan progress yang menggembirakan. . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 19 Mei 2018
RESOLUSI PBB
AS dan Australia Menolak Penyelidikan Kejahatam Perang Israel Terhadap Palestina

Bisnisnews.id  -  Amerika Serikat  dan Australia menolak dlakukannya resolusi untuk mengirim tim investigasi  menyelididki pelanggaran yang dilakukan Israel di Palestina, khusunya Jalur Gaza. Rapat Dewan Khusus . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 19 Mei 2018
SIDANG OKI
Wapres Jusuf Kalla Desak Hamas dan Fatah Bersatu dan Kompak

Bisnisnews.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Hamas dan Fatah bersatu dan mennyelesaikan konflik internal. Dengaan demikian, dukungan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) secara diplomatis akan semakin memperkuat . . .
Selengkapnya