Senin, 25 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Perbankan / Berita

MATA UANG
Jumat, 28 April 2017 08:12 WIB

Dollar AS Terus Melemahkan Rupiah



Bisnisnews.id-Hari ini,  pergerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan berada pada kisaran level support 13.310 dan resisten 13.268. Belum ada tanda-tanda penguatan dan cenderung melemah.

Salah satu penyebabnya,  kuatnya  nilai tujar dollar AS terhadap mata uang lainnya. Diprediksi ini akan terus terjadi.

Analis Bina Artha Sekuritas Reza Priyambada menuturkan, masih positifnya pergerakan laju dollar AS  seiring dengan sentimen pengajuan proposal reformasi pajak dari Presiden Trump membuat laju Rupiah kembali mengalami pelemahan.

Selain itu, terbatasnya pergerakan EUR seiring dengan aksi tunggu pelaku pasar terhadap penyampaian pandangan ekonomi dan moneter Zona Eropa oleh ECB.

Bukan hanya itu,, penguatan Mexican Peso dan CAD seiring respon positif terhadap pernyataan Trump yang akan menegosiasikan ulang perjanjian dengan Kanada dan Meksiko, tidak cukup membantu laju Rupiah untuk kembali menguat.

Bahkan sentimen positif dari dalam negeri dari pernyataan BI bahwa pergerakan Rupiah sepanjang Q1-17 relatif stabil, maupun kesimpulan KSSK terkait kondusif dan stabilnya sistem keuangan Indonesia. Ditambah keyakinan Menko Perekonomian terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia Q1-17 sebesar 5,1 persen.

Pergerakan positif USD tampaknya sulit dilawan Rupiah sehingga cenderung membuka peluang pelemahan lanjutan. Sehingga, mayoritas pelaku pasar bersikap oportunis.

Terlebih dimana stabilnya kondisi ekonomi dalam negeri tidak turut berimbas pada pembalikan penguatan bagj Rupiah. Adapun tetap cermati berbagai sentimen yang ada, dan waspadai sentimen yang dapat merubah arah Rupiah.

" Diperkirakan Rupiah nantinya dapat bergerak pada kisaran support 13.342 dan resisten 13.270," jelasnya.(Adhitio)

  

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 25 September 2017
TRAGEDI KEMANUSIAAN
Memberi Makan Ribuan Pengungsi,  Bangladesh Berharap Bantuan Internasional

Bisnisnews.id-Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi mengatakan, saat ini Bangladesh sangat membutuhkan bantuan internasional, untuk memberi makan dan melindungi 436.000 orang Rohingya yang telah meninggalkan Myanmar . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Minggu, 24 September 2017
AIRNAV INDONESIA
Gunung Agung Status AWAS, Sejumlah Penerbangan ke Bali Akan Dialihkan 

Bisnisnews.id-Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia) akan mengalihkan sejumlah rute penerbangan tujuan bandara I Gusti Ngurahrai Bali ke sejumlah bandara, menyusul ancaman letusan . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Minggu, 24 September 2017
Nobar Pertandingan  KPK Vs DPR,  Makin Tegang ....

Oleh: Baba Makmun Penulis adalah wartawan senior, tinggal di kawasan Pejaten Timur Jaksel. Bisnisnews.id-Ibarat tengah nonton bareng (nobar) pertandingan sepakbola, 'duel' Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) lawan Komisi Pemberantasan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Minggu, 24 September 2017
SATWA LANGKA
Tiongkok  Pinjamkan  Giant Panda ke  Indonesia Untuk Dikembangbiakan

Bisnisnews.id-Tiongkok pinjamkan sepasang satwa Giant Panda kepada pemerintah Indonesia untuk dikembangbiakan di Taman Safari Indonesia. Giant Panda merupakan salah satu satwa kategori Appendix I CITES yang merupakan satwa endemik . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 24 September 2017
TES RUDAL
AS Tuduh Iran Dan Korut Kerjasama Kembangkan Nuklir

Bisnisnews.id - Presiden Trump menuduh Iran berkolaborasi dengan Korea Utara untuk memperkuat teknologi rudal mereka dalam tweet-nya pada Sabtu 23 Agustus, mengkritik kesepakatan nuklir 2015 antara AS, Iran dan lima negara kuat . . .
Selengkapnya