Minggu, 18 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Logistik / Berita

KONEKTIVITAS ASEAN
Selasa, 02 Mei 2017 13:04 WIB

Pelindo IV Targetkan Ro-ro Lintas Negara, Davao-Bitung Angkut Komoditi 400 Kontainer


Dirjen Perhubungan Laut Tonny Budiono (kanan) saat berdialog dengan Dirut PT Pelindo IV Doso Agung (kiri tengah), saat menyambut kedatangan kapal roro dari Filipina di Pelabuhan Bitung

Bisnisnews.id-PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) hari ini, (Selasa 2/5/2017) melayani pelayaran perdana konektivitas laut lintas negara, menggunakan kapal Roll-on/roll-off rute Bitung-Davao/General Santos Filipina. Komoditi yang diangkut dari Bitung ke Filipina ditargetkan mencapai 400 kontainer, berupa hasilpertanian dan perikanan.

Pelayaran lintas negara yang peluncurannya dilakukan secara bersama-sama oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte itu, berangkat pada 30 Mei 2017 dari Davao International Port dan tiba di Pelabuhan Bitung Sulawesi Utara 2 Mei 2017 serta berlayar kembali ke Filipina (pp)  mengangkut komoditi pertanian dan perikanan.

"Hari ini kita mencatat pelayaran ro-ro lintas negara yang punya nilai sejarah. Dari Bitung pelayaran perdana dilakukan hari ini menuju Davao mengangkut 30 kontainer berisi jagung, kopra dan hasil bumi serta perikanan lainnya," kata Dirut Pelindo IV  Doso Agung saat melepas pelayaran Perdana  kapal Ro-ro lintas negara bersama Dirjen Perhubungan Laut Tonny Budiono dan Gubernur Sulteng Olly D.

Adapun armada angkut yang digunakan, sama dengan rute Davao-Bitung. Yaitu Kapal Super Shuttle RoRo 12 dengan kapasitas 500 TEUs yang dioperasikan Asian Marine Transport Corporation, dengan rute awal Davao - General Santos - Bitung mengangkut 30 kontainer berisi tepung terigu sesuai permintaan awal para importir yang ada di Sulawesi Utara.

"Mungkin saat ini baru tepung terigu yang dibutuhkan para importir di Sulut. Tapi kedepan pasti akan lebih bervariasi komoditas yang dikirim dari Davao ke Bitung," kata Doso Agung. 

Pihaknya menargetkan, Kapal Ro-ro yang melakukan pelayaran langsung Davao - Bitung dan sebaliknya, bisa mengangkut sebanyak 300-400 kontainer dalam sebulan. 

Pemda dan Pengusaha di Sulawesi Utara mengharapkan Pemerintah dapat membuka kran lebih lebar lagi untuk produk impor yang  masuk ke Bitung tanpa restriksi yang selama ini ada. Karena pelayaran RO-RO ini adalah bagian dari rencana Kementerian Perhubungan menjadikan Bitung sebagai Internasional Hub Port (IHP) Wilayah Timur Indonesia.

Sejumlah pengusaha dan Pemda Sulut menyambut antusias  upaya yang dilakukan Pelindo IV dengan menghadirkan konektivitas langsung Davao - Bitung dan sebaliknya. Karena sebelumnya lanjut dia, belum pernah ada pelayaran langsung tersebut dan untuk ekspor Bitung - Davao harus melalui Singapura atau pelabuhan-pelabuhan di Jawa baru tiba di Bitung dengan waktu tempuh dua Minggu. 

Dengan pelayaran langsung Davao - Bitung dan Bitung - Davao ini, tidak perlu lagi  melalui Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Jawa dan waktunya hanya 1-2 hari saja sehingga daya saing pun akan meningkat, selain  memangkas biaya yang dikeluarkan para eksportir.

Sebagai BUMN penyedia jasa kepelabuhanan,  Pelindo IV telah berinisiatip dan akan terus mendukung penuh kegiatan tersebut.  Doso bejanji akan melakukan penataan konektivitas domesil  guna memperkuat pelayanan baru ini. Hal tsb merupakan wujud nyata dari program BUMN Hadir Untuk Negeri  yang di canangkan Kementerian BUMN.

"Saat ini, lapangan penumpukan di Pelabuhan Bitung mampu menampung sebanyak 300.000 TEUs," jelasnya.

Sementara itu Dirjen Perhubungan Laut, Tonny Budiono mengatakan, setelah menghubungkan ke Davao Filipinan, nanti kapal jenis Ro0ro ini akan dikembangkan ke sejumlah elabuhan di negara-negara kaasan ASEAN.

Menurutnya, pelayaran Perdana Kapal Ro-Ro Rute Davao/General Santos Filipina - Bitung Indonesia ini merupakan perwujudan dari Penandatanganan Deklarasi Bersama tentang Konektivitas Laut Indonesia-Filipina yang dilakukan pada 28 April 2017 dan secara resmi telah diluncurkan pada 30 April 2017 lalu di Manila Filipina.

"Hal ini merupakan prestasi bangsa Indonesia yang tentunya menjadi bagian penting dari pembangunan konektivitas ASEAN," kata Tonny. (Syam S)


Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 17 Februari 2018
KESELAMATAN PENERBANGAN
Cuaca Ekstrim, Sektor Penerbangan Terganggu

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso  mengingatkan  semua pihak di sektor penerbangan bersatu mentaati peraturan dalam menghadapi cuaca ekstrim di bulan Februari ini. Semua pihak . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Sabtu, 17 Februari 2018
KOMPETENSI
Pekerja Perkeretaapian Wajib Memiliki Sertifikat Keterampilan

Bisnisnews.id  -  Para petugas perkeretaapian diwajibkan mengikuti uji kelaikan  sesuai bidangnya masing-masing. Ditjen Perkeretaapian Kemenhub  mentargetkan, tahun ini sebanyak 2000 orang akan mendapatkan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Sabtu, 17 Februari 2018
IMO
Biaya Perawatan Prasana Kereta Api Tahun Ini Rp 1,3 Triliun

Bisnisnews.id - Ditjen Perkeretaapian Kemenhub  tahun ini alokasikan anggaran Rp 1.3 triliun untuk biaya perawatan prasarana perkeretaapian atau  Infrastructure Maintenance and Operation (IMO). Biaya yang bersumber . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 16 Februari 2018
FASILITAS BANDARA
Area Parkir TOD M1 Soetta Beroperasi Maret 2018

Bisnisnews.id - PT Anglasa Pura II rampungkan pembangunan kawasan transit terpadu atau transit oriented development (TOD) di Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang dan  akan  beroperasi 1 Maret 2018 . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 16 Februari 2018
BOLA
Indosiar Kejar Rating Siaran Langsung Final Piala Presiden

Bisnisnews.id – Sebagai pemegang hak siar turnamen Piala Presiden, Indosiar telah memiliki target rating mencapai 40 persen. Mengingat animo masyarkat yang sangat tinggi terhadap laga penutup Piala Presiden 2018.   . . .
Selengkapnya