Jumat, 22 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hukum / Berita

KORUPSI BERJAMAAH
Selasa, 02 Mei 2017 23:33 WIB

Soal Pernyataannya Tentang Setya Novanto Pada Kasus e-KTP, Yorrys Dapat Peringatan DPP Golkar 



Bisnisnews.id-Ketua Koordinator Bidang Polhukam Golkar Yorrys Raweyai, mendapat surat peringatan tertulis Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terkait ucapannya yang menyatakan, Setya Novanto hampir menjadi tersangka kasus mega korupsi pada proyek KTP Elektronik (e-KTP).

Keterangan soal surat peringatan itu disampaikan Ketua Bidang Organisasi Keanggotaan dan Daerah DPP Golkar Freddy Latumahina, di gedung DPP Partai Golkar, Selasa (2/5/2017).

Surat peringatan yang ditandatangani Ketua Umum Golkar Setya Novanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham itu, kata Freddy sebagai akibat pernyataan Yorrys Raweyai yang mengatakan Ketum Golkar Setya Novanto hampir pasti menjadi tersangka kasus e-KTP.

Kata Freddy, dirinya hanya mendapatkan tugas dari DPP Golkar untuk menyampaikan surt itu kepada  Yorrys. "Hari ini saya dapat tugas dari DPP menyampaikan surat kepada Pak Yorrys surat itu adalah surat peringatan dari DPP PG," jelasnya.

Kata Freddy, dalam sikapnya terhadap Ketua Umum partai berlambang pohon beringin itu, kata Freddy, yang bersangkutan melanggar kesepakatan rapat harian DPP Golkar sehingga diberi peringatan. "Beliau dianggap melanggar kesepakatan rapat sehingga DPP memberi peringatan," jelasnya.

BACA JUGA: Buronan KPK Dalam Kasus Mega Korupsi Berjamaah di Proyek KTP Elektronik (e-KTP) Miryam Tertangkap

Rapat pengurus harian DPP Golkar pada 5 April 2017 memutuskan seluruh jajaran pengurus dan kader untuk menjaga soliditas partai dan kompak menjaga soliditas menjelang Pilkada 2018 serta Pemilu Legislatif 2019.

"Apabila ada hal-hal yang harus disampaikan maka yang pertama dibicarakan di dalam rapat kemudian DPP menetapkan juru bicaranya. Kesepakatan itu kita pegang sampai sekarang," kata Freddy.

Yorrys, menurut Freddy telah mengeluarkan pernyataan yang menggegerkan DPP Golkar pada 28 April 2017. Padahal keputusan sebelum dibahas di dalam partai tidak boleh disampaikan ke publik. Itu ide yang baik padahal menurut kita. Ternyata hal itu beliau lampaui. 

Kata Freddy, karena sikapnya itu, DPP merasa perlu memberikan peringatan, berupa peringatan tertulis. "Itu yang ingin kami sampaikan, peringatan tertulis ada disini. Untuk diketahui sekalian," jelasnya. (Syam S)


Baca Juga

 

Arena  -  Jumat, 22 Juni 2018
BOLA
Messi Terancam Angkat Koper dari Russia

Bisnisnews.id - Argentina terancam angkat koper dari Piala Dunia 2018. Hal tersebut menyusul kekalahan pahit saat menghadapi Kroasia dengan skor besar 0-3 pada lanjutan pertandingan Grup D di Stadion Nizhny Novgorod, Jumat (22/6/2018).   Berstatus . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
ASIAN GAMES 2018
Menpora Kembali Ingatkan Target 10 Besar

Bisnisnews.id – Hari pertama masuk kerja usai cuti bersama Idul Fitri seluruh pejabat, staf Kemenpora menggelar Halal Bihalal 1439 H tahun 2018 dengan Menpora Imam Nahrawi, Ketua Inasgoc Erick Thohir, Ketua Inapgoc Raja . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
BOLA
Gede Siapkan Layar Lebar pada Laga Persija vs Persebaya

Bisnisnews.id – Menyambut pertandingan Persjia Jakarta kontra Persebaya Surabaya yang akan tersaji pada 26 Juni 2018. Gede Widiade berjanji akan menyiapkan layar lebar di beberapa wilayah agar para supoerter The Jakmania . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Kamis, 21 Juni 2018
TRAGEDI DANAU TOBA
ABK KM Sinar Bangun dan Patugas Dishub Tigaras Diperiksa Polisi

Bisnisnews.id - Tiga petugas Dinas Perhubungan di Pelabuhan Tigaras dan empat  anak buah kapal (ABK)  diperiksa pihak Kepolisian terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun di kawasan Danau Toba yang diduga membawa ratusan  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
PIALA DUNIA
Jagoan Sayap Kiri Denmark Sewa Jet Pribadi Untuk Melihat Istrinya Melahirkan

Bisnisnews.id  -  Jagoan sayap kiri Denmark, Jonas Knudsen harus absen beberapa jam karena istri tercintanya Trine melahirkan. Ini adalah kelahiran yang ditunggu-tunggu saat  para bintang lapangan hijau  berlaga. . . .
Selengkapnya