Rabu, 18 Oktober 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Opini / / Berita

OPINI PUBLIK
Rabu, 03 Mei 2017 19:24 WIB

Direksi Baru Garuda, Blunder Bagi Manajemen  ....


Saat ini Kemenhub tengah mengevaluasi susunan Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk karena dihapusnya posisi Direktur Operasional oleh pemegang saham dan menggantinya dengan Direktur Produksi.

Direktur AIAC, Arista Atmadjati:  "Garuda Indonesia menurut saya telah membuat dua langkah blunder. Yakni, pada saat RUPSL 12 April 2017 lalu telah mengganti direksi yang mayoritas bukan dari unsur airlines. Yang  mengherankan lagi ialah, dalam RUPS, pemegang saham mengangkat Direktur Kargo, padahal Garuda Indonesia tidak mempunyai pesawat pengangkut khusus kargo (freighter).

Baca Sebelumnya : Terus Merugi dan Tidak Pernah Kasih Deviden, Ada Apa Dengan-mu Garuda ......

Bisnisnews.id - Sebagai maskapai kelas dunia  yang telah masuk aliansi Sky Team, langganan  meraih penghargaan dari lembaga pemeringkat maskapai kelas dunia Skytrax, pemegang safety rangking 1 USA FAA, serta pemegang lisensi safety IOSA dengan audit 900 item, rasanya aneh bila tidak lagi memiliki direktur operasi. 

Maskapai yang telah mengantongi  EASA (Eropa Standard Safety) telah menggantikan posisi direktur operasi dengan direktur produksi, yang membawahi bidang perawatan dan operasional. Menurut Arista Atmajati itu adalah sesuatu yang aneh. 

"Penghapusan  Direktorat Teknik dan Operasi sungguh di luar dugaan. Mengingat, bisnis maskapai adalah sebuah bisnis mata rantai dengan tingkat keselamatan zero accident. Tingkat kelayakan udara harus  prima dan semua unit darat dan udara padat aturan," jelasnya . 

Kata Arista, bukanlah sesuatu yang mengherankan ketika direktur produksi yang bukan dipimpin Captain Senior berlisensi tinggi, telah  mendulang komentar miring para analis penerbangan Indonesia, mengingat maskapai  Garuda Indonesia telah dikenal oleh FAA, IOSA, dan EASA maka penggantiannya menjadi direktorat produksi akan mengganggu kinerja .

Patut dicermati bahwa tidak adanya Direktur Operasi dan Direktur Pemeliharaan Pesawat, artinya  Garuda Indonesia Tbk (GIAA) telah mengubah nomenklatur guna melakukan transformasi bisnis. 

Dalam perubahan nomenklatur tersebut, nantinya operasi kelaikan dan kesehatan pesawat menjadi tanggung jawab Chief Operations, Chief Pilots, Chief Engineering dan GMF di bawah koordinasi Direktur Produksi. Artinya, posisi kendali keamanan atau safety operation tidak lagi sejajar dengan direksi, tapi di bawah direksi.

Perubahan nomenklatur yang dilakukan Garuda ini telah dilaporkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan agar sesuai dengan CASR (Civil Aviation Safety Regulation).  

Masalahnya, orang yang ditunjuk wajib memenuhi persyaratan CASR yaitu pilot senior berlisensi ATPL (Air Transport Pilot Licence). Saat ini bola panas diterima atau tidaknya perubahan nomenklatur tersebut itu ada di Kemenhub.

"Bisa saja itu dilakukan karena ada penanggung jawab Operasi & Maintenance yang mematuhi CASR, sejauh Kemenhub menyetujui dan konsisten boleh berlaku untuk maskapai-maskapai lainnya."

Namun,  nampaknya polekmik tidak akan lama, karena kantor Kementerian BUMN santer akan segera mengembalikan organisasinya ke model yang lama dengan tetap mengakomodir Direktoran Operasi dan Teknik. Tapi tetap akan muncul masalah besar, yakni begitu tambunnya organisasi baru Garuda nantinya , dengan tetap adanya Direktorat Teknik, Operasi, Produksi dan Direktur Cargo," jelasnya.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan perombakan jajaran direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) dan mengangkat tujuh orang direktur yang baru. Tujuh orang tersebut adalah Pahala Nugraha Mansury yang diangkat sebagai Direktur Utama, Helmi Imam Satriyono sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Nicodemus P Lampe sebagai Direktur Layanan, Puji Nur Handayani sebagai Direktur Produksi, Nina Sulistyowati sebagai Direktur Marketing dan Teknologi Informasi, Linggarsari Soeharso sebagai Direktur SDM dan Umum, dan Sigit Muhartono sebagai Direktur Kargo.

Menyoroti Direktur Cargo, Arista berpendapat, "Yang super aneh 'kan Garuda tidak mempunyai pesawat pengangkut khusus kargo, namun organisasinya malah justru dinaikkan menjadi sebuah direktorat dengan satu direktur dan beberapa Vice  President, Senior Manager."

Ini akan  semakin membuat lini organisasi kantor pusat dan area semakin tidak efisien alias pemborosan biaya organisasi. Di area manajemen kantor cabang juga terlalu banyak level pejabat setara Senior Manager. Sebagai contoh, di area ada dua senior manager untuk pekerjaan sebagai quality assurance.  

CEO Garuda Indonesia, Pahala Mansury baru-baru ini telah merilis laporan keuangan selama triwulan 1 dan mencatat kerugian 99,1 juta dollar AS hanya dalam waktu 3 bulan. Tidaklah mengherankan bila Menteri  BUMN mencatat Garuda Indonesia adalah satu dari 25 BUMN yang pada triwulan 1/ 2017 menyumbang total kerugian 25 triliun. (Syam S)


Baca Juga

 

Internasional  -  Rabu, 18 Oktober 2017
Serangan Mematikan  "Drone"  di Pakistan, 26 Pejuang Taliban Tewas

Bisnisnews.id-Serangan pesawat tanpa awak milik Amerika di sebuah kompleks yang digunakan oleh jaringan Haqqani yang bermarkas di Taliban menimbulkan banyak korban. Selasa sore (17/10/2017) dilaporkan, tercatat 26 orang tewas. Serangan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 18 Oktober 2017
PENDAPATAN NEGARA
Pariwisata Penyumbang Devisa Terbesar di 2019

Bisnisnews.id-Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada 2019 dengan nilai mencapai 24 miliar dolar AS melampaui sektor migas dan minyak kelapa sawit . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 18 Oktober 2017
Gaya "Unik" Sandiaga Uno di Acara Syukuran  ....

Bisnisnews.id-Keunikan yang dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno dalam acara Selametan Jakarta, saat dirinya sengaja mencopot satu per satu atribut pakaian dinas upacara (PDU) yang dikenakannya. Kemudian Sandi memberikan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 17 Oktober 2017
TOL LAUT
KM Sabuk Nusantara 93 Milik Ditjen Hubla Diluncurkan

Bisnisnews.id-Steadfast Marine  selesaikan pembangunan kapal perintis ke tujuh dari 13 kapal pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Masing-masing type 1200 GT  dan 2000 GT dengan total . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 17 Oktober 2017
RETORIKA
Korut : Perang Rudal Dapat Dimulai Kapan Saja

Bisnisnews.id - Wakil Duta Besar PBB untuk Korea Utara memperingatkan Senin 16 Oktober bahwa situasi di semenanjung Korea telah mencapai titik sentuh dan perang nuklir dapat terjadi kapan saja. Kim In-ryong mengatakan kepada . . .
Selengkapnya