Rabu, 18 Oktober 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

HUBUNGAN INDUSTRIAL
Kamis, 04 Mei 2017 13:59 WIB

Pilot Garuda Indonesia  Ancam Mogok Operasi



Bisnisnews.id-Sekretariat Bersama (Sekber ) Serikat Karyawan  PT. Garuda Indonesia mengancam mogok operasi jika Direktur Operasi dan Direktur Teknik tetap dihilangkan dalam nomenklatur pimpinan Garuda Indonesia.

Tindakan industrial yang terpaksa dilakukan para pilot dan karyawan ini,  imbas dari putusan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Garuda Indonesia 12 April 2017 lalu, yang menghilangkan dua direktorat di jajaran direksi.

Atas putusan pemegang saham itu, para pilot  yang tergabung dalam Assosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) telah menimbulkan kegelisahan. "Kita tidak punya direktur operasi dan teknik dan kalau ada eksiden maupun insiden maka yang disalahkan adalah pilot. Tidak ada lagi pejabat struktural yang bisa mengambil keputusan,"   kata Ketua APG  Capt. Bintang Hardiono dalam keterangannya, Kamis (4/5/2017) di Jakarta.

Kata Bintang, tindakan industrial itu selain mogok operasi juga berupa pelambatan (slow down). "Ini terpaksa kami lakukan karena mereka tidak mau mendengar suara kami sebagai penerbang,"jelasnya.

Ketua Umum  Sekarga Ahmad Irfan, menuturkan RUPS Garuda Indonesia yang telah menghilangkan Direktorat Operasi dan Direktorat Teknis merupakan bentuk  pelanggaran terhadap  UU no. 1/ 2009 tentang Penerbangan.

Seperti tercantum dalam pasal 42 huruf d dan Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 121.59 tentang Management Personnel Required dan CASR 121.61 tentang Minimum Qualifications of Management Personel serta Operation Manual-A dari Garuda Indonesia.

Kata Ahmad, pelanggaran yang dilakukan itu sangat berpengaruh terhadap kinerja pilot maupun karyawan.  Padahal saat ini Garuda sedang dilakukan audit untuk perpanjangan air operator certificate (AOC) yang akan habis Juni mendatang.

Direktorat Operasi dan teknis adalah bagian dari persyaratan mendapatkan AOC.  Kalau perysratan itu tidak dipenuhi akan dibekukan," jelasnya.

Presiden APG Capt. Bintang Hardiono, menegaskan dengan pelanggaran itu
 AOC terancam dicabut karena Garuda bisa dianggap melanggar keselamatan penerbangan.

"Semua aturan tersebut terkait dengan keselamatan penerbangan. Sementara di penerbangan itu, yang paling utama adalah soal keselamatan dan keamanan penerbangan, setelah itu regularity, service dan ekonomi,"  kata Bintang.

Ditegaskan, pemegang saham hanya memikirkan sisi bisnisnya, tidak mau melihat sisi keselamatan. " Kalau adalah eksiden dan insiden penumpang tahunya pilot yang bodoh," ungkapnya.

Pilot senior Garuda, Capt. Shadrach Nababan, pelanggaran aturan yang dilakukan Garuda bisa juga berdampak kepada penerbangan Indonesia secara Internasional.

Kata Shadrach aturan penerbangan itu dari internasional dan nasional. "Kalau kita langgar, bisa saja kita dapat sanksi lagi dari internasional. Misalnya, kategori kita oleh FAA ( otoritas penerbangan AS) bisa diturunkan lagi ke kategori 2, sama dengan negara-negara di Afrika. Karena yang kita langgar ini terkait keselamatan penerbangan,"  tambahnya.(Syam S)


Baca Juga

 

Internasional  -  Rabu, 18 Oktober 2017
Serangan Mematikan  "Drone"  di Pakistan, 26 Pejuang Taliban Tewas

Bisnisnews.id-Serangan pesawat tanpa awak milik Amerika di sebuah kompleks yang digunakan oleh jaringan Haqqani yang bermarkas di Taliban menimbulkan banyak korban. Selasa sore (17/10/2017) dilaporkan, tercatat 26 orang tewas. Serangan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 18 Oktober 2017
PENDAPATAN NEGARA
Pariwisata Penyumbang Devisa Terbesar di 2019

Bisnisnews.id-Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada 2019 dengan nilai mencapai 24 miliar dolar AS melampaui sektor migas dan minyak kelapa sawit . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 18 Oktober 2017
Gaya "Unik" Sandiaga Uno di Acara Syukuran  ....

Bisnisnews.id-Keunikan yang dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno dalam acara Selametan Jakarta, saat dirinya sengaja mencopot satu per satu atribut pakaian dinas upacara (PDU) yang dikenakannya. Kemudian Sandi memberikan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 17 Oktober 2017
TOL LAUT
KM Sabuk Nusantara 93 Milik Ditjen Hubla Diluncurkan

Bisnisnews.id-Steadfast Marine  selesaikan pembangunan kapal perintis ke tujuh dari 13 kapal pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Masing-masing type 1200 GT  dan 2000 GT dengan total . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 17 Oktober 2017
RETORIKA
Korut : Perang Rudal Dapat Dimulai Kapan Saja

Bisnisnews.id - Wakil Duta Besar PBB untuk Korea Utara memperingatkan Senin 16 Oktober bahwa situasi di semenanjung Korea telah mencapai titik sentuh dan perang nuklir dapat terjadi kapan saja. Kim In-ryong mengatakan kepada . . .
Selengkapnya