Senin, 21 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

HUBUNGAN INDUSTRIAL
Kamis, 04 Mei 2017 13:59 WIB

Pilot Garuda Indonesia  Ancam Mogok Operasi



Bisnisnews.id-Sekretariat Bersama (Sekber ) Serikat Karyawan  PT. Garuda Indonesia mengancam mogok operasi jika Direktur Operasi dan Direktur Teknik tetap dihilangkan dalam nomenklatur pimpinan Garuda Indonesia.

Tindakan industrial yang terpaksa dilakukan para pilot dan karyawan ini,  imbas dari putusan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Garuda Indonesia 12 April 2017 lalu, yang menghilangkan dua direktorat di jajaran direksi.

Atas putusan pemegang saham itu, para pilot  yang tergabung dalam Assosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) telah menimbulkan kegelisahan. "Kita tidak punya direktur operasi dan teknik dan kalau ada eksiden maupun insiden maka yang disalahkan adalah pilot. Tidak ada lagi pejabat struktural yang bisa mengambil keputusan,"   kata Ketua APG  Capt. Bintang Hardiono dalam keterangannya, Kamis (4/5/2017) di Jakarta.

Kata Bintang, tindakan industrial itu selain mogok operasi juga berupa pelambatan (slow down). "Ini terpaksa kami lakukan karena mereka tidak mau mendengar suara kami sebagai penerbang,"jelasnya.

Ketua Umum  Sekarga Ahmad Irfan, menuturkan RUPS Garuda Indonesia yang telah menghilangkan Direktorat Operasi dan Direktorat Teknis merupakan bentuk  pelanggaran terhadap  UU no. 1/ 2009 tentang Penerbangan.

Seperti tercantum dalam pasal 42 huruf d dan Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 121.59 tentang Management Personnel Required dan CASR 121.61 tentang Minimum Qualifications of Management Personel serta Operation Manual-A dari Garuda Indonesia.

Kata Ahmad, pelanggaran yang dilakukan itu sangat berpengaruh terhadap kinerja pilot maupun karyawan.  Padahal saat ini Garuda sedang dilakukan audit untuk perpanjangan air operator certificate (AOC) yang akan habis Juni mendatang.

Direktorat Operasi dan teknis adalah bagian dari persyaratan mendapatkan AOC.  Kalau perysratan itu tidak dipenuhi akan dibekukan," jelasnya.

Presiden APG Capt. Bintang Hardiono, menegaskan dengan pelanggaran itu
 AOC terancam dicabut karena Garuda bisa dianggap melanggar keselamatan penerbangan.

"Semua aturan tersebut terkait dengan keselamatan penerbangan. Sementara di penerbangan itu, yang paling utama adalah soal keselamatan dan keamanan penerbangan, setelah itu regularity, service dan ekonomi,"  kata Bintang.

Ditegaskan, pemegang saham hanya memikirkan sisi bisnisnya, tidak mau melihat sisi keselamatan. " Kalau adalah eksiden dan insiden penumpang tahunya pilot yang bodoh," ungkapnya.

Pilot senior Garuda, Capt. Shadrach Nababan, pelanggaran aturan yang dilakukan Garuda bisa juga berdampak kepada penerbangan Indonesia secara Internasional.

Kata Shadrach aturan penerbangan itu dari internasional dan nasional. "Kalau kita langgar, bisa saja kita dapat sanksi lagi dari internasional. Misalnya, kategori kita oleh FAA ( otoritas penerbangan AS) bisa diturunkan lagi ke kategori 2, sama dengan negara-negara di Afrika. Karena yang kita langgar ini terkait keselamatan penerbangan,"  tambahnya.(Syam S)


Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 21 Mei 2018
BOLA
Mourinho: Chelsea Juara Piala FA Dengan 9 Pemain Bertahan

Bisnisnews.id – Tumpulnya lini serang Manchester United, dikonfirmasi oleh sang pelatih Jose Mourinho akibat dari hilangnya sosok Romelu Lukaku pada saat pertandingan final Piala FA di Stadion Wembley, (19/5/2018).   “Agak . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 21 Mei 2018
BOLA
Klopp Dambakan Pertemuan Dengan Zidane

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengaku bahwa dirinya sudah tidak sabar menghadapai Real Madrid yang ditukangi Zinedine Zidane dalam final Liga Champions 2017/2018 yang akan diselenggarakan di Stadion Olimpiade . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 21 Mei 2018
MASKAPAI ASING
Ethopian Terbangi Langit Jakarta Mulai 17 Juli 2018

Bisnisnews.id - Ethiopian Airlines akan meluncurkan layanan tiga kali seminggu ke Jakarta pada 17 Juli. Rute tersebut akan diterbangkan oleh pesawat B787-8 Dreamliner mewakili koneksi pertama antara Afrika dan Indonesia. CEO Ethiopian . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 21 Mei 2018
MUBALIG
Menag Dinilai Salah Langkah Soal 200 Nama Penceramah

Bisnisnews.id - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didesak segera menarik kembali 200 nama para mubaligh atau peceramah yang telah dirlisnya beberapa waktu lalu. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 21 Mei 2018
INFRASTRUKTUR
Pemerintah Akan Genjot Pengembangan Potensi Wisata di Padang

Bisnisnews.id - Pemerintah mendorong, seluruh potensi pariwisata di Sumatera Barat atau padang harus dikembangkan, seiring perbaikan infrastruktur di kota itu dalam menunjang kelacaran logistik dan perekonomian masyarakat. Terkait . . .
Selengkapnya