Kamis, 23 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Properti / Berita

PROPERTI
Minggu, 07 Mei 2017 23:36 WIB

Reklamasi Teluk Jakarta Hanya Menguntungkan Pengembang 



Bisnisnews.id-Proyek reklamasi  teluk Jakarta semakin memanas. Rencana besar pengembang perumahan mewah yang telah mendapat restu Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama alias Ahok itu  dinilai bukan hanya merjsak lingkungan tapi juga menambah penderitaan nelayan di kawasan itu

Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) dan Komunitas Nelayan  Tradisional Indonesia 7(KNTI)  bersama Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta  Minggu (7/5/2017) di gedung LBH Jakarta menyampaikan pernyataan berupa kutukan dan penolakan.

Para aktivis dan LSM itu  menegaskan, proyek reklamasi itu sudah sangat menyengsarakan rakyat kecil, terutama nelayan.

Pernyataan dan kutukan itu disampaikan menyusul rencana melanjutkan kembali reklamasi di Teluk Jakarta .  Proyek itu  ungkaonya hanya menguntungkan pengembang dan tidak punya manfaat bagi lingkungan  dan masyarakat.

Iwan anggota KNT Muara Angke menyatakan,  pemerintah tidak boleh melanjutkan rencana reklamasi teluk Jakarta. "Dulu sudah jelas bahwa reklamasi tidak akan dilanjutkan kembali. Tapi belakangan ini kami mendengar, bahwa Pemerintah Provinsi dan juga Kementrian Pusat sedang proses pembuatan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)" terangnya di depan awak media.

Dirinya juga menyayangkan sikap Pemerintah yang dianggap tidak konsekuen pada keputusaan awal dari Kementrian Koordinator Maritim yang tidak terbuka atas pernyataan informasi dari Menkomaritim.

"Dulu bapak Rizal Ramli sebelum Luhut Pandjaitan menjabat beliau sangat tegas melarang adanya reklamasi. Tapi kenapa saat ini Luhut malah menantang kami," ungkapnya.

Menurutnya, jika reklamasi di Teluk Jakarta akan kembali dilakukan dirinya akan siap melawan dan mengumpulkan para nelayan.

"Kita sangat menyayangkan adanya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi yang selalu memaksakan kehendak. Kami nelayan tidak akan menyerah melawan reklamasi karena merusak lingkungan dan wilayah kami. Sampai saat ini kerusakan sudah ada tapi tidak ada yang mau bertanggung jawab," tegas Iwan.

Mangsali nelayan Muara Angke yang mengaku sudah mengais rejeki puluhan tahun di teluk tersebut mengaku  reklamasi itu telah memutus mata pencariannya. Ditehaslan  bila pemerintah tetap mengizinka untuk dilanjutka , sama saja mematikan kehidupan mereka.

"Dengan reklamasi sama saja mereka mau membunuh kita. Kami tetap tidak akan menerima adanya reklamasi di wilayah kami," tuturnya. (Iqbal)







Baca Juga

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
KECELAKAAN
Delapan Selamat Setelah Pesawat AL AS Jatuh DI Laut Jepang

Bisnisnews.id - Tim penyelamat telah menyelamatkan delapan orang ke tempat yang aman di selatan Jepang setelah sebuah pesawat Angkatan Laut AS dengan 11 orang di kapal jatuh di Laut Filipina. Pasukan Jepang dan Amerika bergegas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
TERORIS
Pakistan Bebaskan Dalang Serangan Mumbai

Bisnisnews.id - Pengadilan Pakistan pada hari Rabu 22 November memerintahkan pembebasan salah satu dalang dugaan serangan Mumbai 2008 yang menewaskan lebih dari 160 orang, setelah berbulan-bulan AS menekan Islamabad atas dugaan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
ZIMBABWE
Mugabe Keluar, Buaya Pulang Ambil Alih

Bisnisnews.id - Wakil presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa akan terbang pulang pada hari Rabu 22 November untuk mengambil alih kekuasaan setelah pengunduran diri Robert Mugabe yang mengakhiri masa pemerintahan 37 tahun yang otoriter. Dia . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
SERBIA
Dipenjara Seumur Hidup, Penjagal Bosnia Dinyatakan Bersalah Atas Genosida

Bisnisnews.id - Juri PBB pada hari Rabu 22 November menghukum mantan komandan Serbia Bosnia, Ratko Mladic untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah menemukannya bersalah melakukan genosida dan kejahatan perang dalam . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 22 November 2017
LIBANON
PM Hariri Tidak Jadi Undur Diri

Bisnisnews.id - Perdana Menteri Libanon Saad Hariri mengatakan pada hari Rabu 22 November bahwa dia menangguhkan pengunduran dirinya, sambil menunggu jalan keluar potensial dari sebuah krisis politik yang telah mengguncang negara . . .
Selengkapnya