Selasa, 19 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Properti / Berita

PROPERTI
Minggu, 07 Mei 2017 23:36 WIB

Reklamasi Teluk Jakarta Hanya Menguntungkan Pengembang 



Bisnisnews.id-Proyek reklamasi  teluk Jakarta semakin memanas. Rencana besar pengembang perumahan mewah yang telah mendapat restu Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama alias Ahok itu  dinilai bukan hanya merjsak lingkungan tapi juga menambah penderitaan nelayan di kawasan itu

Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) dan Komunitas Nelayan  Tradisional Indonesia 7(KNTI)  bersama Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta  Minggu (7/5/2017) di gedung LBH Jakarta menyampaikan pernyataan berupa kutukan dan penolakan.

Para aktivis dan LSM itu  menegaskan, proyek reklamasi itu sudah sangat menyengsarakan rakyat kecil, terutama nelayan.

Pernyataan dan kutukan itu disampaikan menyusul rencana melanjutkan kembali reklamasi di Teluk Jakarta .  Proyek itu  ungkaonya hanya menguntungkan pengembang dan tidak punya manfaat bagi lingkungan  dan masyarakat.

Iwan anggota KNT Muara Angke menyatakan,  pemerintah tidak boleh melanjutkan rencana reklamasi teluk Jakarta. "Dulu sudah jelas bahwa reklamasi tidak akan dilanjutkan kembali. Tapi belakangan ini kami mendengar, bahwa Pemerintah Provinsi dan juga Kementrian Pusat sedang proses pembuatan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)" terangnya di depan awak media.

Dirinya juga menyayangkan sikap Pemerintah yang dianggap tidak konsekuen pada keputusaan awal dari Kementrian Koordinator Maritim yang tidak terbuka atas pernyataan informasi dari Menkomaritim.

"Dulu bapak Rizal Ramli sebelum Luhut Pandjaitan menjabat beliau sangat tegas melarang adanya reklamasi. Tapi kenapa saat ini Luhut malah menantang kami," ungkapnya.

Menurutnya, jika reklamasi di Teluk Jakarta akan kembali dilakukan dirinya akan siap melawan dan mengumpulkan para nelayan.

"Kita sangat menyayangkan adanya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi yang selalu memaksakan kehendak. Kami nelayan tidak akan menyerah melawan reklamasi karena merusak lingkungan dan wilayah kami. Sampai saat ini kerusakan sudah ada tapi tidak ada yang mau bertanggung jawab," tegas Iwan.

Mangsali nelayan Muara Angke yang mengaku sudah mengais rejeki puluhan tahun di teluk tersebut mengaku  reklamasi itu telah memutus mata pencariannya. Ditehaslan  bila pemerintah tetap mengizinka untuk dilanjutka , sama saja mematikan kehidupan mereka.

"Dengan reklamasi sama saja mereka mau membunuh kita. Kami tetap tidak akan menerima adanya reklamasi di wilayah kami," tuturnya. (Iqbal)







Baca Juga

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
SIDANG PBB 72
Buka Sidang, Sekjen PBB Angkat Isu Korut Dan Myanmar

Bisnisnews.id - Kecemasan global tentang perang nuklir berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa dekade, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada hari Selasa 19 September saat ia membuka pertemuan para pemimpin . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
PERANG RUDAL
Jepang Sebar Pencegat Rudal Di Jalur Peluncuran Korut

Bisnisnews.id - Jepang pada hari Selasa 19 September memindahkan sistem pertahanan rudal di pulau utara Hokkaido ke sebuah pangkalan dekat rute peluncuran rudal Korea Utara terakhir. Menteri Pertahanan Itsunori Onodera mengatakan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
INVESTASI ASING
Uni Eropa Peringatkan China : Ekonomi Terbuka Atau Tanggung Resiko

Bisnisnews.id - Kelompok bisnis mendesak China pada hari Selasa 19 September untuk melaksanakan janji-janji keterbukaan ekonominya dan memperingatkan bahwa pergerakan lamban dapat memicu reaksi balik terhadap perdagangan bebas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Penyelidik PBB Tuntut Akses Penuh Tanpa Batas ke Myanmar

Bisnisnews.id - Penyelidik HAM PBB pada hari Selasa 19 September mengatakan bahwa mereka membutuhkan akses penuh dan tak terbatas ke Myanmar untuk menyelidiki krisis yang sedang berlangsung, namun pemerintah menolak penyelidikan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Akhirnya Angkat Bicara, Suu Kyi Tolak Kritik Dunia

Bisnisnews.id - Aung San Suu Kyi mengatakan pada hari Selasa 19 September bahwa dia tidak takut pada pengawasan dunia atas krisis Rohingya, berjanji untuk menahan pelanggar HAM dan memukimkan kembali beberapa dari 410 ribu Muslim . . .
Selengkapnya