Jumat, 23 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Properti / Berita

PROPERTI
Minggu, 07 Mei 2017 23:36 WIB

Reklamasi Teluk Jakarta Hanya Menguntungkan Pengembang 



Bisnisnews.id-Proyek reklamasi  teluk Jakarta semakin memanas. Rencana besar pengembang perumahan mewah yang telah mendapat restu Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama alias Ahok itu  dinilai bukan hanya merjsak lingkungan tapi juga menambah penderitaan nelayan di kawasan itu

Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) dan Komunitas Nelayan  Tradisional Indonesia 7(KNTI)  bersama Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta  Minggu (7/5/2017) di gedung LBH Jakarta menyampaikan pernyataan berupa kutukan dan penolakan.

Para aktivis dan LSM itu  menegaskan, proyek reklamasi itu sudah sangat menyengsarakan rakyat kecil, terutama nelayan.

Pernyataan dan kutukan itu disampaikan menyusul rencana melanjutkan kembali reklamasi di Teluk Jakarta .  Proyek itu  ungkaonya hanya menguntungkan pengembang dan tidak punya manfaat bagi lingkungan  dan masyarakat.

Iwan anggota KNT Muara Angke menyatakan,  pemerintah tidak boleh melanjutkan rencana reklamasi teluk Jakarta. "Dulu sudah jelas bahwa reklamasi tidak akan dilanjutkan kembali. Tapi belakangan ini kami mendengar, bahwa Pemerintah Provinsi dan juga Kementrian Pusat sedang proses pembuatan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)" terangnya di depan awak media.

Dirinya juga menyayangkan sikap Pemerintah yang dianggap tidak konsekuen pada keputusaan awal dari Kementrian Koordinator Maritim yang tidak terbuka atas pernyataan informasi dari Menkomaritim.

"Dulu bapak Rizal Ramli sebelum Luhut Pandjaitan menjabat beliau sangat tegas melarang adanya reklamasi. Tapi kenapa saat ini Luhut malah menantang kami," ungkapnya.

Menurutnya, jika reklamasi di Teluk Jakarta akan kembali dilakukan dirinya akan siap melawan dan mengumpulkan para nelayan.

"Kita sangat menyayangkan adanya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi yang selalu memaksakan kehendak. Kami nelayan tidak akan menyerah melawan reklamasi karena merusak lingkungan dan wilayah kami. Sampai saat ini kerusakan sudah ada tapi tidak ada yang mau bertanggung jawab," tegas Iwan.

Mangsali nelayan Muara Angke yang mengaku sudah mengais rejeki puluhan tahun di teluk tersebut mengaku  reklamasi itu telah memutus mata pencariannya. Ditehaslan  bila pemerintah tetap mengizinka untuk dilanjutka , sama saja mematikan kehidupan mereka.

"Dengan reklamasi sama saja mereka mau membunuh kita. Kami tetap tidak akan menerima adanya reklamasi di wilayah kami," tuturnya. (Iqbal)







Baca Juga

 

Internasional  -  Jumat, 23 Februari 2018
INDEKS KORUPSI
Peringkat 96, Indonesia Masih Masuk Kategori Negara Korup

Bisnisnews.id - Transparency International merilis Indeks Persepsi Korupsi 2017  dan hasil penemuannya adalah sebagian besar negara di dunia hanya membuat sedikit atau tidak ada kemajuan dalam mengakhiri korupsi. Indonesia . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 23 Februari 2018
EXPO
Kemenpora Pamerkan Industri Olahraga di Kemenkeu

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ikut berpatisipasi pada Pameran Capain Kinerja Kementerian dan Lembaga yang di gelar di Kantor Kementeria Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (22/2/2018). Pada . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
Jurgen Klopp Ingin Kembali ke Era Bill Shankly

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan, klub yang dilatihnya tersebut sarat akan sejarah yang besar dan pelatih-pelatih hebat di masa lampau salah satunya, Klopp menyebut Liverpool era Bill Shankly sebagai . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
KLUB BOLA
AC Milan Bangkrut, Bos Asal Tiongkok Yonghong Li Teriak

Bisnisnews.id – Pemilik AC Milan Yonghong Li akhirnya buka suara dan membantah semua kabar yang menyebutkan bahwa dirinya mengalami masalah finansial dan jatuh bangkrut, Rabu (22/2/2010). Sebelumnya, keuangan Li disebut  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
ASIAN GAMES
Asian Games 2018 Akan Diliput 2000 Wartawan

Bisnisnews.id – Buka hanya ribuan atlet dan ofisial yang bakal menyerbu Palembang, tapi awak media juga akan membanjiri Bumi Sriwijaya guna meliput perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Diperkirakan 2.000 wartawan akan . . .
Selengkapnya