Jumat, 22 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Properti / Berita

PROPERTI
Minggu, 07 Mei 2017 23:36 WIB

Reklamasi Teluk Jakarta Hanya Menguntungkan Pengembang 



Bisnisnews.id-Proyek reklamasi  teluk Jakarta semakin memanas. Rencana besar pengembang perumahan mewah yang telah mendapat restu Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama alias Ahok itu  dinilai bukan hanya merjsak lingkungan tapi juga menambah penderitaan nelayan di kawasan itu

Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) dan Komunitas Nelayan  Tradisional Indonesia 7(KNTI)  bersama Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta  Minggu (7/5/2017) di gedung LBH Jakarta menyampaikan pernyataan berupa kutukan dan penolakan.

Para aktivis dan LSM itu  menegaskan, proyek reklamasi itu sudah sangat menyengsarakan rakyat kecil, terutama nelayan.

Pernyataan dan kutukan itu disampaikan menyusul rencana melanjutkan kembali reklamasi di Teluk Jakarta .  Proyek itu  ungkaonya hanya menguntungkan pengembang dan tidak punya manfaat bagi lingkungan  dan masyarakat.

Iwan anggota KNT Muara Angke menyatakan,  pemerintah tidak boleh melanjutkan rencana reklamasi teluk Jakarta. "Dulu sudah jelas bahwa reklamasi tidak akan dilanjutkan kembali. Tapi belakangan ini kami mendengar, bahwa Pemerintah Provinsi dan juga Kementrian Pusat sedang proses pembuatan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)" terangnya di depan awak media.

Dirinya juga menyayangkan sikap Pemerintah yang dianggap tidak konsekuen pada keputusaan awal dari Kementrian Koordinator Maritim yang tidak terbuka atas pernyataan informasi dari Menkomaritim.

"Dulu bapak Rizal Ramli sebelum Luhut Pandjaitan menjabat beliau sangat tegas melarang adanya reklamasi. Tapi kenapa saat ini Luhut malah menantang kami," ungkapnya.

Menurutnya, jika reklamasi di Teluk Jakarta akan kembali dilakukan dirinya akan siap melawan dan mengumpulkan para nelayan.

"Kita sangat menyayangkan adanya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi yang selalu memaksakan kehendak. Kami nelayan tidak akan menyerah melawan reklamasi karena merusak lingkungan dan wilayah kami. Sampai saat ini kerusakan sudah ada tapi tidak ada yang mau bertanggung jawab," tegas Iwan.

Mangsali nelayan Muara Angke yang mengaku sudah mengais rejeki puluhan tahun di teluk tersebut mengaku  reklamasi itu telah memutus mata pencariannya. Ditehaslan  bila pemerintah tetap mengizinka untuk dilanjutka , sama saja mematikan kehidupan mereka.

"Dengan reklamasi sama saja mereka mau membunuh kita. Kami tetap tidak akan menerima adanya reklamasi di wilayah kami," tuturnya. (Iqbal)







Baca Juga

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
ASIAN GAMES 2018
Menpora Kembali Ingatkan Target 10 Besar

Bisnisnews.id – Hari pertama masuk kerja usai cuti bersama Idul Fitri seluruh pejabat, staf Kemenpora menggelar Halal Bihalal 1439 H tahun 2018 dengan Menpora Imam Nahrawi, Ketua Inasgoc Erick Thohir, Ketua Inapgoc Raja . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
BOLA
Gede Siapkan Layar Lebar pada Laga Persija vs Persebaya

Bisnisnews.id – Menyambut pertandingan Persjia Jakarta kontra Persebaya Surabaya yang akan tersaji pada 26 Juni 2018. Gede Widiade berjanji akan menyiapkan layar lebar di beberapa wilayah agar para supoerter The Jakmania . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Kamis, 21 Juni 2018
TRAGEDI DANAU TOBA
ABK KM Sinar Bangun dan Patugas Dishub Tigaras Diperiksa Polisi

Bisnisnews.id - Tiga petugas Dinas Perhubungan di Pelabuhan Tigaras dan empat  anak buah kapal (ABK)  diperiksa pihak Kepolisian terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun di kawasan Danau Toba yang diduga membawa ratusan  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
PIALA DUNIA
Jagoan Sayap Kiri Denmark Sewa Jet Pribadi Untuk Melihat Istrinya Melahirkan

Bisnisnews.id  -  Jagoan sayap kiri Denmark, Jonas Knudsen harus absen beberapa jam karena istri tercintanya Trine melahirkan. Ini adalah kelahiran yang ditunggu-tunggu saat  para bintang lapangan hijau  berlaga. . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Kamis, 21 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Aktivitas Arus Balik di Bandara Adi Sutjipto dan Sumarmo Lancar

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso melakukan pemantauan atus balilboemydik di  Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta dan  Bandara Adi Sumarmo Solo. "Hari ini secara marathon saya mengunjungi dua bandara . . .
Selengkapnya