Kamis, 23 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Metropolitan / Kriminal / Berita

TEROR
Kamis, 11 Mei 2017 18:17 WIB

Dokter RS Singapura Larang Penyidik Polda Buat BAP Novel



Bisnisnews.id - Upaya Penyidik Polda Metro Jaya melakukan BAP terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, korban teror penyiraman air keras, belum berhasil.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro mengatakan, pihak dokter tempat Nivel dirawat di salah satu rumah sakit yang ada di Singapura tidak mengizinkan.

.Walaupun begitu,  kata Argo, Penyidik mengaku akan kembali ke rumah sakit tersebut untuk meminta keterangan lebih lanjut.

Saat ini Novel Baswedan yang dikenal sebagai penyidik senior KPK tengah melakukan perawatan di rumah sakit yang ada di Singapura. Hal ini dilakukan setelah tragedi kekerasan dengan penyiraman air keras menimpanya tepat sebulan yang lalu.

Dalam hal ini pihak Penyidik Kepolisian dari Polda Metro Jaya mengaku terus berupaya mengungkap kasus tersebut.  Beberapa hari lalu Penyidik Polda Metro Jaya mengunjungi rumah sakit bersama dengan Mabes Polri ke tempat Novel Baswedan dirawat.

"Beberapa hari lalu penyidik dari Polda sama Mabes Polri berangkat ke Singapura. Dengan harapan dapat memeriksa saksi," jelasnya Kamis (11/05/2017).

Kendati demikian, melihat kondisi Novel Baswedan tim dari Kedokteran yang menanganinya tidak memberikan izin tersebut.

"Sampai disana dokter yang merawat belum mengijinkan untuk memeriksa.
Kita negosiasi untuk bicara sedikit dan diperbolehkan tetapi tidak bisa di BAP," ungkap Argo.

Selanjutnya Argo mengaku saat itu Novel memberikan sebuah foto yang dicurigai olehnya. Foto tersebut merupakan foto AL yang hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik.

"Kepolisian selalu menganalisa informasi yang ada. Kepolisian juga langsung sigap bergerak sampai akhirnya pada selasa malam kami menemukan AL," ungkapnya.

Walaupun Argo mengaku hingga saat ini AL mengaku tidak melakukan tindakan tersebut dengan beberapa alibi. Pihaknya dengan tegas akan terus melakukan penyelidikan terhadap AL yang dicurigai oleh saksi Novel Baswedan.

"Kita periksa sampai tadi malam walaupun dia memberikan beberapa  d alibi, atas arahan Kapolri kita tidak boleh untuk mudah percaya," jelasnya.

Dengan demikian Argo menegaskan, selanjutnya pihak kepolisian akan mengecek kebenaran alibi dari AL yang dibeberkan saat pemeriksaan oleh tim penyidik.

"Kita akan cek nanti, dikantor dan juga dengan tim IT kami nanti terkait keberadaan AL pada tanggal 10 dan 11 itu,"tutur Argo.

Selain itu pihaknya mengaku akan kembali mendatangi tempat Penyidik KPK tersebut dirawat untuk kembali meminta keterangan lebih lanjut.

"Sampai saat ini kita belum sempat menanyakan lebih detail ke Novel karena dokter tidak mengizinkan. Kita masih menunggu dan nanti kita akan menanyakan kembali ke beliau," jelasnya. (Balqi).

Baca Juga

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
KECELAKAAN
Delapan Selamat Setelah Pesawat AL AS Jatuh DI Laut Jepang

Bisnisnews.id - Tim penyelamat telah menyelamatkan delapan orang ke tempat yang aman di selatan Jepang setelah sebuah pesawat Angkatan Laut AS dengan 11 orang di kapal jatuh di Laut Filipina. Pasukan Jepang dan Amerika bergegas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
TERORIS
Pakistan Bebaskan Dalang Serangan Mumbai

Bisnisnews.id - Pengadilan Pakistan pada hari Rabu 22 November memerintahkan pembebasan salah satu dalang dugaan serangan Mumbai 2008 yang menewaskan lebih dari 160 orang, setelah berbulan-bulan AS menekan Islamabad atas dugaan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
ZIMBABWE
Mugabe Keluar, Buaya Pulang Ambil Alih

Bisnisnews.id - Wakil presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa akan terbang pulang pada hari Rabu 22 November untuk mengambil alih kekuasaan setelah pengunduran diri Robert Mugabe yang mengakhiri masa pemerintahan 37 tahun yang otoriter. Dia . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
SERBIA
Dipenjara Seumur Hidup, Penjagal Bosnia Dinyatakan Bersalah Atas Genosida

Bisnisnews.id - Juri PBB pada hari Rabu 22 November menghukum mantan komandan Serbia Bosnia, Ratko Mladic untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah menemukannya bersalah melakukan genosida dan kejahatan perang dalam . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 22 November 2017
LIBANON
PM Hariri Tidak Jadi Undur Diri

Bisnisnews.id - Perdana Menteri Libanon Saad Hariri mengatakan pada hari Rabu 22 November bahwa dia menangguhkan pengunduran dirinya, sambil menunggu jalan keluar potensial dari sebuah krisis politik yang telah mengguncang negara . . .
Selengkapnya