Minggu, 20 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Metropolitan / Kriminal / Berita

TEROR
Kamis, 11 Mei 2017 18:17 WIB

Dokter RS Singapura Larang Penyidik Polda Buat BAP Novel



Bisnisnews.id - Upaya Penyidik Polda Metro Jaya melakukan BAP terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, korban teror penyiraman air keras, belum berhasil.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro mengatakan, pihak dokter tempat Nivel dirawat di salah satu rumah sakit yang ada di Singapura tidak mengizinkan.

.Walaupun begitu,  kata Argo, Penyidik mengaku akan kembali ke rumah sakit tersebut untuk meminta keterangan lebih lanjut.

Saat ini Novel Baswedan yang dikenal sebagai penyidik senior KPK tengah melakukan perawatan di rumah sakit yang ada di Singapura. Hal ini dilakukan setelah tragedi kekerasan dengan penyiraman air keras menimpanya tepat sebulan yang lalu.

Dalam hal ini pihak Penyidik Kepolisian dari Polda Metro Jaya mengaku terus berupaya mengungkap kasus tersebut.  Beberapa hari lalu Penyidik Polda Metro Jaya mengunjungi rumah sakit bersama dengan Mabes Polri ke tempat Novel Baswedan dirawat.

"Beberapa hari lalu penyidik dari Polda sama Mabes Polri berangkat ke Singapura. Dengan harapan dapat memeriksa saksi," jelasnya Kamis (11/05/2017).

Kendati demikian, melihat kondisi Novel Baswedan tim dari Kedokteran yang menanganinya tidak memberikan izin tersebut.

"Sampai disana dokter yang merawat belum mengijinkan untuk memeriksa.
Kita negosiasi untuk bicara sedikit dan diperbolehkan tetapi tidak bisa di BAP," ungkap Argo.

Selanjutnya Argo mengaku saat itu Novel memberikan sebuah foto yang dicurigai olehnya. Foto tersebut merupakan foto AL yang hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik.

"Kepolisian selalu menganalisa informasi yang ada. Kepolisian juga langsung sigap bergerak sampai akhirnya pada selasa malam kami menemukan AL," ungkapnya.

Walaupun Argo mengaku hingga saat ini AL mengaku tidak melakukan tindakan tersebut dengan beberapa alibi. Pihaknya dengan tegas akan terus melakukan penyelidikan terhadap AL yang dicurigai oleh saksi Novel Baswedan.

"Kita periksa sampai tadi malam walaupun dia memberikan beberapa  d alibi, atas arahan Kapolri kita tidak boleh untuk mudah percaya," jelasnya.

Dengan demikian Argo menegaskan, selanjutnya pihak kepolisian akan mengecek kebenaran alibi dari AL yang dibeberkan saat pemeriksaan oleh tim penyidik.

"Kita akan cek nanti, dikantor dan juga dengan tim IT kami nanti terkait keberadaan AL pada tanggal 10 dan 11 itu,"tutur Argo.

Selain itu pihaknya mengaku akan kembali mendatangi tempat Penyidik KPK tersebut dirawat untuk kembali meminta keterangan lebih lanjut.

"Sampai saat ini kita belum sempat menanyakan lebih detail ke Novel karena dokter tidak mengizinkan. Kita masih menunggu dan nanti kita akan menanyakan kembali ke beliau," jelasnya. (Balqi).

 

Arena  -  Minggu, 20 Mei 2018
INAPGOC
Asian Para Games 2018 Berjalan Aman

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengingatkan Ketua Umum Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC),  Raja Sapta  Oktohari  terkait persiapan keamanan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 20 Mei 2018
KESELAMATAN PENERBANGAN
Runway Bandara Juanda Surabaya Amblas , puluhan Penerbangan Terganggu

Bisnisnews.id - Maskapai Lion Air mengumumkan, pelayanan penerbangan dari bandara Juanda Surabaya kembali normal setelah fasilitas landas pacu (runway) dinyatakan aman (safety) untuk proses lepas landas (take off) dan mendarat . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Minggu, 20 Mei 2018
ASIAN PARA GAMES 2018
Menpora Apresiasi Kerja Keras INAPGOC

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan apresiasi kepada Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC). yang sejak tahun lalu telah menunjukan progress yang menggembirakan. . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 19 Mei 2018
RESOLUSI PBB
AS dan Australia Menolak Penyelidikan Kejahatam Perang Israel Terhadap Palestina

Bisnisnews.id  -  Amerika Serikat  dan Australia menolak dlakukannya resolusi untuk mengirim tim investigasi  menyelididki pelanggaran yang dilakukan Israel di Palestina, khusunya Jalur Gaza. Rapat Dewan Khusus . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 19 Mei 2018
SIDANG OKI
Wapres Jusuf Kalla Desak Hamas dan Fatah Bersatu dan Kompak

Bisnisnews.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Hamas dan Fatah bersatu dan mennyelesaikan konflik internal. Dengaan demikian, dukungan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) secara diplomatis akan semakin memperkuat . . .
Selengkapnya