Selasa, 26 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Metropolitan / Jabodetabek / Berita

KA BANDARA
Sabtu, 13 Mei 2017 14:03 WIB

Integrasi Stasiun Sudirman Harus Dibahas Ulang



Bisnisnews.id - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Elly Adriani Sinaga menegaskan, rencana pembangunan pengoperasian stasiun Sudirman belum terintegrasi dengan moda MRT,  BRT,  dan KRL.

"Perencanaan pembangunan Stasiun Sudirman Baru belum terintegrasi dengan moda lainnya terutama dengan MRT, BRT maupun KRL," jelas Elly Sinaga

Dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/5/2017),Elly mengatakan telah melakukan peninjauan ke lokasi bersama Direktur Sarana Ditjen Perkeretaapian Risal Wasal, terkait rencana pengoperasian Kereta (KA) Bandara rute Stasiun Manggarai-Bandara Soekarno Hatta via Stasiun Sudirman Baru.

Kesimoulan BPTJ mengacu pada rencana penanganan pergerakan orang maupun kendaraan antar moda dimaksud belum bersinergi. Dia  mencontohkan pengelola MRT merencanakan zona pejalan kaki di Jl. Kendal sedangkan di wilayah tersebut PT Railink merencanakan jalur untuk kendaraan keluar masuk Stasiun Sudirman Baru.

Hal yang sama ditemukan juga pada sarana KCJ, dimana jaringan selasar pejalan kaki keluar Stasiun Sudirman tidak tersambung dengan Stasiun Sudirman Baru.

"Ini akan menyulitkan calon penumpang KA Bandara untuk berpindah dari moda KRL," kata Elly Sinaga.

Sementara itu, dari tinjauan yang dilakukan, ditemukan bahwa jarak Stasiun Sudirman Baru dengan Stasiun Karet, sangat dekat, nyaris bersatu serta terdapat perbedaan kondisi yang menyolok antara Stasiun Sudirman Baru dengan Stasiun Karet.

"Kami juga melihat bahwa progress pembangunan stasiun Sudirman Baru serta jalur KA dikhawatirkan tidak memenuhi target pengoperasian yang telah ditetapkan Presiden," tuturnya.

Elly Sinaga, menyarankan agar dilakukan pertemuan, duduk bersama antar stakeholder dalam perencanaan integrasi antar moda, pengaturan jaringan lalu lintas, dan jaringan pejalan kaki di sekitar stasiun (wilayah Dukuh Atas). Menjelang terbangunnya fasilitas integrasi antara moda di wilayah Dukuh Atas, dimana saat ini basic design sedang dikerjakan PT. MRT.

"Demi kemudahan perpindahan orang dari dan ke Stasiun Sudirman, selasar yang ada sekarang sebaiknya diperpanjang dan terhubung dengan selasar Stasiun Sudirman Baru," tutur Elly Sinaga.

Selain itu, akan lebih baik lagi jika Stasiun Karet juga terhubung dengan Stasiun Sudirman Baru, sehingga masyarakat dapat lebih mudah menuju Stasiun Sudirman Baru.(Syam S)

Baca Juga

 

Industri  -  Selasa, 26 September 2017
INDUSTRI PELAYARAN
Pemerintah Konsisten Menerapkan Asas Cabotage

Bisnisnews.id-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, pemerintah konsisten melaksanakan asas cabotage sebagai upaya melindungi pelayaran nasional sesuai Inpres 5/205 tentang pemberdayaan industri pelayaran nasiona. "Kita . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
Hari Ini, Kirab Pemuda 2017 Menuju Miangas

Bisnisnews.id -Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kukuhkan Kirab Pemuda 2017 yang digelar mulai 26 September sampai 6 Desember 2017, melintasi 34 provinsi . Menpora menjelaskan, kirab pemuda ini dilakukan dalam . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
SENTUL SERIES
Haridarma, Menuju Juara Nasional

Bisnisnews.id - Pembalap Haridarma Manoppo dari Toyota Team Indonesia (TTI) akhirnya tampil mengungguli Alvin Bahar dalam balapan Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) di Sirkuit Internasional Sentul. Di kelas Kejurnas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 26 September 2017
TRAVEL BAN
Aneka Reaksi Negara Yang Dilarang Masuk AS

Bisnisnews.id - Presiden Donald Trump telah menandatangani perintah yang memberlakukan pembatasan perjalanan terbaru bagi warga dari beberapa negara, termasuk lima negara dari larangan sebelumnya. Pejabat pemerintah mengatakan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 26 September 2017
RETORIKA
Korut Tuduh AS Deklarasikan Perang

Bisnisnews.id - Menteri luar negeri Korea Utara menuduh Presiden AS Donald Trump pada Senin 25 September mendeklarasikan perang di negaranya dan memperingatkan bahwa Pyongyang akan mempertahankan diri dengan menembaki pembom AS. "Trump . . .
Selengkapnya