Kamis, 23 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hukum / Berita

KORUPSI BERJAMAAH
Senin, 15 Mei 2017 11:32 WIB

Sidang Lanjutan Korupsi e-KTP, Jaksa Hadirkan Tujuh Saksi



Bisnisnews.id-Sidang lanjutan korupsi berjamaah di proyek KTP Elektronik (e-KTP) yang melibatkan sejumlah politisi hari ini (Senin 15/5/2017) kemballi digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat. Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam agendanya menghadirkan tujuh orang saksi.

Yakni, Mario Cornelio Bernardo (Pengacara di kantor hukum milik Hotma Sitompul), Haryoto (Direktur Produksi PNRI), Indri Mardiani (Mantan Koordinator bagian Keuangan Manajemen bersama Konsorsium PNRI), Andi Rachman (Karyawan PT LEN Industri), Rudiyanto (Dirut PT Biro Klasifikasi Indonesia), Fajri Agus Setiawan (Karyawan PT Shandipala Arthaputra) dan Yani Kurniati (Kepala SPI PT LEN Industri).

Sidang korupsi e-KTP yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun it, menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, para saksi tersebut dipanggil guna mengungkap teknis pengadaan proyek. Diharapkan seluruh saksi yang dipanggil itu hadir dalam persidangan.

"Dalam sidang kali ini, kami masih terus mendalami teknis pengadaan e-KTP," kata Febriansyah.

Baca Juga:

-Garong e-KTP, Jaksa Panggil Paksa Saksi yang Membangkang

-Soal e-KTP, Miryam Kabur .... ? 

-Ketum DPP Partai Golkar Setya Novanto Dicekal 

-Garong e-KTP Bertambah Berikutnya Siapa lagi .....

-Saksi Mengaku Bertemu Setya Novanto


Proyek e-KTP yang memakai skema kontrak tahun jamak pada tahun 2011-2013 nilainya mencapai nilai Rp5,9 triliun. Namun, proyek itu tersendat karena sebagian uangnya 'digarong' secara berjamaah. Sampai hari ini masih banyak warga beum memiliki e-KTP karena kehabisan blanko.

Samoai saat ini, pihak KPK baru menyeret dua orang terdakwa, yaitu Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan Pejabat Pembuat Komitmen pada Dukcapil Kemendagri Sugiharto.

Atas perbuatannya, Irman dan Sugiharto didakwa berdasarkan pasal 2 ayat (1) atas pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam perjalanan penyidikan kasus ini, KPK juga telah menetapkan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai tersangka dan mantan Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Hanura Miryam S Haryani, yang diteapkan sebagai tersangka  atas dugaan memberikan keterangan palsu. Dalam pendalam kasus, akan ada lagi tersangka lain yang disebut-sebut menerima yang cukup besar. (Adhitio)

Baca Juga:

-Korupsi e-KTP Harus Diusut Tuntas Dan Jangan Takut Dengan Politisi

Baca Juga

 

Internasional  -  Kamis, 23 November 2017
CANBERRA
Paksa Pengungsi Pergi, Polisi PNG Masuki Kamp Manus

Bisnisnews.id - Polisi Papua Nugini masuk ke kamp pengungsian yang dikelola oleh Australia pada hari Kamis 23 November dan memaksa ratusan orang meninggalkan pusat penahanan di pulau tersebut. Pencari suaka, yang telah dibarikade . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
KECELAKAAN
Delapan Selamat Setelah Pesawat AL AS Jatuh DI Laut Jepang

Bisnisnews.id - Tim penyelamat telah menyelamatkan delapan orang ke tempat yang aman di selatan Jepang setelah sebuah pesawat Angkatan Laut AS dengan 11 orang di kapal jatuh di Laut Filipina. Pasukan Jepang dan Amerika bergegas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
TERORIS
Pakistan Bebaskan Dalang Serangan Mumbai

Bisnisnews.id - Pengadilan Pakistan pada hari Rabu 22 November memerintahkan pembebasan salah satu dalang dugaan serangan Mumbai 2008 yang menewaskan lebih dari 160 orang, setelah berbulan-bulan AS menekan Islamabad atas dugaan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
ZIMBABWE
Mugabe Keluar, Buaya Pulang Ambil Alih

Bisnisnews.id - Wakil presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa akan terbang pulang pada hari Rabu 22 November untuk mengambil alih kekuasaan setelah pengunduran diri Robert Mugabe yang mengakhiri masa pemerintahan 37 tahun yang otoriter. Dia . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
SERBIA
Dipenjara Seumur Hidup, Penjagal Bosnia Dinyatakan Bersalah Atas Genosida

Bisnisnews.id - Juri PBB pada hari Rabu 22 November menghukum mantan komandan Serbia Bosnia, Ratko Mladic untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah menemukannya bersalah melakukan genosida dan kejahatan perang dalam . . .
Selengkapnya