Selasa, 19 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

LAYANAN
Selasa, 16 Mei 2017 09:52 WIB

Airlines Skyteam Dipastikan Pindah ke T3 Juni 2017



Bisnisnews.id - PT Angkasa Pura II pastikan, mulai Juni 2017 seluruh maskapai anggota aliansi global Skyteam yang ada di terminal 2 dipindah ke terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Anggota Skyteam yang lebih dahulu beroperasi di terminal 3 ialah Garuda Indonesia. Airlines internasional lainnya yang menjadi anggota ialah Aeroflot, Aerolineas Argentinas, Aeromexico, Air Europa, Air France, Alitalia, China Airlines, China Eastern, China Southern, Czech Airlines, Delta Airlines, Kenya Airways, KLM, Korean Air, MEA, Saudia, Tarom, Vietnam Airlines, dan Xiamen Air.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, perpindahan seluruh anggota Skyteam ini dilakukan setelah melihat kelancaran yang dilakukan Garuda Indonesia.

Kepastian perpindahan seluruh maskapai anggota Skyteam ke terminal 3 ini juga diikuti dengan beroperasinya kereta tanpa awak pada Juli 2017.

"Skytrain yang sedang dikerjakan ini  beroperasi Juli tahun ini, di mana kami juga berharap kereta bandara juga sudah bisa mulai melayani masyarakat pada bulan itu. Saat ini progres pembangunan stasiun kereta bandara hampir 100 persen , sementara Railink akan bertindak sebagai operator kereta bandara," jelas Awaluddin.

BACA JUGA

- Kebakaran Kembali Terulang di bandara Soekarno-Hatta

- Adu banteng Mobil AMC AP II  Vs Patroli Gapura Angkasa 

- Pilot Garuda Ancam Mogok Operasi

Sesuai roadmap, Terminal 3 ditetapkan melayani seluruh penerbangan internasional. Mulai dari Garuda Indonesia pada Mei 2017, diikuti maskapai Skyteam pada Juni 2017, dan seluruh maskapai lainnya pada akhir 2017.

Di Bandara Soekarno-Hatta tengah dilakukan sejumlah pengembangan guna meningkatkan daya saing bandara ini diantara bandara-bandara lain di ASEAN. Salah satu hasil dari pengembangan yang sudah dapat dilihat dan dirasakan adalah pengoperasian Terminal 3.

Head of Corporate Secretary & Legal PT Angkasa Pura II, Agus Haryadi dalam keterangan tertulisnya mengatakan, Menteri BUMN Rini M. Soemarno ketika meninjau Terminal 3 beberapa waktu lalu juga turut menyampaikan apresiasi atas lancarnya operasional penerbangan internasional Garuda di Terminal 3.

"Selanjutnya bagaimana agar Terminal 3 ini dapat beroperasi penuh sesuai yang direncanakan termasuk melayani penerbangan internasional, dan juga fasilitas bandara lainnya yaitu APMS dan kereta bandara,' jelas Rini.

Pengembangan sisi udara yang kini terus dilakukan ialah membangun landas pacu atau runway ketiga berdimensi 3000 x 60 m2 untuk mendukung peningkatan pergerakan pesawat mencapai 114 pergerakan per jam. (Syam S)

 

Baca Juga

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
SIDANG PBB 72
Buka Sidang, Sekjen PBB Angkat Isu Korut Dan Myanmar

Bisnisnews.id - Kecemasan global tentang perang nuklir berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa dekade, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada hari Selasa 19 September saat ia membuka pertemuan para pemimpin . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
PERANG RUDAL
Jepang Sebar Pencegat Rudal Di Jalur Peluncuran Korut

Bisnisnews.id - Jepang pada hari Selasa 19 September memindahkan sistem pertahanan rudal di pulau utara Hokkaido ke sebuah pangkalan dekat rute peluncuran rudal Korea Utara terakhir. Menteri Pertahanan Itsunori Onodera mengatakan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
INVESTASI ASING
Uni Eropa Peringatkan China : Ekonomi Terbuka Atau Tanggung Resiko

Bisnisnews.id - Kelompok bisnis mendesak China pada hari Selasa 19 September untuk melaksanakan janji-janji keterbukaan ekonominya dan memperingatkan bahwa pergerakan lamban dapat memicu reaksi balik terhadap perdagangan bebas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Penyelidik PBB Tuntut Akses Penuh Tanpa Batas ke Myanmar

Bisnisnews.id - Penyelidik HAM PBB pada hari Selasa 19 September mengatakan bahwa mereka membutuhkan akses penuh dan tak terbatas ke Myanmar untuk menyelidiki krisis yang sedang berlangsung, namun pemerintah menolak penyelidikan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Akhirnya Angkat Bicara, Suu Kyi Tolak Kritik Dunia

Bisnisnews.id - Aung San Suu Kyi mengatakan pada hari Selasa 19 September bahwa dia tidak takut pada pengawasan dunia atas krisis Rohingya, berjanji untuk menahan pelanggar HAM dan memukimkan kembali beberapa dari 410 ribu Muslim . . .
Selengkapnya