Rabu, 26 Juli 2017

Home/ Nasional / Hankam / Berita

Rabu, 17 Mei 2017 10:21 WIB

Rawan Penyelundupan, TNI AL Perketat Pantai Selatan


Kawasan pantai selatan, rawan penyelundupan

Bisnisnews.id-Kawasan pesisir pantai Selatan Tulungagung Jawa Timur, kini mendapat pengawasan ketat pihak TNI AL, untuk menngantisipasi penyelundupan, gangguan pertahanan-keamanan maupun imigrasi ilegal. Seleuruh pergerakan kapal diawasi ketat.

Pagkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang, mengoperasikan pos pengamatan di pantai Popoh. "Selasa 16 Mei Pos Posmat diresmikan dengan dihadiri langsung Komandan Lanal Malang Kolonel (E) Gendut Sugiono," kata Kabag Humas Pemkab Tulungagung Sudarmaji seperti dikutif Antaranews di Tulungagung, Rabu (17/5/2017).

Kata Sudarmaji, keberadaan Pos Posmat itu strategis dalam membantu pengamanan stabilitas wilayah, selain juga mencegah aneka kasus penyelundupan imigran ataupun barang ilegal lain dari jalur laut.

Pos Posmat TNI AL di Pantai Popoh itu berdiri di atas lahan milik aset Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulungagung dengan luas sekitar 63 meter persegi.

"Pantai Popoh dilewati kapal besar, baik kapal nelayan maupun kapal dagang. Selain itu laut kita berbatasan langsung dengan negara Australia," kata Komandan Lanal Malang Kolonel Gendut Sugiono.

Wilayah laut Popoh dan sekitarnya selama ini rawan dijadikan jalur perdagangan manusia. Salah satu yang paling sensitif adalah banyaknya kasus penyelundupan imigran gelap asal Timur Tengah. 

Selain itu, kata dia, di wilayah Popoh juga banyak sumber daya alam, seperti mineral yang rawan dirambah dan diselundupkan secara ilegal. Di sinilah mata dan telinga TNI AL yang akan melihat lebih dini setiap ancaman dan pelanggaran hukum di laut," tegas Gendut.

Lanal Malang mempunyai sejumlah armada, mulai dari speed boat, sea rider hingga kapal. Nantinya armada yang ada bisa bersandar di Popoh, sesuai kebutuhan di lapangan. Sedangkan jumlah personel reguler yang ditempatkan minimal lima orang.(Adhitio)


Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 26 Juli 2017
IKLIM INVESTASI
Bank Dunia Minta Pemerintah Kurangi Hak Istimewa BUMN 

Bisnisnews.id - Bank Dunia meminta Indonesia memperbaiki iklim investasinya untuk menarik lebih banyak investasi ke dalam pembangunan infrastruktur. Saran yang diberikan bagi pemerintah cukup banyak, salah satunya adalah mengurangi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 26 Juli 2017
INDUSTRIAL
Regulator dan Pengguna Jasa Gelisah Hadapi Rencana Aksi Mogok SP JICT

Bisnisnews.id-Ancaman mogok massal para pekerja pelabuhan di Tanjung Priok yang diinisiasi Serikat Pekerja Jakarta International Countainer terminal (SP-JICT) membuat gundah para pelaku usaha dan pemerintah. Pasalnya, bila benar . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 26 Juli 2017
NILAI TUKAR
Rupiah Makin Tersudut di Level 13. 322 dan Resisten 13.297

Bisnisnews.id-Nilai tukar Rupiah makin tersudut dengan terus menguatnya dolar AS. Prgerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan berada pada level support 13.322 dan resisten 13.297. Walau terlihat masih lebih baik dari sebelumnya, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 26 Juli 2017
ASIAN GAMES 2018
 Komisi X  DPR RI Tetap Minta INASGOC Transparan

Bisnisnews.id - Komisi X DPR-RI menyetujui usulan anggaran dana triwulan kedua sebesar Rp1,5 triliun yang diajukan panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) untuk persiapan penyelenggaraan Asian Games Jakarta-Palembang 2018. "Ya, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 26 Juli 2017
KERJA SAMA
Indonesia Tuan Rumah Konferensi Menteri Pendidikan Se-Asia Tenggara

49th SEAMEO Council Conference membahas tujuh prioritas bidang pendidikan Bisnisnews.id – Kemendikbud Indonesia menjadi tuan rumah dalam Konferensi Tingkat Menteri Pendidikan Asia Tenggara ke-49 atau 49th SEAMEO Council . . .
Selengkapnya