PERDAGANGAN
Pertumbuhan Volume Ekspor Kargo Udara Belum Signifikan


Busnisnews.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta operator bandara, operator airline dan pelaku industri cargo mengidentifikasi untuk meningkatkan volume.

Pada periode 2015-2016, setelah The Asean Open Sky diimplementasikan, jumlah barang yang dibawa maskapai kargo udara nasional mengalami penurunan sebesar 9,47 persen.

Sedangkan layanan kargo domestik mengalami peningkatan  signifikan sebesar 68,4 persen. Secara nasional layanan kargo Indonesia meningkat, namun secara internasional mengalami stagnan.

"Salah satu penyebab kurang berkembangnya industri kargo ini karena masih minimnya pemain di angkutan kargo. Berdasarkan data, ada 3 maskapai yang khusus berbisnis di sektor ini, yakni Myindo, Cardig Air dan TriMG,"kata Menhub.

Dijatakan, industri kargo berkaitan dengan ekspor-impor. Untuk itu, Menhub menghimbau operator bandara, operator airline dan pelaku usaha cargo untuk aktif mencari tahu kebutuhan barang-barang di negara tujuan.

"Industri kargo ini harus kita beri perhatian, karena bisa mendatangkan devisa bagi negara. Kalau kita ingin mendapat suatu besaran yang signifikan, kita harus mengekspor barang ke negara-negara tujuan seperti China, Arab, Eropa,"kata Menhub.

Dia menghimbau operator bandara, operator airline dan pelaku usaha cargo untuk mencari tahu barang-barang yang secara cepat dibutuhkan di sana, dengan begitu volume kargo kita akan naik.

" Kalau kita tidak melakukan itu, maka kita akan ddikendalikan oleh operator lain sebagai pengikut," jelasnya.

Dia mencontohkan, volume kargo udara dari China ke Indonesia itu positif, tetapi dari Indonesia ke China itu negatif. Oleh karena itu, pelaku usaha di Indonesia harus mencari tahu barang-barang apa yang dibutuhkan di negara tujuan, agar volume barang yang diekspor meningkat.

Menhub juga menghimbau operator bandara untuk memberikan kemudahan dan fasilitas yang lebih baik bagi dunia kargo agar apa yang dilakukan saat ini dapat memberikan output yang baik. (Adhitio)

 

0 COMMENTS

Leave a Comment

Masuk Dengan Sosial Media




Comments

Video +

Regulasi +