Rabu, 26 Juli 2017

Home/ Industri / Perbankan / Berita

Selasa, 23 Mei 2017 12:34 WIB

BTN Percayakan Jamkrindo Untuk Optimalisasi Aset


Dirut Bank BTN Maryono dan Dirut Perum Jamkrindo Diding S Anwar saat menandatangani Nota Kesepahaman di Menara BTN Selasa (23/5/2017) disaksikan para komisaris (foto:BN/Hedi Suryono)

Bisnisnews.id - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono dan Direktur Utama Perum Jamkrindo Diding S Anwar, tandatangani Memorandum of Understanding (MOU) atau Nota Kesepahaman tentang Optimalisasi Penyelesaian Hak Subrograsi Penjamin atas Perjanjian Kerjasama Penjaminan KPR Sejahtera.

Penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di Menara BTN Jakarta, Selasa ( 23/5/2017) ini menjadi dasar Bank BTN untuk mempercepat penyelesaian perolehan hak subrograsi.

Subrograsi adalah penggantian hak-hak oleh seorang pihak ketiga yang telah membayar kewajiban debitur kepada kreditur.
 
"Ruang lingkup kerja sama ini adalah penunjukan mitra kerja untuk mengelola aset bermasalah agar lebih efisien," kata Maryono  dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Dikatakan, dengan menggunakan jasa pihak ketiga dalam pengelolaan aset tersebut, Bank BTN bisa lebih efisien dan perolehan hak subrogasi untuk Jamkrindo dapat diproses dengan baik.

"Bagi Jamkrindo dengan optimalnya penyelesaian perolehan hak subrogasi, maka penerimaan pembayaran pengembalian klaim yang telah Jamkrindo bayarkan kepada debitur KPR Sejahtera meningkat," ujar Diding.

Tindak lanjut dari Nota Kesepahaman tersebut adalah Perjanjian Kerjasama (PKS) yang akan menentukan mitra kerja, yang ditunjuk Bank BTN. Mitra kerja yang dipilih yakni perusahaan yang memiliki pengalaman untuk mengelola aset kredit bermasalah dari Bank BTN.
 
Selain penandatanganan MOU tersebut, juga  penandatanganan MOU antara PT Jamkrindo Syariah  dengan Dana Pensiun BTN dan Yayasan Kesejahteraan Pensiun BTN. MOU yang ditandatangani Ketua YKP BTN Viator Simbolon, Direktur Dapen BTN Saut Pardede, dan Direktur Utama PT Jamkrindo Syariah Kadar Wisnuwarman ini untuk mendirikan anak perusahaan.

PT Jamkrindo Syariah bersama dua perusahaan yang terelasi dengan Bank BTN tersebut menginisiasi pendirian perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan aset ataupun penyertaan modal pada perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan aset.

Perusahaan tersebut kelak mengelola piutang dan agunan dari kreditur atau perusahaan penjamin lainnya. Adapun target pendirian perusahaan pengelolaan aset akan diusahakan pada Juni 2017.
 
"Bank BTN berharap pembentukan perusahaan pengelolaan aset dapat membantu Bank BTN menekan angka rasio kredit bermasalah sesuai target," kata Maryono. 

Pada suatu saat, sebagian aset bermasalah Bank BTN akan dikelola perusahaan tersebut sehingga manajemen risiko kredit bermasalah menjadi lebih baik.

Tahun ini, Bank BTN menargetkan rasio kredit bermasalah (NPL) gross di bawah 2,5 persen. (Hedi Suryono)

Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 26 Juli 2017
IKLIM INVESTASI
Bank Dunia Minta Pemerintah Kurangi Hak Istimewa BUMN 

Bisnisnews.id - Bank Dunia meminta Indonesia memperbaiki iklim investasinya untuk menarik lebih banyak investasi ke dalam pembangunan infrastruktur. Saran yang diberikan bagi pemerintah cukup banyak, salah satunya adalah mengurangi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 26 Juli 2017
INDUSTRIAL
Regulator dan Pengguna Jasa Gelisah Hadapi Rencana Aksi Mogok SP JICT

Bisnisnews.id-Ancaman mogok massal para pekerja pelabuhan di Tanjung Priok yang diinisiasi Serikat Pekerja Jakarta International Countainer terminal (SP-JICT) membuat gundah para pelaku usaha dan pemerintah. Pasalnya, bila benar . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 26 Juli 2017
NILAI TUKAR
Rupiah Makin Tersudut di Level 13. 322 dan Resisten 13.297

Bisnisnews.id-Nilai tukar Rupiah makin tersudut dengan terus menguatnya dolar AS. Prgerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan berada pada level support 13.322 dan resisten 13.297. Walau terlihat masih lebih baik dari sebelumnya, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 26 Juli 2017
ASIAN GAMES 2018
 Komisi X  DPR RI Tetap Minta INASGOC Transparan

Bisnisnews.id - Komisi X DPR-RI menyetujui usulan anggaran dana triwulan kedua sebesar Rp1,5 triliun yang diajukan panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) untuk persiapan penyelenggaraan Asian Games Jakarta-Palembang 2018. "Ya, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 26 Juli 2017
KERJA SAMA
Indonesia Tuan Rumah Konferensi Menteri Pendidikan Se-Asia Tenggara

49th SEAMEO Council Conference membahas tujuh prioritas bidang pendidikan Bisnisnews.id – Kemendikbud Indonesia menjadi tuan rumah dalam Konferensi Tingkat Menteri Pendidikan Asia Tenggara ke-49 atau 49th SEAMEO Council . . .
Selengkapnya