TEROR
Wakil Ketua DPD RI Kunjungi Korban Bom  Bunuh Diri di Rumah Sakit 

Wakil Ketua DPD-RI Nono Sampono (kanan) bersama anggota DPD A.M Fatwa dan Sekjen DPD Sudarsono Hardjosoekarto kunjungi dua orang korban ledakan bom bunuh diri Terminal Kampung Melayu .

Bisnisnews.id-Wakil Ketua DPD-RI Nono Sampono (kanan) bersama anggota DPD A.M Fatwa dan Sekjen DPD Sudarsono Hardjosoekarto mengunjungi dua orang korban ledakan bom bunuh diri Terminal Kampung Melayu Jakarta Timur.

Dua korban yang kini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Jakarta Timur, yaitu Tasdik Saputra (karyawan Bank Mandiri) dan Susi Afitriani (Mahasiswi). keduanya adalah korban ledakan bom yang saat itu baru akan kembali ke rumahnya masing-masing.

Nono juga berharap aparat Kepolisian segera megungkap otak pelaku bom bunuh diri, selain menewaskan tiga pesonil kepolsian juga melukai masyarakat sipil yang saat itu tengah melakukan aktivitas.

Agar peristiwa serupa tidak terulang lagi, dia meminta aparat penegak hukum melakukan antisipasi, dengan menyisir ke seluruh lokasi yang dicurigai menjadi potensi teror.

"Sekarang yang jadi korban adalah masyaraat sipil yang tidak mengerti apa-apa," jelasnya.

Kemaren, pihak Kepolisian berhasil menangkap tiga orang yang diduga terlibat peledakan bom bunuh diri di terminal Kampung Melayu Rabu malam (24/5/2017). alam kasus itu, pihak ISIS klaim sebagai pihak bertanggngjawab, seperti yang terpantau dalam SITE Intelligence Grup

Serangan pada hari Rabu malam adalah yang paling mematikan di Jakarta sejak Januari 2016, saat sebuah serangan bunuh diri dan senjata di distrik pusat bisnis menyebabkan empat warga sipil dan empat orang penyerang tewas.

Kepala Polisi RI, Jenderal Tito Karnavian mengatakan tes DNA mengkonfirmasi bahwa pelaku bom bunuh diri adalah Ichwan Nurul Salam, 31, dan Ahmad Sukri, 32, keduanya berasal dari provinsi Jawa Barat. 

Tito mengatakan bahwa mereka adalah anggota Jemaah Anshorut Daulah (JAD), sebuah jaringan yang terdiri dari sekitar dua lusin kelompok ekstremis Indonesia yang dibentuk pada tahun 2015 dan berjanji setia kepada pemimpin kelompok ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

JAD, yang ditunjuk oleh Washington awal tahun ini sebagai kelompok teroris, telah terlibat dalam sejumlah serangan di Indonesia selama tahun lalu.

Polisi mengidentifikasi mereka yang ditangkap pada hari ini sebagai Jajang Iqin Shodiqin, Waris Suyitno dan Abu Dafa. Yunus mengatakan bahwa polisi menyita komputer, telepon genggam dan dokumen tentang Islam dari rumah Shodiqin di Bandung Barat.

Polisi mengatakan Shodiqin memiliki peran aktif dalam mengumpulkan sumbangan untuk pondok pesantren Islam di Poso, Sulawesi Tengah dimana konflik Muslim-Kristen menewaskan setidaknya 1.000 orang dari tahun 1998 sampai 2002. (Hedi Suryono/Syam S)


 

0 COMMENTS

Leave a Comment

Masuk Dengan Sosial Media




Comments

Video +

Regulasi +