Rabu, 18 Oktober 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hukum / Berita

FATWA
Selasa, 06 Juni 2017 04:40 WIB

MUI: Menyebarkan Berita HOAX Haram



Bisnisnews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan, menyebarkan   informasi bohong atau
HOAX adalah haram. Termasuk pedoman bermuamalah melalui media sosial (Medsos)


Fatwa MUI tersebut ditandatangani Ketua Fatwa MUI, Prof. Hasanuddin AF dan Sekretaris Asroun Ni'am Sholeh dan ditetapkan di Jakarta sejak 13 Mei 2017 lalu.

Hasanuddin AF mengatakan setiap Muslim haram untuk menyebar pesan palsu atau hoax  di media sosial meskipun memiliki tujuan yang baik.

"Haram menyebarkan 'hoax' atau informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, seperti info tentang kematian orang yang masih hidup," kata Hasanuddin, Senin (5/6/2017) di Jakarta.

Dijelaskan hukum terkait muamalah Muslim di media sosial itu tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah.

Hukum haram juga berlaku bagi Muslim yang melakukan perundungan (bullying) di media sosial, termasuk bergunjing, memfitnah, mengadu domba dan menebar permusuhan di dunia maya.

Menyebarkan konten pornografi dan maksiat, lanjut dia, juga haram karena bertentangan dengan syariah.

"Bermuamalah melalui media sosial harus dilakukan tanpa melanggar ketentuan agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan," tegasnha.

Umat Islam harus senantiasa mengedepankan semangat "tabayyun" atau klarifikasi terhadap pesan di media sosial yang memiliki potensi berisi materi benar dan salah. Singkat kata, fakta yang disajikan dalam media sosial meski isinya baik belum tentu sesuai kebenaran dan bermanfaat.

Dalam proses "tabayyun", masyarakat harus memastikan sumber informasi tersebut meliputi kepribadian, reputasi, kelayakan dan keterpercayaannya.

Masyarakat lerlu juga,  memastikan konteks tempat, waktu dan latar belakang saat informasi disampaikan.

Beberapa upaya lain dapat ditempuh dalam mengklarifikasi pesan seperti dengan bertanya kepada sumber informasi jika diketahui. Dapat juga dengan meminta klarifikasi kepada pihak-pihak yang memiliki otoritas dan kemampuan.

Sebaiknya umat Islam mempererat persaudaraan baik persaudaraan ke-Islaman, kebangsaan maupun kemanusiaan lewat media sosial... Konten yang berisi pujian dan atau hal positif tentang seseorang atau kelompok belum tentu benar, karena itu juga harus dilakukan 'tabayyun'," katanya.(Ari)

Baca Juga

 

Internasional  -  Rabu, 18 Oktober 2017
Serangan Mematikan  "Drone"  di Pakistan, 26 Pejuang Taliban Tewas

Bisnisnews.id-Serangan pesawat tanpa awak milik Amerika di sebuah kompleks yang digunakan oleh jaringan Haqqani yang bermarkas di Taliban menimbulkan banyak korban. Selasa sore (17/10/2017) dilaporkan, tercatat 26 orang tewas. Serangan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 18 Oktober 2017
PENDAPATAN NEGARA
Pariwisata Penyumbang Devisa Terbesar di 2019

Bisnisnews.id-Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada 2019 dengan nilai mencapai 24 miliar dolar AS melampaui sektor migas dan minyak kelapa sawit . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 18 Oktober 2017
Gaya "Unik" Sandiaga Uno di Acara Syukuran  ....

Bisnisnews.id-Keunikan yang dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno dalam acara Selametan Jakarta, saat dirinya sengaja mencopot satu per satu atribut pakaian dinas upacara (PDU) yang dikenakannya. Kemudian Sandi memberikan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 17 Oktober 2017
TOL LAUT
KM Sabuk Nusantara 93 Milik Ditjen Hubla Diluncurkan

Bisnisnews.id-Steadfast Marine  selesaikan pembangunan kapal perintis ke tujuh dari 13 kapal pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Masing-masing type 1200 GT  dan 2000 GT dengan total . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 17 Oktober 2017
RETORIKA
Korut : Perang Rudal Dapat Dimulai Kapan Saja

Bisnisnews.id - Wakil Duta Besar PBB untuk Korea Utara memperingatkan Senin 16 Oktober bahwa situasi di semenanjung Korea telah mencapai titik sentuh dan perang nuklir dapat terjadi kapan saja. Kim In-ryong mengatakan kepada . . .
Selengkapnya