Jumat, 28 Juli 2017

Home/ Gaya Hidup / / Berita

Kamis, 08 Juni 2017 18:26 WIB

Kadar Gula Tinggi, Hati-Hati Promosi Susu Kental Manis 


Promo iklan produk makanan minuman termasuk iklan susu kental manis (SKM) tengah mendapat sorotan

Bisnisnews.id - Kementrian Kesehatan menyoroti beredarnya promo iklan produk makanan minuman yang melenceng dari tujuan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Salah satunya iklan susu kental manis (SKM) yang digambarkan sebagai minuman yang baik dikonsumsi untuk anak-anak namun ternyata tidak sejalan dengan program GERMAS.

Direktur Bina Gizi, Ditjen Bina Gizi dan KIA Kementerian Kesehatan Doddy Izwardy mengungkapkan harapannya agar kegiatan promosi produk makanan dan minuman melalui berbagai media, baik cetak, elektronik agar bisa selaras dengan program GERMAS yang digagas oleh pemerintah. Pihaknya sangat konsen dengan pola hidup sehat masyarakat untuk mensukseskan program nasional ini.

Salah satu yang disoroti adalah masih bredarnya promo iklan produk makanan minuman termasuk iklan susu kental manis (SKM) yang digambarkan sebagai minuman yang baik dikonsumsi untuk anak-anak dan secara tegas Doddy mengatakan promosi iklan SKM yang mengklaim sebagai minuman susu untuk dikonsumsi anak-anak tidak sejalan dengan program GERMAS.

Seperti diketahui, Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) yang diprakarsai oleh Presiden Joko Widodo adalah suatu gerakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Pencanangan GERMAS menandai puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 yang jatuh pada 12 November 2016 lalu dengan mengusung tema Indonesia Cinta Sehat dengan sub tema Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat. Pemerintah berharap pelaku industri juga bisa mendukung program yang pada akhirnya mendukung upaya kesehatan dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

"Gulanya sangat tinggi sekali. Tidak cocok diberikan kepada anak-anak," kata Doddy saat di konfirmasi di Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Menurut Doddy, kadar gula tinggi bisa membawa dampak negatif terhadap pola makan dan  kesehatan keluarga. Padahal kandungan gula yang tinggi dalam produk susu kental manis  tidak cocok untuk anak-anak apalagi usia balita. Susu kental manis memiliki kadar gula sangat tinggi sementara kandungan susunya maksimal hanya 10 persen, itupun hanya untuk kategori tertentu.

"SKM gulanya tinggi sekali, lebih dari 40 persen dan tidak cocok diberikan kepada anak-anak yg mengakibatkan nafsu makan menjadi berkurang," jelas Doddy. "Sebaiknya gunakanlah susu bubuk. Susu bubuk kita bisa takar dulu sebelum diminum," tambahnya.

Kementerian Kesehatan menurutnya akan terus memantau dan memperkuat aturan untuk menjaga dan meningkatkan status gizi anak Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan Dokter Dian Permatasari SpGK dalam perbincangan dengan wartawan yang mengatakan bahwa susu kental manis tidak layak dikonsumsi anak-anak, namun jikadigunakan sebagai campuran makanan untuk orang dewasa ia sependapat.

"Kalau untuk campuran makanan untuk toping atau makanan lainnya saya setuju tapi tidak sebagai minuman anak pengganti susu pertumbuhan ya," ujarnya.

"Produk Susu Kental Manis ini jangan dipersepsikan sebagai minuman bergizi untuk anak karena memiliki kadar gula tinggi," lanjutnya.

Produk susu kental manis yang sering diiklankan secara berlebihan jika diamati labelnya bukanlah produk yang bergizi baik. Walaupun menggunakan nama 'susu' namun tidak semua mengandung 'susu'. Apalagi banyak bahan tambahan pangan yang dimasukkan dalam produk tersebut seperti perisa susu, pewarna, dan lain-lain.

Beberapa produsen susu kental manis sepeti Nestle tidak lagi mengiklankan susu kental manis, namun produsen lain seperti Frisian Flag Indonesia dalam iklannya masih menggambarkan susu kental manis sebagai minuman yang dikonsumsi keluarga. (Gungde Ariwangsa)


Baca Juga

 

Industri  -  Jumat, 28 Juli 2017
LAPORAN KEUANGAN
Kinerja Dua Maskapai Alami Penurunan

Bisnisnews.id - Maskapai penerbangan Singapore Airlines (SIA) melaporkan penurunan laba bersih 8,6 persen untuk kuartal pertama tahun buku 2017-18 dibandingkan tahun lalu, katanya dalam rilis berita pada hari Kamis (27/7/2017). . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Kamis, 27 Juli 2017
KIM JONG NAM
Dua Tersangka Akan Mengaku Tidak Bersalah

Bisnisnews.id - Dua wanita yang dituduh meracuni saudara pemimpin Korea Utara di bandara akan mengaku tidak bersalah saat berada di pengadilan Malaysia pada hari Jumat 28 Juli, kata pengacara mereka. Warga Indonesia, Siti Aisyah . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Kamis, 27 Juli 2017
HUB INTERNASIONAL
Lomba Hub Global, Bandara Singapura dan Hong Kong Terancam

Bisnisnews.id - Selama beberapa dekade, Singapura dan Hong Kong telah menjadi titik transit utama yang menghubungkan wisatawan Asia ke dan dari seluruh dunia. Tapi sekarang, banyaknya bandara hub internasional di Asia yang melakukan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Kamis, 27 Juli 2017
E COMMERCE
Amazon Masuki Asia Tenggara, Dimulai Dari Singapura

Bisnisnews.id - Amazon meluncurkan layanan pengiriman ekspres di Singapura pada hari Kamis 27 Juli, raksasa ritel online AS pertama ke Asia Tenggara dan menempatkannya dalam persaingan langsung dengan Alibaba China. Aplikasi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Kamis, 27 Juli 2017
STRATEGI MASKAPAI
Miliki 12 Anak Perusahaan, AirAsia Akan Konsolidasi Jadi One AirAsia

Bisnisnews.id - CEO AirAsia, Tony Fernandes telah mengatakan bahwa dia ingin mengintegrasikan semua operasi maskapai tersebut ke dalam satu entitas penerbangan tunggal. "Saya mencoba menyatukan AirAsia menjadi satu maskapai menjadi . . .
Selengkapnya