Senin, 25 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Gaya Hidup / / Berita

IKLAN PRODUK
Kamis, 08 Juni 2017 18:26 WIB

Kadar Gula Tinggi, Hati-Hati Promosi Susu Kental Manis 


Promo iklan produk makanan minuman termasuk iklan susu kental manis (SKM) tengah mendapat sorotan

Bisnisnews.id - Kementrian Kesehatan menyoroti beredarnya promo iklan produk makanan minuman yang melenceng dari tujuan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Salah satunya iklan susu kental manis (SKM) yang digambarkan sebagai minuman yang baik dikonsumsi untuk anak-anak namun ternyata tidak sejalan dengan program GERMAS.

Direktur Bina Gizi, Ditjen Bina Gizi dan KIA Kementerian Kesehatan Doddy Izwardy mengungkapkan harapannya agar kegiatan promosi produk makanan dan minuman melalui berbagai media, baik cetak, elektronik agar bisa selaras dengan program GERMAS yang digagas oleh pemerintah. Pihaknya sangat konsen dengan pola hidup sehat masyarakat untuk mensukseskan program nasional ini.

Salah satu yang disoroti adalah masih bredarnya promo iklan produk makanan minuman termasuk iklan susu kental manis (SKM) yang digambarkan sebagai minuman yang baik dikonsumsi untuk anak-anak dan secara tegas Doddy mengatakan promosi iklan SKM yang mengklaim sebagai minuman susu untuk dikonsumsi anak-anak tidak sejalan dengan program GERMAS.

Seperti diketahui, Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) yang diprakarsai oleh Presiden Joko Widodo adalah suatu gerakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Pencanangan GERMAS menandai puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 yang jatuh pada 12 November 2016 lalu dengan mengusung tema Indonesia Cinta Sehat dengan sub tema Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat. Pemerintah berharap pelaku industri juga bisa mendukung program yang pada akhirnya mendukung upaya kesehatan dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

"Gulanya sangat tinggi sekali. Tidak cocok diberikan kepada anak-anak," kata Doddy saat di konfirmasi di Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Menurut Doddy, kadar gula tinggi bisa membawa dampak negatif terhadap pola makan dan  kesehatan keluarga. Padahal kandungan gula yang tinggi dalam produk susu kental manis  tidak cocok untuk anak-anak apalagi usia balita. Susu kental manis memiliki kadar gula sangat tinggi sementara kandungan susunya maksimal hanya 10 persen, itupun hanya untuk kategori tertentu.

"SKM gulanya tinggi sekali, lebih dari 40 persen dan tidak cocok diberikan kepada anak-anak yg mengakibatkan nafsu makan menjadi berkurang," jelas Doddy. "Sebaiknya gunakanlah susu bubuk. Susu bubuk kita bisa takar dulu sebelum diminum," tambahnya.

Kementerian Kesehatan menurutnya akan terus memantau dan memperkuat aturan untuk menjaga dan meningkatkan status gizi anak Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan Dokter Dian Permatasari SpGK dalam perbincangan dengan wartawan yang mengatakan bahwa susu kental manis tidak layak dikonsumsi anak-anak, namun jikadigunakan sebagai campuran makanan untuk orang dewasa ia sependapat.

"Kalau untuk campuran makanan untuk toping atau makanan lainnya saya setuju tapi tidak sebagai minuman anak pengganti susu pertumbuhan ya," ujarnya.

"Produk Susu Kental Manis ini jangan dipersepsikan sebagai minuman bergizi untuk anak karena memiliki kadar gula tinggi," lanjutnya.

Produk susu kental manis yang sering diiklankan secara berlebihan jika diamati labelnya bukanlah produk yang bergizi baik. Walaupun menggunakan nama 'susu' namun tidak semua mengandung 'susu'. Apalagi banyak bahan tambahan pangan yang dimasukkan dalam produk tersebut seperti perisa susu, pewarna, dan lain-lain.

Beberapa produsen susu kental manis sepeti Nestle tidak lagi mengiklankan susu kental manis, namun produsen lain seperti Frisian Flag Indonesia dalam iklannya masih menggambarkan susu kental manis sebagai minuman yang dikonsumsi keluarga. (Gungde Ariwangsa)


Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 25 September 2017
TRAGEDI KEMANUSIAAN
Memberi Makan Ribuan Pengungsi,  Bangladesh Berharap Bantuan Internasional

Bisnisnews.id-Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi mengatakan, saat ini Bangladesh sangat membutuhkan bantuan internasional, untuk memberi makan dan melindungi 436.000 orang Rohingya yang telah meninggalkan Myanmar . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Minggu, 24 September 2017
AIRNAV INDONESIA
Gunung Agung Status AWAS, Sejumlah Penerbangan ke Bali Akan Dialihkan 

Bisnisnews.id-Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia) akan mengalihkan sejumlah rute penerbangan tujuan bandara I Gusti Ngurahrai Bali ke sejumlah bandara, menyusul ancaman letusan . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Minggu, 24 September 2017
Nobar Pertandingan  KPK Vs DPR,  Makin Tegang ....

Oleh: Baba Makmun Penulis adalah wartawan senior, tinggal di kawasan Pejaten Timur Jaksel. Bisnisnews.id-Ibarat tengah nonton bareng (nobar) pertandingan sepakbola, 'duel' Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) lawan Komisi Pemberantasan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Minggu, 24 September 2017
SATWA LANGKA
Tiongkok  Pinjamkan  Giant Panda ke  Indonesia Untuk Dikembangbiakan

Bisnisnews.id-Tiongkok pinjamkan sepasang satwa Giant Panda kepada pemerintah Indonesia untuk dikembangbiakan di Taman Safari Indonesia. Giant Panda merupakan salah satu satwa kategori Appendix I CITES yang merupakan satwa endemik . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 24 September 2017
TES RUDAL
AS Tuduh Iran Dan Korut Kerjasama Kembangkan Nuklir

Bisnisnews.id - Presiden Trump menuduh Iran berkolaborasi dengan Korea Utara untuk memperkuat teknologi rudal mereka dalam tweet-nya pada Sabtu 23 Agustus, mengkritik kesepakatan nuklir 2015 antara AS, Iran dan lima negara kuat . . .
Selengkapnya