Minggu, 22 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Opini / / Berita

OPINI
Jumat, 09 Juni 2017 00:01 WIB

Sinergi Lebih Dekat Dibutuhkan Antara Bandara Dan Maskapai


Wisatawan dapat berbelanja di toko online London Heathrow Airport dan mengambil barang-barang di toko sesudahnya. (Foto: Dominic Dudley via Getty Images)

Bisnisnews.id - Bandara dan maskapai penerbangan adalah mitra alami. Mereka unggul dalam koordinasi untuk mendapatkan jutaan pelanggan. Namun, mereka tidak bekerja sama dengan baik di bidang lain yang dapat meningkatkan pendapatan, menurunkan biaya, meningkatkan efisiensi dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Tekanan yang kuat pada bandara dan maskapai penerbangan di seluruh dunia, mencakup masalah geopolitik, masalah keamanan, meningkatnya persaingan dan kebutuhan untuk menurunkan biaya, kedua mitra ini harus menjadikan sinergi sebagai prioritas utama. 

Ada empat area utama di mana bandara dan maskapai penerbangan dapat bekerja sama dengan biaya inkremental yang relatif terbatas seperti penjualan; program loyalitas; program digitalisasi gabungan; pengembangan real estat yang dan operasi hub yang lebih baik.

Bandara dan maskapai penerbangan harus bekerja untuk memecahkan masalah mendasar seperti menjual lebih banyak produk ritel kepada jutaan penumpang. Di pesawat ada waktu untuk berbelanja namun persediaan terbatas, dan di bandara seringkali sedikit waktu untuk berbelanja tapi banyak stok.

Untuk membuat belanja lebih nyaman, bandara dan maskapai penerbangan bisa mengintegrasikan saluran penjualan  barang ritel. Ada tiga cara untuk melakukannya: pesawat terbang ke gerbang, dimana browsing produk lalu pembelian dilakukan di bandara tujuan dan dikirim ke gerbang kedatangan oleh staf bandara.

Cara lain, antar pesawat terbang. Caranya mirip dengan pesawat terbang ke gerbang, hanya kali ini staf bandara mengirimkan barang ke gerbang transit penerbangan penghubung. Cara ketiga adalah rumah ke gerbang, dimana browsing dan pembelian produk dilakukan saat masih di rumah dan dikumpulkan gerbang keberangkatan. 

Saluran penjualan bersama ini dapat meningkatkan penjualan komersial bandara sebesar 10 sampai 20 persen, sementara maskapai penerbangan dapat meningkatkan penjualan komersial hingga lebih dari 50 persen.

Sebenarnya, beberapa bandara sudah mengenalkan teknologi baru dan model bisnis untuk meningkatkan penjualan. Misalnya, Bandara Internasional Hong Kong telah memperkenalkan fasilitas i-Gate, yang memungkinkan wisatawan memesan barang secara langsung via tablet di gerbang keberangkatan dan barang-barang tersebut dikirimkan dalam waktu 10 menit.

Toko online di London Heathrow Airport yaitu Heathrow Boutique, menawarkan layanan "Reserve & Collect" dimana penumpang dapat memesan produk secara online, kemudian membayar dan mengambil barang di toko.

Program loyalitas juga berpotensi menghasilkan kemitraan yang sukses. Sebagian besar maskapai penerbangan menawarkan program loyalitas namun survei bandara internasional baru-baru ini menemukan bahwa hanya seperempat pengguna program loyalitas ini.

Bila digabung, bandara dan maskapai penerbangan dapat memperluas rewards-nya, menawarkan segalanya mulai dari diskon eceran makanan dan barang mewah, hingga akses ke lounge bandara, parkir gratis, jalur cepat dan jarak tempuh frequent flyer.

Are lain di mana maskapai penerbangan dan bandara bisa berkoordinasi adalah digitalisasi. Dengan mengintegrasikan usaha digitalisasi, perusahaan penerbangan dan hub bandara dapat menawarkan aplikasi tunggal untuk pengalaman perjalanan terpadu dengan segala macam layanan, informasi dan panduan. Misalnya, informasi real-time mengenai rincian penerbangan, perubahan gerbang, rincian jalur keamanan dan sebagainya. 

Misalnya, Emirates baru-baru ini memulai program "Bersama-Together" yang bekerja sama dengan otoritas bea cukai, polisi, imigrasi dan bandara Dubai untuk menggunakan teknologi guna meningkatkan pengalaman wisatawan dan membuat proses menjadi lebih sederhana, seperti check in atau drop-off dan pengumpulan bagasi .

Cara lain agar digitalisasi bisa menambah pendapatan, atau mengurangi biaya, meliputi: mengoptimalkan operasi melalui informasi yang lebih baik sehingga penumpang yang menggunakan help desk dan call center berkurang; Pemasaran dan penjualan silang dengan menghubungkan profil penumpang dengan kebiasaan belanja dan program loyalitas; Dan pengambilan keputusan yang lebih baik dengan menggunakan informasi penumpang dan travel untuk optimasi rute.

Ada juga kesempatan untuk lebih mengkoordinasikan pengembangan real estat dan kegiatan operasional, seperti membangun fasilitas penerbangan di properti bandara. Kemungkinan lainnya adalah cluster penerbangan yang mendorong pemasok dan maskapai penerbangan untuk mencari lahan milik bandara.

Bandara Internasional Al Maktoum di Dubaimenciptakan Dubai World Central yang telah mendedikasikan cluster penerbangan, logistik, dan akomodasi staf.

Dengan lingkungan geopolitik dan ekonomi yang jauh lebih dinamis dan meningkatnya persaingan global, bandara dan maskapai penerbangan perlu melakukan segala upaya untuk membuka sinergi.

Dengan membawa kemitraan mereka ke tingkat berikutnya, mereka dapat berkembang di pasar perjalanan global masa depan.

Oleh : Alessandro Borgogna, Marwan Bejjani and Tarek Khalifa di Strategy&


Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 21 April 2018
PESAWAT DELAY
Berikut Penjelasan Lion Group Soal Keterlambatan Puluhan Penerbangannya

Bisnisnews.id -   Puluhan penerbangan  Lion Air Group Sabtu (21/4/201) memgalami keterlambatan  (delayed) dari dan ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya