Jumat, 22 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Kesra / Berita

ANGKUTAN LEBARAN
Selasa, 13 Juni 2017 13:02 WIB

Mulai H-4 Truk Angkutan Barang Diatas 14 Ton Dilarang Melintas


ilustrasi

Bisnisnews.id-Mulai H-4 sampai H+4 Lebaran, seluruh kendaraan angkutan barang jenis truk dengan sumbu lebih dari dua dan berat di atas 14 ton dilarang melintas pada jalur mudik, terutama lampung dan Jawa. Kecuali untuk truck angkutan BBM, kebutuhan pokok dan komoditi lainnya sesuai ketentuan pemerintah.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Pudji Hartanto Iskandar mengatakan, sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, seluruh truk yang membawa bahan galian, tambang seperti pasir dilarang eras melintas mulai H-7 sampai H+7.

Khusus angkutan tambang ini, tidak ada toleransi, karena sudah ditetapkan dan disepakati bersama. "Pembatasan kendaraan truk itu dimulai H-4 Lebaran sampau H+3 Lebaran. Kecuali kendaraan angkutan BBM, bahan kebutuhan  pokok serta komoditas lain yang diatur pemerintah,"kata Pudji saat memberikan penjelasan tentang Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2017 di Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Baca juga:

-Menhub Terbitkan Aturan Pembatasan Angkutan Barang, Aptrindo Kurang Diakomodir

-Menhub Pastikan, Polri Amankan Seluruh Jalur Mudik

-Menhub Tetapkan Regulasi Permanen Mudik Lebaran

Pembatasan kendaraan angkutan barang itu, kata Pudji, untuk memperlancar pelayanan mudik lebaran dan tidak terjadi halangan di jalan. Namun yang lebih penting adalah, meningkatkan keamanan di jalan.

"Semuanya kami antisipasi dan kami lakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,"jelasnya.

Sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, selain melarang truk angkutan barang dan galian, juga menutup seluruh Jembatan Timbang. Lokasi jembatan timbang itu dialihfungsikan sebagai kantong parkir para pemudik yang akan beristirahat.

"Pengemudi harus istirahat setelah kerja selama empat jam. Mereka harus istrihat sebelum melanjutkan perjalanan kembali," kata Pudji.

Khusus pengemudi bus AKAP, selain istirahat  di res area yang disediakan, juga diwajibkan ganti pengemudi. Mereka membawa penumpang dalam jumlah banyak dan harus lebih siap dan sehat untuk mengemudikan kendaraan sampai tujuan. Jadi mereka harus ada waktu istirahat yang cukup,"jelasnya. (Adhitio/Syam S)


Baca Juga

 

Arena  -  Jumat, 22 Juni 2018
BOLA
Messi Terancam Angkat Koper dari Russia

Bisnisnews.id - Argentina terancam angkat koper dari Piala Dunia 2018. Hal tersebut menyusul kekalahan pahit saat menghadapi Kroasia dengan skor besar 0-3 pada lanjutan pertandingan Grup D di Stadion Nizhny Novgorod, Jumat (22/6/2018).   Berstatus . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
ASIAN GAMES 2018
Menpora Kembali Ingatkan Target 10 Besar

Bisnisnews.id – Hari pertama masuk kerja usai cuti bersama Idul Fitri seluruh pejabat, staf Kemenpora menggelar Halal Bihalal 1439 H tahun 2018 dengan Menpora Imam Nahrawi, Ketua Inasgoc Erick Thohir, Ketua Inapgoc Raja . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
BOLA
Gede Siapkan Layar Lebar pada Laga Persija vs Persebaya

Bisnisnews.id – Menyambut pertandingan Persjia Jakarta kontra Persebaya Surabaya yang akan tersaji pada 26 Juni 2018. Gede Widiade berjanji akan menyiapkan layar lebar di beberapa wilayah agar para supoerter The Jakmania . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Kamis, 21 Juni 2018
TRAGEDI DANAU TOBA
ABK KM Sinar Bangun dan Patugas Dishub Tigaras Diperiksa Polisi

Bisnisnews.id - Tiga petugas Dinas Perhubungan di Pelabuhan Tigaras dan empat  anak buah kapal (ABK)  diperiksa pihak Kepolisian terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun di kawasan Danau Toba yang diduga membawa ratusan  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
PIALA DUNIA
Jagoan Sayap Kiri Denmark Sewa Jet Pribadi Untuk Melihat Istrinya Melahirkan

Bisnisnews.id  -  Jagoan sayap kiri Denmark, Jonas Knudsen harus absen beberapa jam karena istri tercintanya Trine melahirkan. Ini adalah kelahiran yang ditunggu-tunggu saat  para bintang lapangan hijau  berlaga. . . .
Selengkapnya