Rabu, 26 Juli 2017

Home/ Nasional / Kesra / Berita

Selasa, 13 Juni 2017 13:02 WIB

Mulai H-4 Truk Angkutan Barang Diatas 14 Ton Dilarang Melintas


ilustrasi

Bisnisnews.id-Mulai H-4 sampai H+4 Lebaran, seluruh kendaraan angkutan barang jenis truk dengan sumbu lebih dari dua dan berat di atas 14 ton dilarang melintas pada jalur mudik, terutama lampung dan Jawa. Kecuali untuk truck angkutan BBM, kebutuhan pokok dan komoditi lainnya sesuai ketentuan pemerintah.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Pudji Hartanto Iskandar mengatakan, sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, seluruh truk yang membawa bahan galian, tambang seperti pasir dilarang eras melintas mulai H-7 sampai H+7.

Khusus angkutan tambang ini, tidak ada toleransi, karena sudah ditetapkan dan disepakati bersama. "Pembatasan kendaraan truk itu dimulai H-4 Lebaran sampau H+3 Lebaran. Kecuali kendaraan angkutan BBM, bahan kebutuhan  pokok serta komoditas lain yang diatur pemerintah,"kata Pudji saat memberikan penjelasan tentang Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2017 di Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Baca juga:

-Menhub Terbitkan Aturan Pembatasan Angkutan Barang, Aptrindo Kurang Diakomodir

-Menhub Pastikan, Polri Amankan Seluruh Jalur Mudik

-Menhub Tetapkan Regulasi Permanen Mudik Lebaran

Pembatasan kendaraan angkutan barang itu, kata Pudji, untuk memperlancar pelayanan mudik lebaran dan tidak terjadi halangan di jalan. Namun yang lebih penting adalah, meningkatkan keamanan di jalan.

"Semuanya kami antisipasi dan kami lakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,"jelasnya.

Sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, selain melarang truk angkutan barang dan galian, juga menutup seluruh Jembatan Timbang. Lokasi jembatan timbang itu dialihfungsikan sebagai kantong parkir para pemudik yang akan beristirahat.

"Pengemudi harus istirahat setelah kerja selama empat jam. Mereka harus istrihat sebelum melanjutkan perjalanan kembali," kata Pudji.

Khusus pengemudi bus AKAP, selain istirahat  di res area yang disediakan, juga diwajibkan ganti pengemudi. Mereka membawa penumpang dalam jumlah banyak dan harus lebih siap dan sehat untuk mengemudikan kendaraan sampai tujuan. Jadi mereka harus ada waktu istirahat yang cukup,"jelasnya. (Adhitio/Syam S)


Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 26 Juli 2017
IKLIM INVESTASI
Bank Dunia Minta Pemerintah Kurangi Hak Istimewa BUMN 

Bisnisnews.id - Bank Dunia meminta Indonesia memperbaiki iklim investasinya untuk menarik lebih banyak investasi ke dalam pembangunan infrastruktur. Saran yang diberikan bagi pemerintah cukup banyak, salah satunya adalah mengurangi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 26 Juli 2017
INDUSTRIAL
Regulator dan Pengguna Jasa Gelisah Hadapi Rencana Aksi Mogok SP JICT

Bisnisnews.id-Ancaman mogok massal para pekerja pelabuhan di Tanjung Priok yang diinisiasi Serikat Pekerja Jakarta International Countainer terminal (SP-JICT) membuat gundah para pelaku usaha dan pemerintah. Pasalnya, bila benar . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 26 Juli 2017
NILAI TUKAR
Rupiah Makin Tersudut di Level 13. 322 dan Resisten 13.297

Bisnisnews.id-Nilai tukar Rupiah makin tersudut dengan terus menguatnya dolar AS. Prgerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan berada pada level support 13.322 dan resisten 13.297. Walau terlihat masih lebih baik dari sebelumnya, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 26 Juli 2017
ASIAN GAMES 2018
 Komisi X  DPR RI Tetap Minta INASGOC Transparan

Bisnisnews.id - Komisi X DPR-RI menyetujui usulan anggaran dana triwulan kedua sebesar Rp1,5 triliun yang diajukan panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) untuk persiapan penyelenggaraan Asian Games Jakarta-Palembang 2018. "Ya, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 26 Juli 2017
KERJA SAMA
Indonesia Tuan Rumah Konferensi Menteri Pendidikan Se-Asia Tenggara

49th SEAMEO Council Conference membahas tujuh prioritas bidang pendidikan Bisnisnews.id – Kemendikbud Indonesia menjadi tuan rumah dalam Konferensi Tingkat Menteri Pendidikan Asia Tenggara ke-49 atau 49th SEAMEO Council . . .
Selengkapnya