Kamis, 23 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Kesra / Berita

ANGKUTAN LEBARAN
Selasa, 13 Juni 2017 13:02 WIB

Mulai H-4 Truk Angkutan Barang Diatas 14 Ton Dilarang Melintas


ilustrasi

Bisnisnews.id-Mulai H-4 sampai H+4 Lebaran, seluruh kendaraan angkutan barang jenis truk dengan sumbu lebih dari dua dan berat di atas 14 ton dilarang melintas pada jalur mudik, terutama lampung dan Jawa. Kecuali untuk truck angkutan BBM, kebutuhan pokok dan komoditi lainnya sesuai ketentuan pemerintah.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Pudji Hartanto Iskandar mengatakan, sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, seluruh truk yang membawa bahan galian, tambang seperti pasir dilarang eras melintas mulai H-7 sampai H+7.

Khusus angkutan tambang ini, tidak ada toleransi, karena sudah ditetapkan dan disepakati bersama. "Pembatasan kendaraan truk itu dimulai H-4 Lebaran sampau H+3 Lebaran. Kecuali kendaraan angkutan BBM, bahan kebutuhan  pokok serta komoditas lain yang diatur pemerintah,"kata Pudji saat memberikan penjelasan tentang Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2017 di Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Baca juga:

-Menhub Terbitkan Aturan Pembatasan Angkutan Barang, Aptrindo Kurang Diakomodir

-Menhub Pastikan, Polri Amankan Seluruh Jalur Mudik

-Menhub Tetapkan Regulasi Permanen Mudik Lebaran

Pembatasan kendaraan angkutan barang itu, kata Pudji, untuk memperlancar pelayanan mudik lebaran dan tidak terjadi halangan di jalan. Namun yang lebih penting adalah, meningkatkan keamanan di jalan.

"Semuanya kami antisipasi dan kami lakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,"jelasnya.

Sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, selain melarang truk angkutan barang dan galian, juga menutup seluruh Jembatan Timbang. Lokasi jembatan timbang itu dialihfungsikan sebagai kantong parkir para pemudik yang akan beristirahat.

"Pengemudi harus istirahat setelah kerja selama empat jam. Mereka harus istrihat sebelum melanjutkan perjalanan kembali," kata Pudji.

Khusus pengemudi bus AKAP, selain istirahat  di res area yang disediakan, juga diwajibkan ganti pengemudi. Mereka membawa penumpang dalam jumlah banyak dan harus lebih siap dan sehat untuk mengemudikan kendaraan sampai tujuan. Jadi mereka harus ada waktu istirahat yang cukup,"jelasnya. (Adhitio/Syam S)


Baca Juga

 

Internasional  -  Kamis, 23 November 2017
CANBERRA
Paksa Pengungsi Pergi, Polisi PNG Masuki Kamp Manus

Bisnisnews.id - Polisi Papua Nugini masuk ke kamp pengungsian yang dikelola oleh Australia pada hari Kamis 23 November dan memaksa ratusan orang meninggalkan pusat penahanan di pulau tersebut. Pencari suaka, yang telah dibarikade . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
KECELAKAAN
Delapan Selamat Setelah Pesawat AL AS Jatuh DI Laut Jepang

Bisnisnews.id - Tim penyelamat telah menyelamatkan delapan orang ke tempat yang aman di selatan Jepang setelah sebuah pesawat Angkatan Laut AS dengan 11 orang di kapal jatuh di Laut Filipina. Pasukan Jepang dan Amerika bergegas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
TERORIS
Pakistan Bebaskan Dalang Serangan Mumbai

Bisnisnews.id - Pengadilan Pakistan pada hari Rabu 22 November memerintahkan pembebasan salah satu dalang dugaan serangan Mumbai 2008 yang menewaskan lebih dari 160 orang, setelah berbulan-bulan AS menekan Islamabad atas dugaan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
ZIMBABWE
Mugabe Keluar, Buaya Pulang Ambil Alih

Bisnisnews.id - Wakil presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa akan terbang pulang pada hari Rabu 22 November untuk mengambil alih kekuasaan setelah pengunduran diri Robert Mugabe yang mengakhiri masa pemerintahan 37 tahun yang otoriter. Dia . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
SERBIA
Dipenjara Seumur Hidup, Penjagal Bosnia Dinyatakan Bersalah Atas Genosida

Bisnisnews.id - Juri PBB pada hari Rabu 22 November menghukum mantan komandan Serbia Bosnia, Ratko Mladic untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah menemukannya bersalah melakukan genosida dan kejahatan perang dalam . . .
Selengkapnya