Minggu, 22 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Kesra / Berita

ANGKUTAN LEBARAN
Selasa, 13 Juni 2017 13:02 WIB

Mulai H-4 Truk Angkutan Barang Diatas 14 Ton Dilarang Melintas


ilustrasi

Bisnisnews.id-Mulai H-4 sampai H+4 Lebaran, seluruh kendaraan angkutan barang jenis truk dengan sumbu lebih dari dua dan berat di atas 14 ton dilarang melintas pada jalur mudik, terutama lampung dan Jawa. Kecuali untuk truck angkutan BBM, kebutuhan pokok dan komoditi lainnya sesuai ketentuan pemerintah.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Pudji Hartanto Iskandar mengatakan, sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, seluruh truk yang membawa bahan galian, tambang seperti pasir dilarang eras melintas mulai H-7 sampai H+7.

Khusus angkutan tambang ini, tidak ada toleransi, karena sudah ditetapkan dan disepakati bersama. "Pembatasan kendaraan truk itu dimulai H-4 Lebaran sampau H+3 Lebaran. Kecuali kendaraan angkutan BBM, bahan kebutuhan  pokok serta komoditas lain yang diatur pemerintah,"kata Pudji saat memberikan penjelasan tentang Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2017 di Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Baca juga:

-Menhub Terbitkan Aturan Pembatasan Angkutan Barang, Aptrindo Kurang Diakomodir

-Menhub Pastikan, Polri Amankan Seluruh Jalur Mudik

-Menhub Tetapkan Regulasi Permanen Mudik Lebaran

Pembatasan kendaraan angkutan barang itu, kata Pudji, untuk memperlancar pelayanan mudik lebaran dan tidak terjadi halangan di jalan. Namun yang lebih penting adalah, meningkatkan keamanan di jalan.

"Semuanya kami antisipasi dan kami lakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,"jelasnya.

Sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, selain melarang truk angkutan barang dan galian, juga menutup seluruh Jembatan Timbang. Lokasi jembatan timbang itu dialihfungsikan sebagai kantong parkir para pemudik yang akan beristirahat.

"Pengemudi harus istirahat setelah kerja selama empat jam. Mereka harus istrihat sebelum melanjutkan perjalanan kembali," kata Pudji.

Khusus pengemudi bus AKAP, selain istirahat  di res area yang disediakan, juga diwajibkan ganti pengemudi. Mereka membawa penumpang dalam jumlah banyak dan harus lebih siap dan sehat untuk mengemudikan kendaraan sampai tujuan. Jadi mereka harus ada waktu istirahat yang cukup,"jelasnya. (Adhitio/Syam S)


Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 21 April 2018
PESAWAT DELAY
Berikut Penjelasan Lion Group Soal Keterlambatan Puluhan Penerbangannya

Bisnisnews.id -   Puluhan penerbangan  Lion Air Group Sabtu (21/4/201) memgalami keterlambatan  (delayed) dari dan ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya