Minggu, 22 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hankam / Berita

PERTAHANAN NASIONAL
Selasa, 13 Juni 2017 13:03 WIB

ISIS Di Indonesia Belum Aktif


Sejumlah anggota Sapol PP Sukoharjo menghapus gaffiti ISIS di kawasan Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Selasa (5/8/2014). (Photo: Iskandar/JIBI/Solopos)

Bisnisnesws.id - Radikalisme telah menyebar ke hampir semua provinsi di Indonesia dan keamanan ditingkatkan di daerah perbatasan Sulawesi, di tengah pengepungan yang sedang berlangsung di kota Marawi, Filipina Selatan, kata pejabat TNI

"Hampir di semua provinsi di Indonesia, kecuali di Papua, ada sel-sel ISIS yang tertidur," kepala Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan di sebuah forum yang dihadiri oleh media pada Senin malam (12/6/2017).

Anggota ISIS ini telah mengalami radikalisasi namun belum aktif. Mereka mungkin akan bertindak saat ada pemicu, ia memperingatkan. 

Jenderal Angkatan Darat, Ganip Warsito yang mengawasi Sulawesi dan perbatasan Filipina, mengatakan bahwa warga bisa terbuka untuk melindungi ISIS yang melarikan diri dari Filipina, jika ada di antara mereka yang berhasil menyeberang ke Indonesia.

Jenderal Ganip mengatakan bahwa keamanan telah ditingkatkan untuk mengantisipasi kemenangan militer Filipina terhadap militan yang kalah dalam pertempuran di Marawi.

"Jika Filipina menang, Indonesia akan mendapat dampak dari militan yang kalah. Namun jika Filipina kalah, Mindanao akan menjadi basis ISIS regional yang mengancam Indonesia," katanya.

Hal ini telah mendorong militer Indonesia untuk mendirikan lebih banyak pangkalan militer, yang dikenal sebagai Kodim, di daerah terpencil di perbatasan, tambahnya.

Jenderal Ganip mengatakan operasi pertahanan intelijen dan teritorial di sekitar perbatasan dengan Filipina belum memberikan indikasi adanya militan yang telah menyeberang dan militer Indonesia berusaha untuk mempertahankan seperti itu.

Sebagai bagian dari peningkatan keamanan, penguatan dikirim ke semua pulau lain di daerah tersebut yang dianggap berpotensi digunakan dalam rute pelarian.

"Semua pulau yang merupakan target potensial untuk infiltrasi, kami telah mengirim pasukan ke sana. Pulau-pulau tersebut termasuk Matutuang dan Kawio," kata Ganip.

Tapi karena wilayah perbatasan dengan Filipina adalah jalur perdagangan tradisional, militan mungkin berusaha menyeberang ke Indonesia dengan bantuan pedagang. Jenderal Ganip mengatakan militer berusaha mencegah hal ini terjadi. (marloft)


Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 21 April 2018
PESAWAT DELAY
Berikut Penjelasan Lion Group Soal Keterlambatan Puluhan Penerbangannya

Bisnisnews.id -   Puluhan penerbangan  Lion Air Group Sabtu (21/4/201) memgalami keterlambatan  (delayed) dari dan ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya