Kamis, 23 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hankam / Berita

PERTAHANAN NASIONAL
Selasa, 13 Juni 2017 13:03 WIB

ISIS Di Indonesia Belum Aktif


Sejumlah anggota Sapol PP Sukoharjo menghapus gaffiti ISIS di kawasan Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Selasa (5/8/2014). (Photo: Iskandar/JIBI/Solopos)

Bisnisnesws.id - Radikalisme telah menyebar ke hampir semua provinsi di Indonesia dan keamanan ditingkatkan di daerah perbatasan Sulawesi, di tengah pengepungan yang sedang berlangsung di kota Marawi, Filipina Selatan, kata pejabat TNI

"Hampir di semua provinsi di Indonesia, kecuali di Papua, ada sel-sel ISIS yang tertidur," kepala Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan di sebuah forum yang dihadiri oleh media pada Senin malam (12/6/2017).

Anggota ISIS ini telah mengalami radikalisasi namun belum aktif. Mereka mungkin akan bertindak saat ada pemicu, ia memperingatkan. 

Jenderal Angkatan Darat, Ganip Warsito yang mengawasi Sulawesi dan perbatasan Filipina, mengatakan bahwa warga bisa terbuka untuk melindungi ISIS yang melarikan diri dari Filipina, jika ada di antara mereka yang berhasil menyeberang ke Indonesia.

Jenderal Ganip mengatakan bahwa keamanan telah ditingkatkan untuk mengantisipasi kemenangan militer Filipina terhadap militan yang kalah dalam pertempuran di Marawi.

"Jika Filipina menang, Indonesia akan mendapat dampak dari militan yang kalah. Namun jika Filipina kalah, Mindanao akan menjadi basis ISIS regional yang mengancam Indonesia," katanya.

Hal ini telah mendorong militer Indonesia untuk mendirikan lebih banyak pangkalan militer, yang dikenal sebagai Kodim, di daerah terpencil di perbatasan, tambahnya.

Jenderal Ganip mengatakan operasi pertahanan intelijen dan teritorial di sekitar perbatasan dengan Filipina belum memberikan indikasi adanya militan yang telah menyeberang dan militer Indonesia berusaha untuk mempertahankan seperti itu.

Sebagai bagian dari peningkatan keamanan, penguatan dikirim ke semua pulau lain di daerah tersebut yang dianggap berpotensi digunakan dalam rute pelarian.

"Semua pulau yang merupakan target potensial untuk infiltrasi, kami telah mengirim pasukan ke sana. Pulau-pulau tersebut termasuk Matutuang dan Kawio," kata Ganip.

Tapi karena wilayah perbatasan dengan Filipina adalah jalur perdagangan tradisional, militan mungkin berusaha menyeberang ke Indonesia dengan bantuan pedagang. Jenderal Ganip mengatakan militer berusaha mencegah hal ini terjadi. (marloft)


Baca Juga

 

Internasional  -  Kamis, 23 November 2017
CANBERRA
Paksa Pengungsi Pergi, Polisi PNG Masuki Kamp Manus

Bisnisnews.id - Polisi Papua Nugini masuk ke kamp pengungsian yang dikelola oleh Australia pada hari Kamis 23 November dan memaksa ratusan orang meninggalkan pusat penahanan di pulau tersebut. Pencari suaka, yang telah dibarikade . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
KECELAKAAN
Delapan Selamat Setelah Pesawat AL AS Jatuh DI Laut Jepang

Bisnisnews.id - Tim penyelamat telah menyelamatkan delapan orang ke tempat yang aman di selatan Jepang setelah sebuah pesawat Angkatan Laut AS dengan 11 orang di kapal jatuh di Laut Filipina. Pasukan Jepang dan Amerika bergegas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
TERORIS
Pakistan Bebaskan Dalang Serangan Mumbai

Bisnisnews.id - Pengadilan Pakistan pada hari Rabu 22 November memerintahkan pembebasan salah satu dalang dugaan serangan Mumbai 2008 yang menewaskan lebih dari 160 orang, setelah berbulan-bulan AS menekan Islamabad atas dugaan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
ZIMBABWE
Mugabe Keluar, Buaya Pulang Ambil Alih

Bisnisnews.id - Wakil presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa akan terbang pulang pada hari Rabu 22 November untuk mengambil alih kekuasaan setelah pengunduran diri Robert Mugabe yang mengakhiri masa pemerintahan 37 tahun yang otoriter. Dia . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
SERBIA
Dipenjara Seumur Hidup, Penjagal Bosnia Dinyatakan Bersalah Atas Genosida

Bisnisnews.id - Juri PBB pada hari Rabu 22 November menghukum mantan komandan Serbia Bosnia, Ratko Mladic untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah menemukannya bersalah melakukan genosida dan kejahatan perang dalam . . .
Selengkapnya