Rabu, 18 Oktober 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / / Berita

OPINI
Sabtu, 17 Juni 2017 12:39 WIB

Pemerintah Terborgol, Investasi Asing Melambat


Presiden Joko Widodo telah menekankan pentingnya filosofi Pancasila, seperti yang dia lakukan pada awal bulan ini.

Bisnisnews.id - Pertumbuhan investasi asing langsung di Indonesia melambat. Data terakhir menunjukkan pertumbuhan hanya 0,9 persen pada tahun ini kuartal Januari-Maret. Pemimpin politik tampak terborgol dengan melonjaknya ketegangan religius dan etnis.

Pemerintah mewaspadai meningkatnya kekakuan agama dan dampak negatifnya terhadap pertumbuhan ekonomi. Presiden Joko Widodo berusaha keras untuk terus melakukan pemisahan.

Baru-baru ini, pemerintah telah menjalankan kampanye yang menggunakan slogan "Saya Indonesia, Saya Pancasila" lewat media sosial.

Filosofi Pancasila terdiri dari 5 prinsip dan mengakui keragaman agama. Ini adalah ideologi yang diciptakan oleh Soekarno, presiden pertama Indonesia, untuk menyatukan sebuah negara multinasional yang tersebar di lebih dari 17 ribu pulau dan menyebabkan keterbukaan pikiran di seluruh negeri. Kini, lebih dari tujuh dekade sejak kemerdekaan, pemerintah saat ini kembali menekankan Pancasila. 

Namun, meningkatnya kehadiran kelompok-kelompok Islam dan frekuensi demonstrasi besar telah membebani benak investor global.

Investor asing tampaknya mengingat kerusuhan Mei 1998 di Jakarta, ketika massa menyerang minoritas etnis Tionghoa, menyebabkan lebih dari seribu orang tewas. Penjarahan dan pembakaran melumpuhkan perekonomian negara. Ekspatriat tidak punya pilihan kecuali melarikan diri.

Mengingat bahwa Indonesia secara politik dan ekonomi lebih stabil sekarang, idealnya tidak mungkin negara tersebut akan jatuh ke dalam pusaran serupa. Namun, konflik agama dan etnis telah menciptakan atmosfir yang jelas.

Pada tanggal 1 Juni, Hari Pancasila, Widodo mengumumkan bahwa dia akan mendirikan sebuah organisasi untuk memelihara dan menyebarkan prinsip-prinsip filosofi nasional. Tim tersebut akan langsung melapor ke presiden. Widodo juga mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan tindakan keras bila timbul konflik agama atau etnis.

Kini tampaknya disibukkan dengan penyembuhan filosofi, pemerintah pusat dikritik karena tidak memperhatikan ekonomi.

Widodo mulai menjabat pada bulan Oktober 2014. Dia memulai dengan memprioritaskan kebijakan ekonomi. Satu paket yang diperkenalkannya mencakup 14 langkah, mulai dari memperbaiki lingkungan investasi hingga mengurangi pembatasan modal asing untuk mempromosikan e-commerce. Dia juga mengintegrasikan kantor-kantor yang menangani proyek infrastruktur dan proyek pembangunan lainnya, memungkinkan persetujuan dasar diberikan sesedikitnya 3 jam.

Namun, pemerintah belum memperkenalkan paket ekonomi baru sejak akhir tahun lalu. 

Investasi langsung asing mengalami penurunan. Pada kuartal pertama 2016, FDI meningkat dua digit. Sejak saat itu, pertumbuhan FDI terhenti. Perlambatan ini sangat penting dalam beberapa bulan terakhir. FDI berkembang sebesar 2,1 persen pada kuartal Oktober-Desember 2016, kemudian hanya sebesar 0,9 persen pada kuartal Januari-Maret terakhir.


Tren ini bertepatan dengan berkembangnya kesenjangan sosial yang terwujud dalam kampanye pemilihan gubernur di Jakarta dan pengadilan Basuki Purnama.

Pada pertengahan bulan Mei, Widodo menghadiri pertemuan puncak yang terkait dengan Inisiatif China's Belt and Road (OBOR). Diskusi dengan pejabat Beijing untuk pengembangan pelabuhan di Sumatra. Beberapa hari sebelum pertemuan tersebut, Luhut Binsar Pandjaitan, Menko maritim mengatakan bahwa investasi China bukanlah sebuah invasi.

Pemerintah Widodo memiliki rencana untuk membangun infrastruktur senilai 460 miliar dolar dengan 70 persen sektor swasta dilibatkan. Untuk mempercepat rencana ini, investasi asing sangat penting.

Mempertahankan kohesi sosial penting, tapi membuat investor global tertarik juga sama penting. (Jun Suzuki, Nikkei)


Baca Juga

 

Internasional  -  Rabu, 18 Oktober 2017
Serangan Mematikan  "Drone"  di Pakistan, 26 Pejuang Taliban Tewas

Bisnisnews.id-Serangan pesawat tanpa awak milik Amerika di sebuah kompleks yang digunakan oleh jaringan Haqqani yang bermarkas di Taliban menimbulkan banyak korban. Selasa sore (17/10/2017) dilaporkan, tercatat 26 orang tewas. Serangan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 18 Oktober 2017
PENDAPATAN NEGARA
Pariwisata Penyumbang Devisa Terbesar di 2019

Bisnisnews.id-Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada 2019 dengan nilai mencapai 24 miliar dolar AS melampaui sektor migas dan minyak kelapa sawit . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 18 Oktober 2017
Gaya "Unik" Sandiaga Uno di Acara Syukuran  ....

Bisnisnews.id-Keunikan yang dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno dalam acara Selametan Jakarta, saat dirinya sengaja mencopot satu per satu atribut pakaian dinas upacara (PDU) yang dikenakannya. Kemudian Sandi memberikan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 17 Oktober 2017
TOL LAUT
KM Sabuk Nusantara 93 Milik Ditjen Hubla Diluncurkan

Bisnisnews.id-Steadfast Marine  selesaikan pembangunan kapal perintis ke tujuh dari 13 kapal pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Masing-masing type 1200 GT  dan 2000 GT dengan total . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 17 Oktober 2017
RETORIKA
Korut : Perang Rudal Dapat Dimulai Kapan Saja

Bisnisnews.id - Wakil Duta Besar PBB untuk Korea Utara memperingatkan Senin 16 Oktober bahwa situasi di semenanjung Korea telah mencapai titik sentuh dan perang nuklir dapat terjadi kapan saja. Kim In-ryong mengatakan kepada . . .
Selengkapnya