Jumat, 23 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Metropolitan / Jabodetabek / Berita

REKLAMASI TELUK JAKARTA
Senin, 19 Juni 2017 17:39 WIB

Terumbu Rusak, Ikan Tak Ada, Nelayan Sengsara



Bisnisnews.id-Mega proyek reklamasi yang rencananya akan dilaksanakan di teluk Jakarta ternyata tidak hanya berimbas pada Nelayan yang ada di teluk itu sendiri. Bahkan, nelayan di wilayah Banten yang mencari ikan di Pulau Tunda juga terkena imbas dari penyedotan pasir yang ada di perairan Banten.

Diketahui Pulau Tunda merupakan sebuah pulau yang ada di Kabupaten Serang Kecamatan Tirtayasa Banten. Sebelumnya untuk melakukan pengurukan salah satu pulau reklamasi yang akan dibangun di Teluk Jakarta banyak kapal tongkang mengambil material pasir dari perairan Banten ini.

Mega proyek yang sering dijadikan alasan untuk menanggulangi tenggelamnya Jakarta ini terus diupayakan untuk bisa berjalan walaupun menjumpai banyak kontroversi. Namun begitu, ironisnya untuk pembangunan 17 pulau reklamasi itu malah membawa dampak buruk bagi masyarakat yang salah satunya Nelayan.

Aldo (23) salah satunya, dia (Aldo) mengaku semenjak adanya penyedotan pasir di Pulau Tunda dirinya harus rela mencari ikan lebih jauh hingga ke Kepulauan Seribu.

"Sekarang di sekitaran pulau Tunda sudah tidak banyak lagi ikan seperti dulu, makanya kami mencari ikan sampai Kepulauan Seribu," ungkapnya pada Okezone di Pelabuhan Perairan Karangantu, Kota Serang, Banten.

Meski begitu, Aldo bersama beberapa awak kapal lainnya harus rela mengeluarkan waktu lebih lama dan juga akomodasi perbekalan melaut yang lebih banyak.

"Kadang malah kita tekor. Untuk melaut saja kami butuh 100 liter solar. Dan hasilnya malah tidak seimbang dengan yang kita keluarkan,' ungkapnya dengan rasa kesal.

Menurut Aldo, perburuannya mencari ikan hingga ke lokasi Kepulauan Seribu dikarenakan hancurnya habitat ikan dan biota laut di Pulau Tunda.

"Kami mau cari apa disitu ? Ikan aja udah jarang, itu akibat pengurukan pasir yang dilakukan kapal tongkang untuk reklamasi di Teluk Jakarta," tandasnya.(BALQI)

Baca Juga

 

Internasional  -  Jumat, 23 Februari 2018
INDEKS KORUPSI
Peringkat 96, Indonesia Masih Masuk Kategori Negara Korup

Bisnisnews.id - Transparency International merilis Indeks Persepsi Korupsi 2017  dan hasil penemuannya adalah sebagian besar negara di dunia hanya membuat sedikit atau tidak ada kemajuan dalam mengakhiri korupsi. Indonesia . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 23 Februari 2018
EXPO
Kemenpora Pamerkan Industri Olahraga di Kemenkeu

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ikut berpatisipasi pada Pameran Capain Kinerja Kementerian dan Lembaga yang di gelar di Kantor Kementeria Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (22/2/2018). Pada . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
Jurgen Klopp Ingin Kembali ke Era Bill Shankly

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan, klub yang dilatihnya tersebut sarat akan sejarah yang besar dan pelatih-pelatih hebat di masa lampau salah satunya, Klopp menyebut Liverpool era Bill Shankly sebagai . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
KLUB BOLA
AC Milan Bangkrut, Bos Asal Tiongkok Yonghong Li Teriak

Bisnisnews.id – Pemilik AC Milan Yonghong Li akhirnya buka suara dan membantah semua kabar yang menyebutkan bahwa dirinya mengalami masalah finansial dan jatuh bangkrut, Rabu (22/2/2010). Sebelumnya, keuangan Li disebut  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
ASIAN GAMES
Asian Games 2018 Akan Diliput 2000 Wartawan

Bisnisnews.id – Buka hanya ribuan atlet dan ofisial yang bakal menyerbu Palembang, tapi awak media juga akan membanjiri Bumi Sriwijaya guna meliput perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Diperkirakan 2.000 wartawan akan . . .
Selengkapnya