Sabtu, 25 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Metropolitan / Jabodetabek / Berita

REKLAMASI TELUK JAKARTA
Senin, 19 Juni 2017 17:39 WIB

Terumbu Rusak, Ikan Tak Ada, Nelayan Sengsara



Bisnisnews.id-Mega proyek reklamasi yang rencananya akan dilaksanakan di teluk Jakarta ternyata tidak hanya berimbas pada Nelayan yang ada di teluk itu sendiri. Bahkan, nelayan di wilayah Banten yang mencari ikan di Pulau Tunda juga terkena imbas dari penyedotan pasir yang ada di perairan Banten.

Diketahui Pulau Tunda merupakan sebuah pulau yang ada di Kabupaten Serang Kecamatan Tirtayasa Banten. Sebelumnya untuk melakukan pengurukan salah satu pulau reklamasi yang akan dibangun di Teluk Jakarta banyak kapal tongkang mengambil material pasir dari perairan Banten ini.

Mega proyek yang sering dijadikan alasan untuk menanggulangi tenggelamnya Jakarta ini terus diupayakan untuk bisa berjalan walaupun menjumpai banyak kontroversi. Namun begitu, ironisnya untuk pembangunan 17 pulau reklamasi itu malah membawa dampak buruk bagi masyarakat yang salah satunya Nelayan.

Aldo (23) salah satunya, dia (Aldo) mengaku semenjak adanya penyedotan pasir di Pulau Tunda dirinya harus rela mencari ikan lebih jauh hingga ke Kepulauan Seribu.

"Sekarang di sekitaran pulau Tunda sudah tidak banyak lagi ikan seperti dulu, makanya kami mencari ikan sampai Kepulauan Seribu," ungkapnya pada Okezone di Pelabuhan Perairan Karangantu, Kota Serang, Banten.

Meski begitu, Aldo bersama beberapa awak kapal lainnya harus rela mengeluarkan waktu lebih lama dan juga akomodasi perbekalan melaut yang lebih banyak.

"Kadang malah kita tekor. Untuk melaut saja kami butuh 100 liter solar. Dan hasilnya malah tidak seimbang dengan yang kita keluarkan,' ungkapnya dengan rasa kesal.

Menurut Aldo, perburuannya mencari ikan hingga ke lokasi Kepulauan Seribu dikarenakan hancurnya habitat ikan dan biota laut di Pulau Tunda.

"Kami mau cari apa disitu ? Ikan aja udah jarang, itu akibat pengurukan pasir yang dilakukan kapal tongkang untuk reklamasi di Teluk Jakarta," tandasnya.(BALQI)

Baca Juga

 

Internasional  -  Sabtu, 25 November 2017
SAUDI VS IRAN
Putra Mahkota Saudi Juluki Pemimpin Iran 'Hitler Baru'

Bisnisnews.id - Pangeran mahkota Arab Saudi telah memanggil pemimpin tertinggi Iran sebagai Hitler Timur baru, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Menyinggung kekuatan regional yang berkembang di Iran, Mohammed . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 25 November 2017
BREXIT
Uni Eropa Beri Inggris Waktu 10 Hari Selesaikan 3 Perkara

Bisnisnews.id - Presiden Uni Eropa Donald Tusk mengatakan pada hari Jumat 25 November bahwa kesepakatan Brexit pada bulan Desember mungkin saja terjadi tapi menjadi tantangan besar dan memberi Theresa May 10 hari untuk bertindak. Tusk . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 25 November 2017
KTT BRUSSELS
Musuhan Dengan Rusia, UE Pengaruhi Enam Negara Bekas Soviet

Bisnisnews.id - Uni Eropa berjanji untuk memperdalam hubungan dengan enam negara bekas Uni Soviet pada hari Jumat 25 November, sebagai upaya melawan pengaruh Rusia, namun memperingatkan mereka bahwa negara-negara tersebut tidak . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 25 November 2017
TERORIS
Serangan Masjid Di Sinai Mesir Bunuh 235 orang

Bisnisnews.id - Penyerang bersenjata pada hari Jumat 25 November membunuh setidaknya 235 jamaah dalam serangan bom dan senjata di sebuah masjid di provinsi Sinai Utara. Sebuah ledakan bom menghancurkan masjid Rawda kira-kira 40 . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Jumat, 24 November 2017
ZIMBABWE
Mnangagwa Dilantik Sebagai Presiden

Bisnisnews.id - Emmerson Mnangagwa dilantik sebagai presiden Zimbabwe setelah sebelumnya dipecat oleh pemimpin yang digulingkan Robert Mugabe. Emmerson Mnangagwa dilantik sebagai presiden Zimbabwe pada hari Jumat 24 November, . . .
Selengkapnya