Minggu, 22 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Metropolitan / Jabodetabek / Berita

REKLAMASI TELUK JAKARTA
Senin, 19 Juni 2017 17:39 WIB

Terumbu Rusak, Ikan Tak Ada, Nelayan Sengsara



Bisnisnews.id-Mega proyek reklamasi yang rencananya akan dilaksanakan di teluk Jakarta ternyata tidak hanya berimbas pada Nelayan yang ada di teluk itu sendiri. Bahkan, nelayan di wilayah Banten yang mencari ikan di Pulau Tunda juga terkena imbas dari penyedotan pasir yang ada di perairan Banten.

Diketahui Pulau Tunda merupakan sebuah pulau yang ada di Kabupaten Serang Kecamatan Tirtayasa Banten. Sebelumnya untuk melakukan pengurukan salah satu pulau reklamasi yang akan dibangun di Teluk Jakarta banyak kapal tongkang mengambil material pasir dari perairan Banten ini.

Mega proyek yang sering dijadikan alasan untuk menanggulangi tenggelamnya Jakarta ini terus diupayakan untuk bisa berjalan walaupun menjumpai banyak kontroversi. Namun begitu, ironisnya untuk pembangunan 17 pulau reklamasi itu malah membawa dampak buruk bagi masyarakat yang salah satunya Nelayan.

Aldo (23) salah satunya, dia (Aldo) mengaku semenjak adanya penyedotan pasir di Pulau Tunda dirinya harus rela mencari ikan lebih jauh hingga ke Kepulauan Seribu.

"Sekarang di sekitaran pulau Tunda sudah tidak banyak lagi ikan seperti dulu, makanya kami mencari ikan sampai Kepulauan Seribu," ungkapnya pada Okezone di Pelabuhan Perairan Karangantu, Kota Serang, Banten.

Meski begitu, Aldo bersama beberapa awak kapal lainnya harus rela mengeluarkan waktu lebih lama dan juga akomodasi perbekalan melaut yang lebih banyak.

"Kadang malah kita tekor. Untuk melaut saja kami butuh 100 liter solar. Dan hasilnya malah tidak seimbang dengan yang kita keluarkan,' ungkapnya dengan rasa kesal.

Menurut Aldo, perburuannya mencari ikan hingga ke lokasi Kepulauan Seribu dikarenakan hancurnya habitat ikan dan biota laut di Pulau Tunda.

"Kami mau cari apa disitu ? Ikan aja udah jarang, itu akibat pengurukan pasir yang dilakukan kapal tongkang untuk reklamasi di Teluk Jakarta," tandasnya.(BALQI)

Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 21 April 2018
PESAWAT DELAY
Berikut Penjelasan Lion Group Soal Keterlambatan Puluhan Penerbangannya

Bisnisnews.id -   Puluhan penerbangan  Lion Air Group Sabtu (21/4/201) memgalami keterlambatan  (delayed) dari dan ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya