Senin, 23 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Regulasi / / Berita

INVESTASI
Selasa, 20 Juni 2017 17:42 WIB

Pemerintah Revisi Peraturan Kepemilikan Sektor Asing


Jokowi menurunkan daftar investasi negatif yang tahun lalu disebutnya sebagai liberalisasi ekonomi 'Big Bang'

Bisnisnews.id - Pemerintah sedang dalam proses merevisi peraturan kepemilikan dalam daftar sektor yang sebagian atau seluruhnya tertutup bagi orang asing, kata Menteri Perhubungan hari ini.

"Presiden sangat ingin investasi meningkat," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi kepada wartawan.

Untuk sektor transportasi, pemerintah mempertimbangkan untuk meringankan peraturan tentang layanan operasi bandara, kata Sumadi. Aturan saat ini menetapkan batas maksimum kepemilikan asing sebesar 49 persen.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurunkan daftar investasi negatif yang disebut tahun lalu sebagai liberalisasi ekonomi "Big Bang".

Jokowi menandatangani keputusan presiden tahun lalu mengurangi pembatasan pada berbagai perusahaan termasuk bisnis pariwisata, perusahaan transportasi dan bioskop.

Pembatasan kepemilikan bisnis di sektor ritel dan jasa pelabuhan dikurangi, meskipun peraturan tersebut memperkenalkan kontrol yang lebih ketat terhadap menara telekomunikasi dan e-commerce.

Liberalisasi tersebut merupakan bagian dari strategi Presiden untuk memperluas sektor manufaktur dan pariwisata di Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor komoditas mentah.

Peraturan baru tersebut juga mengurangi kepemilikan asing untuk penanganan kargo maritim di pelabuhan, beberapa layanan bandara dan telekomunikasi tertentu, serta penyediaan internet, menjadi 67 persen dibandingkan batas sebelumnya 49 persen.

Selain perubahan yang telah diumumkan, peraturan baru tersebut memungkinkan orang asing untuk memiliki 67 persen department store dengan luas lantai penjualan 400 meter persegi menjadi 2.000 meter persegi, asalkan berada di mal, padahal sebelumnya mereka hanya bisa berinvestasi di department store dengan lantai penjualan lebih besar dari 2.000 meter persegi.

Seperti yang diumumkan pada bulan Februari 2016, bisnis restoran, industri film, penyimpanan, pengelolaan limbah dan sektor bahan baku farmasi termasuk di antara mereka yang sepenuhnya dibuka untuk kepemilikan asing.

Namun, peraturan baru tersebut menetapkan 49 persen kepemilikan asing atas bisnis e-commerce kecil, membatalkan pernyataan pemerintah sebelumnya mengatakan pihaknya akan membuka sektor tersebut 100 persen. Pemerintah juga melarang orang asing untuk memiliki bisnis di bidang jasa dan manajemen menara telekomunikasi. (marloft)


Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 21 April 2018
PESAWAT DELAY
Berikut Penjelasan Lion Group Soal Keterlambatan Puluhan Penerbangannya

Bisnisnews.id -   Puluhan penerbangan  Lion Air Group Sabtu (21/4/201) memgalami keterlambatan  (delayed) dari dan ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya