Rabu, 25 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Opini / / Berita

PAKAR TERORISME
Selasa, 27 Juni 2017 10:51 WIB

Marawi, Inspirasi Bagi Teroris Kawasan


Graffiti terlihat di dinding gang belakang Marawi saat tentara bertempur. (Photo: Reuters/Romeo Ranoco)

Bisnisnews.id - Pengepungan fatal yang terus berlanjut di pulau Mindanao selatan di Filipina tidak dapat direplikasi di tempat lain di kawasan ini, kata pakar terorisme.

Pertempuran di kota Marawi kini memasuki minggu kelima, sebanyak 300 ribu penduduk dilaporkan mengungsi.

Dari sekitar 300 orang yang dilaporkan tewas, sebagian besar adalah militan, namun ada juga puluhan tentara dan sipil di antara korban tewas.

Profesor Greg Fealy dari Universitas Nasional Australia mengatakan kepada ABC bahwa kecil kemungkinan kelompok serupa dapat terbentuk di negara-negara seperti Indonesia, karena polisi dan militer dengan mudah dapat mengalahkan mereka.

Bagian selatan Filipina dianggap relatif tanpa hukum dan merupakan tempat yang tepat bagi calon jihadis. Tapi Fealy memperingatkan bahwa semakin lama pertempuran berlanjut, semakin besar konsekuensinya bagi kawasan ini.

"Semakin tentara dan polisi Filipina dipermalukan, semakin besar efek magnetik pemberontakan semacam itu bagi orang Indonesia dan di seluruh Asia Tenggara," katanya.

Hal ini diyakini ada 40 orang Indonesia berada di Filipina, dan jumlah yang telah terbunuh tidak terverifikasi.

Pakar terorisme Sidney Jones dari Institute Policy Analysis of Conflict mengatakan instruksi dari pemimpin kelompok ISIS di Timur Tengah mulai berubah pada pertengahan tahun lalu.


"Pesan dari Syria adalah jika Anda tidak bisa sampai ke Syria, pergilah ke Filipina, dan jika Anda tidak dapat pergi ke Filipina, peranglah di negara sendiri," katanya.

"Dan pesan itu cukup jelas, seolah-olah di Suriah, struktur pro-ISIS tidak dapat mengatasi orang yang datang lebih banyak."

"Saya pikir militan di Filipina telah menunjukkan kemampuan untuk menahan serangan militer jauh melebihi apa yang diharapkan negara-negara tersebut," kata Jones.

Fealy mengatakan bahwa lebih dari 20 plot teroris telah digagalkan di Indonesia sejak awal 2016 dan target utamanya tetap polisi.

Pada akhir pekan, seorang perwira ditikam sampai mati oleh tersangka militan pro-ISIS di Medan di Sumatera Utara, setelah satu bulan tiga petugas polisi tewas dalam serangan bom bunuh diri di terminal bus Kampung Melayu, Jakarta.

"Polisi adalah musuh nomor satu karena polisi menangkap dan tidak jarang membunuh teroris," kata Jones.


Sejak awal Mei, polisi Indonesia telah menahan 35 tersangka terkait terorisme.

Risiko terbesar yang dihadapi Indonesia akan datang dari pejuang asing yang pulang dari Timur Tengah dan Filipina dengan keterampilan pembuatan bom.

"Seseorang yang memiliki keterampilan tempur dan kualitas kepemimpinan untuk membentuk orang-orang yang tidak terlalu profesional," kata Dr Jones.

"Dan itulah mengapa orang begitu khawatir, pertama dengan orang-orang yang kembali dari Suriah, tapi sekarang lebih dari itu, orang bisa kembali dari Marawi, dari Filipina, dengan keahlian yang sama."

Fealy mengatakan bahwa masa depan tampak suram, terutama jika target militan beralih dari polisi dan kembali ke warga sipil dan orang asing.


"Jika mereka mulai melakukan itu sebenarnya ada banyak target yang cukup lunak untuk mereka, dan kita bisa melihat jumlah korban tewas yang jauh lebih buruk di tahun-tahun depan," katanya. (Samantha Hawley)


Baca Juga

 

Industri  -  Rabu, 25 April 2018
PERSAINGAN
Maskapai Asing Kuasai 52 Persen Pasar Indonesia

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso mengatakan, harusnya penerbangan merah putih menjadi raja di Asia Tenggara (Asean). Mengingat jumlah penduduk Indonesia 41 persen dari total penduduk Asean dan pasar yang sangat . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 25 April 2018
PERSAINGAN USAHA
AP II Hormati Putusan Majelis KPPU, Berikut Penjelasannya ....

Bisnisnews.id - PT Angkasa Pura II (AP II) menegaskan, pihaknya menghormati putusan Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia, Selasa (24/4/2018), terkait dugaan praktik monopoli dalam Pelayanan Kargo . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 25 April 2018
BILATERAL
Indonesia Jadi Tuan Rumah SOMY ke-9 2018

Bisnisnews.id –  Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN Senior Officials Meeting on Youth (SOMY) ke-9 pada 2-5 Mei 2018 di Hotel Grand Sahid, Jakarta.   Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 25 April 2018
KPPU
AP II Kembali Tersandung Praktek Monopoli di Bandara Kualanamu, Denda Rp 6,5 Miliar

Bisnisnews.id - PT Angkasa Pura II (AP II) kembali tersandung jeratan hukum praktek monopoli layanan kargo udara di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang Sumatera Utara, menyusul putusan Majelis Komisi Pengawas Persaingan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 25 April 2018
TINJU
Daud Kembali Masuk ke Jalur Perebutan Juara Dunia

Bisnisnews.id – Petinju kebanggan Indonesia Daud Yordan sukses menundukan petinju asal Rusia Pavel malikov di DIVS, Ekaterinburg, Minggu 22 April 2018. Atas kemenangan tersebut daud sukses meraih gelar juara kelas ringan . . .
Selengkapnya