Senin, 25 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

KEAMANAN PENERBANGAN
Jumat, 07 Juli 2017 00:34 WIB

Qatar Airways, Operator Keempat Dihapus Dari Larangan Laptop


Qatar Airways Airbus A330-300 tiba di Frankfurt dari Doha. (Foto: oliver holzbauer)

Bisnisnews.id - Qatar Airways mengkonfirmasi telah dikeluarkan dari larangan laptop di kabin dalam penerbangan ke Amerika Serikat.

Maskapai ini mengatakan bahwa dengan segera, semua perangkat elektronik pribadi dapat dibawa pada keberangkatan dari Doha ke AS.

Qatar mengatakan bahwa maskapai dan Bandara Doha telah memenuhi semua pedoman persyaratan keamanan baru dari Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS.

Maskapai penerbangan Qatar itu adalah maskapai penerbangan keempat yang dikeluarkan dari daftar larangan laptop AS. Emirates, Etihad Airways dan Turkish Airlines telah disetujui sebelumnya oleh DHS AS.

Saudi Arabian Airlines berharap agar larangan laptop untuk mereka dicabut pada 19 Juli 2017.

Maskapai lain yang masih dikenai larangan tersebut adalah EgyptAir, Kuwait Airways, Royal Air Maroc dan Royal Jordanian Airlines.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengeluarkan perintah pada bulan Maret yang diterapkan pada sepuluh bandara dan sembilan maskapai penerbangan. Penumpang yang terbang ke AS dari bandara tersebut hanya bisa membawa ponsel ke kabin pesawat. Perangkat yang lebih besar seperti laptop dan tablet harus dimasukkan ke dalam bagasi tercatat.

Pemerintah Inggris kemudian mengeluarkan perintah serupa untuk penerbangan ke Inggris dari enam negara Timur Tengah dan Afrika Utara.

Negara-negara yang terkena dampak larangan Inggris adalah Mesir, Yordania, Lebanon, Arab Saudi, Tunisia dan Turki. Semua maskapai penerbangan yang terbang langsung dari negara-negara ini ke Inggris terpengaruh. (marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 25 September 2017
TRAGEDI KEMANUSIAAN
Memberi Makan Ribuan Pengungsi,  Bangladesh Berharap Bantuan Internasional

Bisnisnews.id-Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi mengatakan, saat ini Bangladesh sangat membutuhkan bantuan internasional, untuk memberi makan dan melindungi 436.000 orang Rohingya yang telah meninggalkan Myanmar . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Minggu, 24 September 2017
AIRNAV INDONESIA
Gunung Agung Status AWAS, Sejumlah Penerbangan ke Bali Akan Dialihkan 

Bisnisnews.id-Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia) akan mengalihkan sejumlah rute penerbangan tujuan bandara I Gusti Ngurahrai Bali ke sejumlah bandara, menyusul ancaman letusan . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Minggu, 24 September 2017
Nobar Pertandingan  KPK Vs DPR,  Makin Tegang ....

Oleh: Baba Makmun Penulis adalah wartawan senior, tinggal di kawasan Pejaten Timur Jaksel. Bisnisnews.id-Ibarat tengah nonton bareng (nobar) pertandingan sepakbola, 'duel' Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) lawan Komisi Pemberantasan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Minggu, 24 September 2017
SATWA LANGKA
Tiongkok  Pinjamkan  Giant Panda ke  Indonesia Untuk Dikembangbiakan

Bisnisnews.id-Tiongkok pinjamkan sepasang satwa Giant Panda kepada pemerintah Indonesia untuk dikembangbiakan di Taman Safari Indonesia. Giant Panda merupakan salah satu satwa kategori Appendix I CITES yang merupakan satwa endemik . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 24 September 2017
TES RUDAL
AS Tuduh Iran Dan Korut Kerjasama Kembangkan Nuklir

Bisnisnews.id - Presiden Trump menuduh Iran berkolaborasi dengan Korea Utara untuk memperkuat teknologi rudal mereka dalam tweet-nya pada Sabtu 23 Agustus, mengkritik kesepakatan nuklir 2015 antara AS, Iran dan lima negara kuat . . .
Selengkapnya