Senin, 24 Juli 2017

Home/ Nasional / Hukum / Berita

Jumat, 07 Juli 2017 20:55 WIB

Terulang, Tren Tampar Warnai Layanan di Bandara 


Ilustrasi

Bisnisnews.id - Tampar menampar, oleh penumpang kepada petugas keamanan bandar udara sepertinya jadi trend. Kasus kekerasan yang terjadi di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado kini menular ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kasus kekerasan yang dilakukan penumpang terhadap personil Avsec kali ini terjadi pada Jumat sore (7/7/2017) di terminal 1-A Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng tepatnya di Security Point Check (SPC).

Informasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyebutkan peristiwa memalukan itu terjadi sekitar pukul 15:30 WIB.

Awalnya, seorang penumpang pesawat masuk ke terminal 1-A, saat penumpang melewati walk through metal detector (WTMD) atau alat sensor metal penumpang.

Mengetahui lampu indikator menyala, petugas Avsec menahan penumpang tersebut untuk dilakukan pemeriksaan. Petugas sebelumnya meminta izin untuk melakukan pemeriksaan body search.

Namun yang sangat disesalkan, penumpang yang dilakukan pemeriksaan oleh personil Avsec tidak terima dan menampar petugas Avsec yang tengah melaksanakan tugasnya.

Menurut informasi terakhir, masih dilaksanakan pemeriksaan di Polresta Bandara Soekarno Hatta.

Humas Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Prastyo Dewandono Nugroho saat dikonfirmasi terkait peristiwa itu mengakui. Namun pihaknya masih mendalami penyebab terjadinya penamparan tersebut.

" Ya, tapi masih didalami," jelasnya.

Sebelumnya Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pelaksanaan dan penegakan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan setiap penumpang maupun barang yang akan diangkut dengan pesawat udara wajib diperiksa.

Pemeriksaan ini kata Menhub menjadi tugas serta kewenangan personil avsec untuk memeriksa penumpang dan barang bawaannya sebelum memasuki daerah keamanan terbatas dan atau ruang tunggu di bandara.

Hal ini dilakukan untuk menjamin tidak ada barang terlarang (prohibited items) yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan melawan hukum yang tentunya dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009, tepatnya pada pasal 335 telah nyata disebutkan bahwa terhadap penumpang, personil pesawat udara bagasi kargo, dan pos yang akan diangkut harus dilakukan pemeriksaan dan memenuhi persyaratan keamanan penerbangan, ini sudah jelas dan wajib bagi seluruh penumpang untuk mentaati aturan ini," tegas Menhub.

Ketentuan itu juga tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: SKEP/2765/XII/2010 tentang Tata Cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara, dan Barang Bawaan Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara dan Orang Perseorangan.

Untuk itu Menhub berharap agar penegakan hukum terhadap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak khususnya penumpang pesawat udara. Menhub juga berharap kepada seluruh masyarakat penumpang pesawat udara untuk dapat koorperatif dalam mentaati aturan perundangan yang berlaku.

"Kepada penumpang agar bisa kooperatif, ikuti arahan petugas seperti memasukkan seluruh barang bawaan ke dalam mesin x-ray termasuk jam tangan, handphone, melepas ikat pinggang dan jaket, jika diperlukan petugas avsec punya hak penuh untuk memeriksa penumpang lebih detail, demi keselamatan dan keamanan bersama," jelasnya. (Syam S)

 

Baca Juga:

-Menolak Diminta Buka Jam Tangan Istri Brigjen Pol Tampar Personil Avsec

Baca Juga

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
PANSUS KPK
Mengagetkan, Komisioner KPK Terima Uang Rp 1 Miliar ?

Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis saat diambil sumpahnya agar memberikan keterangan sejujurnya sebelum dimulainya Rapat Dengar pendapat Umum (RDPU) dengan Pansus Hak Angket KPK di ruang KK 1, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MEGA KORUPSI
Soal Pelindo II, Prima Tuntut Menneg BUMN Ditangkap

Bisnisnews.id - Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) akan melakukan aksi demo terkait kasus mega korupsi Pelindo II hari Selasa 25 Juli 2017 di Gedung KPK. Menurut Syaroni, Ketua Presidium PRIMA bahwa demo "Segera Tangkap Rini . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MILITER DAN INTELIJEN
1.200 Tentara Dari 22 Negara Tiba Untuk Olimpiade Militer Rusia 2017

Bisnisnews.id - Pasukan dari 22 negara telah tiba di Rusia untuk Olimpiade Internasional Militer Rusia. Sekitar 1.200 tentara dari China, India, Iran dan beberapa negara sekutu Rusia atau netral diperkirakan akan ambil bagian, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
OBOR
China Harap Pembangunan Kereta Api Thailand Dipercepat

Bisnisnews.id - Menteri luar negeri China mengatakan dia berharap pembangunan perkeretaapian Thailand yang baru dapat segera dimulai sehingga Thailand akan memiliki akses yang lebih baik ke pasar China. Wang Yi sedang dalam kunjungan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 24 Juli 2017
LAYANAN
Hasil Survei, Tiga Bandara AP I Masuk 10 Besar Dunia

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, raih peringkat II jumlah penumpang terbanyak oleh lembaga pemeringkat ACI Bisnisnews.id-Tiga bandara PT Angkasa Pura I masuk peringkat 10 besar dunia kategori jumlah penumpang, hasil survei penilaian . . .
Selengkapnya