Kamis, 23 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hukum / Berita

KEKERASAN
Jumat, 07 Juli 2017 20:55 WIB

Terulang, Tren Tampar Warnai Layanan di Bandara 


Ilustrasi

Bisnisnews.id - Tampar menampar, oleh penumpang kepada petugas keamanan bandar udara sepertinya jadi trend. Kasus kekerasan yang terjadi di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado kini menular ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kasus kekerasan yang dilakukan penumpang terhadap personil Avsec kali ini terjadi pada Jumat sore (7/7/2017) di terminal 1-A Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng tepatnya di Security Point Check (SPC).

Informasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyebutkan peristiwa memalukan itu terjadi sekitar pukul 15:30 WIB.

Awalnya, seorang penumpang pesawat masuk ke terminal 1-A, saat penumpang melewati walk through metal detector (WTMD) atau alat sensor metal penumpang.

Mengetahui lampu indikator menyala, petugas Avsec menahan penumpang tersebut untuk dilakukan pemeriksaan. Petugas sebelumnya meminta izin untuk melakukan pemeriksaan body search.

Namun yang sangat disesalkan, penumpang yang dilakukan pemeriksaan oleh personil Avsec tidak terima dan menampar petugas Avsec yang tengah melaksanakan tugasnya.

Menurut informasi terakhir, masih dilaksanakan pemeriksaan di Polresta Bandara Soekarno Hatta.

Humas Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Prastyo Dewandono Nugroho saat dikonfirmasi terkait peristiwa itu mengakui. Namun pihaknya masih mendalami penyebab terjadinya penamparan tersebut.

" Ya, tapi masih didalami," jelasnya.

Sebelumnya Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pelaksanaan dan penegakan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan setiap penumpang maupun barang yang akan diangkut dengan pesawat udara wajib diperiksa.

Pemeriksaan ini kata Menhub menjadi tugas serta kewenangan personil avsec untuk memeriksa penumpang dan barang bawaannya sebelum memasuki daerah keamanan terbatas dan atau ruang tunggu di bandara.

Hal ini dilakukan untuk menjamin tidak ada barang terlarang (prohibited items) yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan melawan hukum yang tentunya dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009, tepatnya pada pasal 335 telah nyata disebutkan bahwa terhadap penumpang, personil pesawat udara bagasi kargo, dan pos yang akan diangkut harus dilakukan pemeriksaan dan memenuhi persyaratan keamanan penerbangan, ini sudah jelas dan wajib bagi seluruh penumpang untuk mentaati aturan ini," tegas Menhub.

Ketentuan itu juga tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: SKEP/2765/XII/2010 tentang Tata Cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara, dan Barang Bawaan Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara dan Orang Perseorangan.

Untuk itu Menhub berharap agar penegakan hukum terhadap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak khususnya penumpang pesawat udara. Menhub juga berharap kepada seluruh masyarakat penumpang pesawat udara untuk dapat koorperatif dalam mentaati aturan perundangan yang berlaku.

"Kepada penumpang agar bisa kooperatif, ikuti arahan petugas seperti memasukkan seluruh barang bawaan ke dalam mesin x-ray termasuk jam tangan, handphone, melepas ikat pinggang dan jaket, jika diperlukan petugas avsec punya hak penuh untuk memeriksa penumpang lebih detail, demi keselamatan dan keamanan bersama," jelasnya. (Syam S)

 

Baca Juga:

-Menolak Diminta Buka Jam Tangan Istri Brigjen Pol Tampar Personil Avsec

Baca Juga

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
KECELAKAAN
Delapan Selamat Setelah Pesawat AL AS Jatuh DI Laut Jepang

Bisnisnews.id - Tim penyelamat telah menyelamatkan delapan orang ke tempat yang aman di selatan Jepang setelah sebuah pesawat Angkatan Laut AS dengan 11 orang di kapal jatuh di Laut Filipina. Pasukan Jepang dan Amerika bergegas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
TERORIS
Pakistan Bebaskan Dalang Serangan Mumbai

Bisnisnews.id - Pengadilan Pakistan pada hari Rabu 22 November memerintahkan pembebasan salah satu dalang dugaan serangan Mumbai 2008 yang menewaskan lebih dari 160 orang, setelah berbulan-bulan AS menekan Islamabad atas dugaan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
ZIMBABWE
Mugabe Keluar, Buaya Pulang Ambil Alih

Bisnisnews.id - Wakil presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa akan terbang pulang pada hari Rabu 22 November untuk mengambil alih kekuasaan setelah pengunduran diri Robert Mugabe yang mengakhiri masa pemerintahan 37 tahun yang otoriter. Dia . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
SERBIA
Dipenjara Seumur Hidup, Penjagal Bosnia Dinyatakan Bersalah Atas Genosida

Bisnisnews.id - Juri PBB pada hari Rabu 22 November menghukum mantan komandan Serbia Bosnia, Ratko Mladic untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah menemukannya bersalah melakukan genosida dan kejahatan perang dalam . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 22 November 2017
LIBANON
PM Hariri Tidak Jadi Undur Diri

Bisnisnews.id - Perdana Menteri Libanon Saad Hariri mengatakan pada hari Rabu 22 November bahwa dia menangguhkan pengunduran dirinya, sambil menunggu jalan keluar potensial dari sebuah krisis politik yang telah mengguncang negara . . .
Selengkapnya