Senin, 22 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / / Berita

KTT
Minggu, 09 Juli 2017 19:54 WIB

G20: Sikap Trump Dikritik, AS Dikucilkan Soal Iklim


Kanselir Jerman Angela Merkel menyesalkan sikap Presiden AS Donald Trump dalam pembahasan kesepakatan tentang iklim

Bisnisnews.id - Amerika Serikat dikucilkan dalam KTT G20 karena menolak untuk bergabung menyetujui Kesepakatan Paris tentang perubahan iklim. Kecuali AS maka 19 negara peserta lainnya setuju mendukung kesepakatan tersebut.

Menurut laporan bbc.com, dalam konferensi pers penutupnya, Kanselir Jerman Angela Merkel, yang menjadi tuan rumah KTT di Hamburg, mengatakan bahwa dia masih menyesalkan posisi Mr Trump, namun dia "bersyukur" 19 negara lainnya menentang renegosiasi.

Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kemudian mengatakan bahwa ratifikasi negaranya atas kesepakatan Paris sekarang diragukan, karena penarikan mundur AS membahayakan kompensasi bagi negara-negara berkembang.

 Erdogan mengatakan bahwa sikap AS terhadap kesepakatan Paris membuat Turki tidak cenderung untuk meratifikasi kesepakatan tersebut. Erdogan mengatakan bahwa ketika Turki menandatangani kesepakatan tersebut, Prancis telah berjanji bahwa Turki akan memenuhi syarat untuk mendapatkan kompensasi atas beberapa biaya kepatuhan finansial.

"Jadi kami mengatakan jika ini akan terjadi, kesepakatan tersebut akan lolos dari parlemen, tapi jika tidak maka itu tidak akan berlalu," kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers, menambahkan bahwa parlemen belum menyetujui hal tersebut.

Sikap AS itu membuat kebuntuan di hari terakhir perundingan di Hamburg. Dalam sebuah pernyataan bersama, para pemimpin dari 18 negara dan Uni Eropa mengakui keputusan AS untuk menarik diri dari kesepakatan iklim Paris.

Namun anggota G20 lainnya tetap berkomitmen terhadap kesepakatan "yang tidak dapat dipulihkan kembali". Kesepakatan akhir akhirnya tercapai dan pernyataan puncak bersama tersebut secara resmi diluncurkan pada hari Sabtu.
Iklan

Pernyataan tersebut juga mengatakan AS akan berusaha "bekerja sama dengan negara lain untuk membantu mereka mengakses dan menggunakan bahan bakar fosil dengan lebih bersih dan efisien".

Kesepakatan Paris menetapkan target emisi gas rumah kaca yang bertujuan untuk menekan kenaikan suhu global.  (Gungde Ariwangsa)

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
DEMONSTRASI
PBB : Anti Presiden, Enam Tewas Di Kongo

Bisnisnews.id - Enam orang tewas di Republik Demokratik Kongo pada hari Minggu 21 Januari, kata PBB, karena pihak berwenang melarang demonstrasi terhadap Presiden Joseph Kabila. Saksi mata mengatakan pasukan keamanan melepaskan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 21 Januari 2018
PROYEK CHANGI
Singapura Kenakan Pajak Tambahan Kepada Penumpang

Bisnisnews.id - Otoritas penerbangan sipil Singapura(CAAS)  berencana akan menaikan pajak 10 -15 dolar Singapura kepada para penumpang dari dan ke bandara Changi. Dana tambahan tersebut akan digunakan untuk membiayai perluasan . . .
Selengkapnya

 

Regulasi  -  Minggu, 21 Januari 2018
REGULASI
Sertifikasi Kapal Wajib Mencantumkan Bahasa Indonesia

Bisnisnews.id - Mulai 1 Februari 2018 Sertifikat Garis Muat Kapal berbendera Indonesia yang dikeluarkan Badan Klasifikasi Nasional maupun Asing, wajib mencantumkan format berbahasa Indonesia. Direktur Perkapalan dan Kepelautan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
MINYAK DUNIA
Arab Saudi Serukan Perpanjang Pemangkasan Produksi

Bisnisnews.id - Arab Saudi menyerukan hari Minggu 21 Januari untuk memperpanjang kerjasama antara produsen OPEC dan non-OPEC sampai lewat dari 2018. Seruan tersebut datang setelah harga minyak mencapai 70 dolar per barel berkat . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
SERANGAN KABUL
Taliban Serang Hotel Intercontinental, Enam Tewas

Bisnisnews.id - Orang-orang bersenjata menyerbu sebuah hotel mewah di Kabul dan membunuh setidaknya 6 orang dalam pertempuran 12 jam yang membuat sebagian bangunan terbakar. Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan di . . .
Selengkapnya