Senin, 24 Juli 2017

Home/ Internasional / / Berita

Minggu, 09 Juli 2017 19:54 WIB

G20: Sikap Trump Dikritik, AS Dikucilkan Soal Iklim


Kanselir Jerman Angela Merkel menyesalkan sikap Presiden AS Donald Trump dalam pembahasan kesepakatan tentang iklim

Bisnisnews.id - Amerika Serikat dikucilkan dalam KTT G20 karena menolak untuk bergabung menyetujui Kesepakatan Paris tentang perubahan iklim. Kecuali AS maka 19 negara peserta lainnya setuju mendukung kesepakatan tersebut.

Menurut laporan bbc.com, dalam konferensi pers penutupnya, Kanselir Jerman Angela Merkel, yang menjadi tuan rumah KTT di Hamburg, mengatakan bahwa dia masih menyesalkan posisi Mr Trump, namun dia "bersyukur" 19 negara lainnya menentang renegosiasi.

Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kemudian mengatakan bahwa ratifikasi negaranya atas kesepakatan Paris sekarang diragukan, karena penarikan mundur AS membahayakan kompensasi bagi negara-negara berkembang.

 Erdogan mengatakan bahwa sikap AS terhadap kesepakatan Paris membuat Turki tidak cenderung untuk meratifikasi kesepakatan tersebut. Erdogan mengatakan bahwa ketika Turki menandatangani kesepakatan tersebut, Prancis telah berjanji bahwa Turki akan memenuhi syarat untuk mendapatkan kompensasi atas beberapa biaya kepatuhan finansial.

"Jadi kami mengatakan jika ini akan terjadi, kesepakatan tersebut akan lolos dari parlemen, tapi jika tidak maka itu tidak akan berlalu," kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers, menambahkan bahwa parlemen belum menyetujui hal tersebut.

Sikap AS itu membuat kebuntuan di hari terakhir perundingan di Hamburg. Dalam sebuah pernyataan bersama, para pemimpin dari 18 negara dan Uni Eropa mengakui keputusan AS untuk menarik diri dari kesepakatan iklim Paris.

Namun anggota G20 lainnya tetap berkomitmen terhadap kesepakatan "yang tidak dapat dipulihkan kembali". Kesepakatan akhir akhirnya tercapai dan pernyataan puncak bersama tersebut secara resmi diluncurkan pada hari Sabtu.
Iklan

Pernyataan tersebut juga mengatakan AS akan berusaha "bekerja sama dengan negara lain untuk membantu mereka mengakses dan menggunakan bahan bakar fosil dengan lebih bersih dan efisien".

Kesepakatan Paris menetapkan target emisi gas rumah kaca yang bertujuan untuk menekan kenaikan suhu global.  (Gungde Ariwangsa)

Baca Juga

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
PANSUS KPK
Mengagetkan, Komisioner KPK Terima Uang Rp 1 Miliar ?

Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis saat diambil sumpahnya agar memberikan keterangan sejujurnya sebelum dimulainya Rapat Dengar pendapat Umum (RDPU) dengan Pansus Hak Angket KPK di ruang KK 1, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MEGA KORUPSI
Soal Pelindo II, Prima Tuntut Menneg BUMN Ditangkap

Bisnisnews.id - Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) akan melakukan aksi demo terkait kasus mega korupsi Pelindo II hari Selasa 25 Juli 2017 di Gedung KPK. Menurut Syaroni, Ketua Presidium PRIMA bahwa demo "Segera Tangkap Rini . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MILITER DAN INTELIJEN
1.200 Tentara Dari 22 Negara Tiba Untuk Olimpiade Militer Rusia 2017

Bisnisnews.id - Pasukan dari 22 negara telah tiba di Rusia untuk Olimpiade Internasional Militer Rusia. Sekitar 1.200 tentara dari China, India, Iran dan beberapa negara sekutu Rusia atau netral diperkirakan akan ambil bagian, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
OBOR
China Harap Pembangunan Kereta Api Thailand Dipercepat

Bisnisnews.id - Menteri luar negeri China mengatakan dia berharap pembangunan perkeretaapian Thailand yang baru dapat segera dimulai sehingga Thailand akan memiliki akses yang lebih baik ke pasar China. Wang Yi sedang dalam kunjungan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 24 Juli 2017
LAYANAN
Hasil Survei, Tiga Bandara AP I Masuk 10 Besar Dunia

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, raih peringkat II jumlah penumpang terbanyak oleh lembaga pemeringkat ACI Bisnisnews.id-Tiga bandara PT Angkasa Pura I masuk peringkat 10 besar dunia kategori jumlah penumpang, hasil survei penilaian . . .
Selengkapnya