Rabu, 25 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / / Berita

KTT
Minggu, 09 Juli 2017 19:54 WIB

G20: Sikap Trump Dikritik, AS Dikucilkan Soal Iklim


Kanselir Jerman Angela Merkel menyesalkan sikap Presiden AS Donald Trump dalam pembahasan kesepakatan tentang iklim

Bisnisnews.id - Amerika Serikat dikucilkan dalam KTT G20 karena menolak untuk bergabung menyetujui Kesepakatan Paris tentang perubahan iklim. Kecuali AS maka 19 negara peserta lainnya setuju mendukung kesepakatan tersebut.

Menurut laporan bbc.com, dalam konferensi pers penutupnya, Kanselir Jerman Angela Merkel, yang menjadi tuan rumah KTT di Hamburg, mengatakan bahwa dia masih menyesalkan posisi Mr Trump, namun dia "bersyukur" 19 negara lainnya menentang renegosiasi.

Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kemudian mengatakan bahwa ratifikasi negaranya atas kesepakatan Paris sekarang diragukan, karena penarikan mundur AS membahayakan kompensasi bagi negara-negara berkembang.

 Erdogan mengatakan bahwa sikap AS terhadap kesepakatan Paris membuat Turki tidak cenderung untuk meratifikasi kesepakatan tersebut. Erdogan mengatakan bahwa ketika Turki menandatangani kesepakatan tersebut, Prancis telah berjanji bahwa Turki akan memenuhi syarat untuk mendapatkan kompensasi atas beberapa biaya kepatuhan finansial.

"Jadi kami mengatakan jika ini akan terjadi, kesepakatan tersebut akan lolos dari parlemen, tapi jika tidak maka itu tidak akan berlalu," kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers, menambahkan bahwa parlemen belum menyetujui hal tersebut.

Sikap AS itu membuat kebuntuan di hari terakhir perundingan di Hamburg. Dalam sebuah pernyataan bersama, para pemimpin dari 18 negara dan Uni Eropa mengakui keputusan AS untuk menarik diri dari kesepakatan iklim Paris.

Namun anggota G20 lainnya tetap berkomitmen terhadap kesepakatan "yang tidak dapat dipulihkan kembali". Kesepakatan akhir akhirnya tercapai dan pernyataan puncak bersama tersebut secara resmi diluncurkan pada hari Sabtu.
Iklan

Pernyataan tersebut juga mengatakan AS akan berusaha "bekerja sama dengan negara lain untuk membantu mereka mengakses dan menggunakan bahan bakar fosil dengan lebih bersih dan efisien".

Kesepakatan Paris menetapkan target emisi gas rumah kaca yang bertujuan untuk menekan kenaikan suhu global.  (Gungde Ariwangsa)

Baca Juga

 

Industri  -  Rabu, 25 April 2018
PERSAINNGAN
Maskapai Asing Kuasai 52 Persen Pasar Penerbangan Indonesia

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso mengatakan, harusnya penerbangan merah putih menjadi raja menjadi raja di Asia Tenggara (Asean). Mengingat jumlah penduduk Indonesia 41 persen dari total penduduk Asean dan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 25 April 2018
PERSAINGAN USAHA
AP II Hormati Putusan Majelis KPPU, Berikut Penjelasannya ....

Bisnisnews.id - PT Angkasa Pura II (AP II) menegaskan, pihaknya menghormati putusan Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia, Selasa (24/4/2018), terkait dugaan praktik monopoli dalam Pelayanan Kargo . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 25 April 2018
BILATERAL
Indonesia Jadi Tuan Rumah SOMY ke-9 2018

Bisnisnews.id –  Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN Senior Officials Meeting on Youth (SOMY) ke-9 pada 2-5 Mei 2018 di Hotel Grand Sahid, Jakarta.   Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 25 April 2018
KPPU
AP II Kembali Tersandung Praktek Monopoli di Bandara Kualanamu, Denda Rp 6,5 Miliar

Bisnisnews.id - PT Angkasa Pura II (AP II) kembali tersandung jeratan hukum praktek monopoli layanan kargo udara di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang Sumatera Utara, menyusul putusan Majelis Komisi Pengawas Persaingan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 25 April 2018
TINJU
Daud Kembali Masuk ke Jalur Perebutan Juara Dunia

Bisnisnews.id – Petinju kebanggan Indonesia Daud Yordan sukses menundukan petinju asal Rusia Pavel malikov di DIVS, Ekaterinburg, Minggu 22 April 2018. Atas kemenangan tersebut daud sukses meraih gelar juara kelas ringan . . .
Selengkapnya