Senin, 22 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / / Berita

ISIS
Minggu, 09 Juli 2017 22:49 WIB

PM Irak Umumkan Kemenangan Mosul


Tentara Irak berkumpul merayakan kemenangan saat pertarungan mereka melawan militan Islam di Kota Tua Mosul, Minggu, 9 Juli 2017. (AP Photo / Felipe Dana)

Bisnisnews.id - Pasukan Irak merayakan kemenangan setelah mengusir militan ISIS dari Mosul pada hari Minggu 9 Juli 2017, namun pertempuran sengit masih berlanjut di wilayah kecil kota tersebut.

Letnan Jenderal Jassim Nizal dari angkatan bersenjata Divisi ke-9 mengatakan bahwa pasukannya mencapai kemenangan, setelah pengumuman serupa dibuat oleh Polisi Federal militer.

TV pemerintah Irak melaporkan bahwa Perdana Menteri Haider al-Abadi tiba di kota tersebut untuk mengumumkan kemenangan atas ISIS setelah operasi lebih dari 8 bulan.

TV Amerika mengutip al-Abadi yang mengucapkan selamat kepada pejuang dan orang-orang yang mendapat kemenangan besar di kota utama, bahkan saat pertempuran masih berlanjut di wilayah kecil kota tersebut.

Irak melancarkan operasi untuk merebut kembali Mosul pada bulan Oktober. ISIS sekarang menguasai wilayah kurang dari satu kilometer persegi di Kota Tua Mosul. Terkesan putus asa, ISIS menggunakan perisai manusia sipil, pelaku bom bunuh diri dan penembak jitu dalam perangnya.

Militan tersebut merebut Mosul, kota terbesar kedua Irak di musim panas 2014. Nizal mengakui bahwa banyak orangnya melarikan diri dari kota pada saat itu, yang memalukan bagi angkatan bersenjata Irak.

"Beberapa hal terjadi di sini, itu benar," katanya dikutip dari The Associated Press. "Tapi kita sudah kembali."

Sebagian besar Kota Tua Mosul dan daerah sekitarnya hancur lebur selama berbulan-bulan pertempuran. Akibatnya ada lebih dari 897 ribu orang yang mengungsi akibat pertempuran di Mosul.

Hilangnya kota tersebut akan menandai kekalahan besar bagi kelompok ISIS.

Pasukan Suriah yang didukung AS telah masuknya ke kapital de facto kelompok tersebut yaitu kota Raqqa di Suriah utara, namun sebuah kemenangan terakhir masih bisa berbulan-bulan lagi, dan para ekstremis masih memiliki wilayah di beberapa kota dan desa kecil di Irak dan Suriah. (marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
DEMONSTRASI
PBB : Anti Presiden, Enam Tewas Di Kongo

Bisnisnews.id - Enam orang tewas di Republik Demokratik Kongo pada hari Minggu 21 Januari, kata PBB, karena pihak berwenang melarang demonstrasi terhadap Presiden Joseph Kabila. Saksi mata mengatakan pasukan keamanan melepaskan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 21 Januari 2018
PROYEK CHANGI
Singapura Kenakan Pajak Tambahan Kepada Penumpang

Bisnisnews.id - Otoritas penerbangan sipil Singapura(CAAS)  berencana akan menaikan pajak 10 -15 dolar Singapura kepada para penumpang dari dan ke bandara Changi. Dana tambahan tersebut akan digunakan untuk membiayai perluasan . . .
Selengkapnya

 

Regulasi  -  Minggu, 21 Januari 2018
REGULASI
Sertifikasi Kapal Wajib Mencantumkan Bahasa Indonesia

Bisnisnews.id - Mulai 1 Februari 2018 Sertifikat Garis Muat Kapal berbendera Indonesia yang dikeluarkan Badan Klasifikasi Nasional maupun Asing, wajib mencantumkan format berbahasa Indonesia. Direktur Perkapalan dan Kepelautan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
MINYAK DUNIA
Arab Saudi Serukan Perpanjang Pemangkasan Produksi

Bisnisnews.id - Arab Saudi menyerukan hari Minggu 21 Januari untuk memperpanjang kerjasama antara produsen OPEC dan non-OPEC sampai lewat dari 2018. Seruan tersebut datang setelah harga minyak mencapai 70 dolar per barel berkat . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
SERANGAN KABUL
Taliban Serang Hotel Intercontinental, Enam Tewas

Bisnisnews.id - Orang-orang bersenjata menyerbu sebuah hotel mewah di Kabul dan membunuh setidaknya 6 orang dalam pertempuran 12 jam yang membuat sebagian bangunan terbakar. Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan di . . .
Selengkapnya