Sabtu, 18 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

PAKAIAN DALAM
Senin, 10 Juli 2017 20:25 WIB

Insiden 3 Juli Di KNO, PT Souci Dan JAS Minta Maaf


Konferensi pers di media center Bandara KNO 10 Juli 2017

Bisnisnews.id - Buntut beredarnya pakaian dalam wanita di konveyor bagasi Bandara Internasional Kualanamu Medan Sumatera Utara, pada 3 Juli 2017 diakui perusahaan penyedia jasa outsourcing porter PT Souci Indoprima sebagai mitra kerja PT JAS Airport Services sebagai bentuk kelalaiannya.

Manager HRD PT Souci Indoprima, Zahri, pada awak media Senin (10/7/2017) di media center Bandara Kualanamu Medan. mengatakan dua personil porter dan 1 petugas Avsec yang meletakkan pakaian dalam di konveyor bagasi itu kini telah dikenakan sanksi administrasi.

"Sekali lagi kami minta maaf atas peristiwa ini dan tiga personil yang melakukan pelanggaran telah kami berikan sanksi berat," tegasnya.

Ditanya soal briefing yang telah dilakukan manajemen PT Souci Indoprima kepada para porter yang menjadi karyawannya, Zahri mengatakan telah dilakukan sesuai SOP yang berlaku di bandara.

Pasalnya, seluruh pekerja yang terlibat di bandar udara wajib memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku. "Pola briefing rutin kami lakukan kepada seluruh porter sebelum bertugas mereka bertugas, kami sangat malu dan menyesal anak-anak kami melakukan kelalaian ini, sekali lagi mohon maaf," jelasnya.

Pihak Bandara Kualanamu, melalui juru bicaranya Abdi Negoro berharap agar peristiwa ini adalah yang terakhir.

Juru Bicara Perusahaan PT JAS Airport Services, Martha Lory Tobing menambahkan, atas peristiwa itu pihak manajemen telah memberikan peringatan keras kepada mitranya. Diminta peristiwa seperti ini tidak terulang, dan seluruh porter wajib memenuhi persyaratan sesuai Standard Operating Procedure (SOP).

"Atas terjadinya insiden ini, JAS Airport Services, selaku penyedia jasa ground handling penerbangan tersebut, sangat menyesalkan peristiwa yang terjadi," jelas Martha.

Kata Martha kejadian ini lebih disebabkan kelalaian petugas dan kurang mematuhi Standard Operating Procedure. Idealnya, setiap temuan barang tercecer segera diamankan dan dilaporkan kepada petugas Aviation Security (Avsec).

"Untuk penanganan porter bagasi ini kami bekerjasama dengan pihak penyedia jasa outsourcing tenaga kerja setempat," jelas Martha.

Pihak manajemen sendiri, ungkap Martha ketika mendapat laporan itu langsung melakukan investigasi dan tindakan koreksi berupa briefing penyegaran kepada seluruh petugas.

Peringatan keras itu, ungkapnya, disampaikan kepada pihak penyedia jasa outsourcing porter yaitu PT Souci Indoprima. Berdasarkan laporan, PT Souci telah memberikan sanksi kepada petugas yang bertanggung jawab atas insiden ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Sekali lagi kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa ini, dan memohon maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan atas insiden ini dan para penumpang atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kami akan memastikan bahwa peristiwa ini tidak lagi terulang," jelas Martha. (Syam S)

Baca Juga

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
DOPING
WADA Tetap Suspensi Rusia

Bisnisnews.id - Badan Anti-Doping Dunia tetap suspensi sementara Rusia pada hari Kamis (16/11/2017), meningkatkan kemungkinan larangan untuk ikut pada Olimpiade Musim Dingin Februari di Pyeongchang. Pertemuan Dewan WADA di Seoul . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 18 November 2017
LIBANON
Tuduh Saudi Tahan PM, Hariri Lakukan Perjalanan Ke Prancis

Bisnisnews.id - Perdana Menteri Libanon Saad Hariri akan berkunjung ke Prancis dalam beberapa hari mendatang, sebuah sumber kepresidenan Prancis mengatakan pada hari Rabu (15/11/2017), setelah Beirut menuduh Arab Saudi menahannya . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 17 November 2017
INFRASTRUKTUR
KEMENKEU: Tiga Sumber Pendanaan Pembangunan

Bisnisnews.id -  Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan sumber pembiayaan infrastruktur nasional bukan melulu bertumpu pada APBN namun juga dari BUMN dan swasta.  Diperlukan inovasi pembiayaan agar publik bisa . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Jumat, 17 November 2017
POLITIK
Inggris Dukung Papua Tetap Bagian NKRI

Bisnisnews.id - Pemerintah Inggris mendukung wilayah Papua dan Papua Barat tetap berada dalam kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Duta besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, di Sorong, Kamis, mengatakan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Jumat, 17 November 2017
KUDETA
Sang Istri Grace, Pemicu Jatuhnya Robert Mugabe

Bisnisnews.id - Presiden tertua di dunia, Robert Mugabe akhirnya turun tahta juga setelah militer mengambil alih kekuasaan secara paksa dan langsung mengendalikan pemeritahan Zinbabwe. Sedangkan Mugabe dan keluarganya dijamin . . .
Selengkapnya