Selasa, 23 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Agrobisnis / Berita

PERTANIAN
Selasa, 11 Juli 2017 10:44 WIB

Biaya Produksi Padi Indonesia Masih Lebih Tinggi



Bisnisnews.id - Produksi padi Indonesia paling tinggi dibandingkan negara Asia agraris lainnya. Bahkan China, masih lkebih rendah dari Indonesia, sehingga beras Indonesia lebih mahal.

Guru besar ilmu ekonomi pertanian Universitas Lampung, Bustanul Arifin mengatakan hal itu mengacu pada hasil  Laporkan International Rice Research Institute (IRRI) pada 2016, biaya produksi padi Indonesia mencapai Rp4.079 per kilogram padi, sedangkan Vietnam lebih rendah 2,5 kali lipat, yakni hanya Rp1.679 per kilogram.

"Biaya produksi per kilogram beras sekitar empat ribu rupiah, sedangkan Vietnam hanya Rp1.700. Setelah diidentifikasi, upah buruh sangat besar karena di lapangan sulit mencari tenaga kerja sektor pertanian," kata Arifin, dalam diskusi di Kantor Indef, Jakarta, Senin, seperti dilansir Antara

Anggota Dewan Komisioner dan Ekonom Senior Indef itu memaparkan biaya produksi padi yang paling murah, yakni Vietnam sebesar Rp1.679 per kg padi, setelah itu Thailand sebesar Rp2.291 per kg, India sebesar Rp2.306 per kg, Filipina sebesar Rp3.224 per kg dan China sebesar Rp3.661 per kg.

Dari data IRRI itu, salah satu unsur biaya produksi yang mahal adalah honor buruh lepas di Indonesia sebesar Rp1.115 per kg padi, sedangkan Vitenam hanya Rp120 per kg.

Selain itu, biaya sewa tanah juga memberatkan harga produksi, yakni di Indonesia Rp1.719 per kg padi, sedangkan di Vietnam hanya Rp387 per kg padi.

Menurutnya pemerintah perlu menciptakan pasar traktor agar petani semakin terpacu meningkatkan produktivitas dari segi penyediaan sarana.

"Pasar traktor perlu diciptakan agar petani tidak bergantung pada bantuan traktor pemerintah. Dengan menciptakan pasar traktor dan suku cadangnya, petani akan mengerti kegunaan traktor itu sendiri," kata Bustanul.

Pemerintah perlu menyusun strategi dalam meningkatkan kesejahteraan petani, salah satunya perbaikan politik pertanian secara menyeluruh, pendampingan petani, pelibatan universitas dalam pembangunan pertanian dan pedesaan secara lebih sistematis. (Adhitio)

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
KONFLIK YERUSALEM
Kedutaan Amerika Pindah Ke Yerusalem Akhir 2019

Bisnisnews.id - Wakil Presiden AS Mike Pence berjanji untuk memindahkan kedutaan besar Amerika ke Yerusalem pada akhir 2019 dalam sebuah pidato hari Senin 22 Januari ke parlemen Israel. Saat Pence berbicara, Presiden Palestina . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
EKONOMI GLOBAL
Terdorong Reformasi Pajak AS, IMF Revisi Prospek Ekonomi Dunia

Bisnisnews.id - Perekonomian global pulih secara bersamaan dengan kecepatan lebih kuat, dan akan mendapatkan dorongan jangka pendek dari pemotongan pajak AS, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan Senin 22 Januari. Dalam . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 22 Januari 2018
UMKM
AP I Gelar Pameran dan Peragaan Busana Daerah

Bisnisnews.id – Manajemen PT Angkasa Pura I menggelar  peragaan busana  pakaian daerah yang berasal dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Peragaan  busana diselenggarakan di ruang tunggu domestik Bandara . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 22 Januari 2018
KONGRES
Menhub Ajak Mahasiswa Membangun Indonesia

Bisnisnews.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak pemuda membangun seluruh daerah di Indonesia secara bersama-sama. Oleh karenanya konektivitas menjadi suatu keharusan agar Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 22 Januari 2018
BPIH
Biaya Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Naik 2,58 Persen

Bisnisnews.id - Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini diperkirakan bakal naik sebesar 2,58 persen. Usulan kenaikan itu disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dengan . . .
Selengkapnya