Selasa, 24 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Agrobisnis / Berita

PERTANIAN
Selasa, 11 Juli 2017 10:44 WIB

Biaya Produksi Padi Indonesia Masih Lebih Tinggi



Bisnisnews.id - Produksi padi Indonesia paling tinggi dibandingkan negara Asia agraris lainnya. Bahkan China, masih lkebih rendah dari Indonesia, sehingga beras Indonesia lebih mahal.

Guru besar ilmu ekonomi pertanian Universitas Lampung, Bustanul Arifin mengatakan hal itu mengacu pada hasil  Laporkan International Rice Research Institute (IRRI) pada 2016, biaya produksi padi Indonesia mencapai Rp4.079 per kilogram padi, sedangkan Vietnam lebih rendah 2,5 kali lipat, yakni hanya Rp1.679 per kilogram.

"Biaya produksi per kilogram beras sekitar empat ribu rupiah, sedangkan Vietnam hanya Rp1.700. Setelah diidentifikasi, upah buruh sangat besar karena di lapangan sulit mencari tenaga kerja sektor pertanian," kata Arifin, dalam diskusi di Kantor Indef, Jakarta, Senin, seperti dilansir Antara

Anggota Dewan Komisioner dan Ekonom Senior Indef itu memaparkan biaya produksi padi yang paling murah, yakni Vietnam sebesar Rp1.679 per kg padi, setelah itu Thailand sebesar Rp2.291 per kg, India sebesar Rp2.306 per kg, Filipina sebesar Rp3.224 per kg dan China sebesar Rp3.661 per kg.

Dari data IRRI itu, salah satu unsur biaya produksi yang mahal adalah honor buruh lepas di Indonesia sebesar Rp1.115 per kg padi, sedangkan Vitenam hanya Rp120 per kg.

Selain itu, biaya sewa tanah juga memberatkan harga produksi, yakni di Indonesia Rp1.719 per kg padi, sedangkan di Vietnam hanya Rp387 per kg padi.

Menurutnya pemerintah perlu menciptakan pasar traktor agar petani semakin terpacu meningkatkan produktivitas dari segi penyediaan sarana.

"Pasar traktor perlu diciptakan agar petani tidak bergantung pada bantuan traktor pemerintah. Dengan menciptakan pasar traktor dan suku cadangnya, petani akan mengerti kegunaan traktor itu sendiri," kata Bustanul.

Pemerintah perlu menyusun strategi dalam meningkatkan kesejahteraan petani, salah satunya perbaikan politik pertanian secara menyeluruh, pendampingan petani, pelibatan universitas dalam pembangunan pertanian dan pedesaan secara lebih sistematis. (Adhitio)

Baca Juga

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
DESTINASI WISATA
Reaksi Disparbud DKI Soal Kegiatan Pangkalan Pasir di Sunda Kelapa

Bisnisnews.id - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta,  Tinia  Budiati akui, Sunda Kelapa  di Tanjung Priok Jakarta Utara sebagai Pelabuhan heritage  dan menjadi salah satu destinasi Wisata bersejarah. . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Mohamed Salah Jadi Pemain Terbaik versi PFA

Bisnisnews.id – Pemain Liverpool Mohamed Salah sukses meraih gelar pemain terbaik versi Professional Fotballers Association (PFA) musim 207-2018.   Mohamed Salah berhak atas gelar ini karena telah berhasil mengungguli . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Pires Sebut Wenger Dinosaurus Terakhir

Bisnisnews.id – Legenda sepak bola Arsenal Robert Pires menyebut mantan pelatihnya Arsene Wenger sebagai sosok dinosaurus terakhir di era sepak bola zaman kini.   Pemain berkebangsaan Perancis tersebut mengatakan bahwa . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
CATUR
Kejar Rating, PB Percasi Gelar Turnamen Internasional

Bisnisnews.id – Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) menggandeng produsen makanan nasional dalam menggelar JAPFA Grandmaster (GM) and Women Grandmaster (WGM) Chest Tournament 2018. Direktur Corporate . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
DESTINASI
Kirab Obor Asian Games Singgahi 18 Provinsi di Indonesia

Bisnisnews.id – Ketua INASGOC Erick Thohir mengatakan, Torch Relay atau kirab obor Asian Games 2018  akan dimanfaatkan secara maksimal sebagai ajang promosi destinasi-destinasi pariwisata, seni budaya serta berbagai . . .
Selengkapnya