Sabtu, 16 Desember 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Opini / / Berita

Rabu, 12 Juli 2017 16:01 WIB

Transportasi Berbasis Online Murah...?  Masa Si .....



Djoko Setijowarno, adalah peneliti dan pemerhati angkutan massal berbasis jalan raya dan rel.

Bisnisnews.id - Layanan transportasi  online hanya sistem, namun kendaraan yang dinaiki anggota masyarakat sebagai penumpang wajib laik operasi dan punya daya beli.

Kata peneliti transportasi darat Djoko Setijowarno, jangan murah dimuka mahal di belakang.

"Ada yang salah kaprah dengan transportasi on line. Seolah murah, memang murah diawal operasi, tapi tidak menjamin murah selamanya," jelas Djoko.

Walau diakui ada sisi kenyamanan sesaat yang secara psikis dapat menghanyutkan calin penumpang ketika dijemput, kendaraan pkat hutam (pribadi) cepat dan bisa di panggil kapan saja.

Kata Djoko, Keberadaan on line sebagai jawaban kebutuhan warga yang haus layanan murah, cepat dan mudah. Tapi belum tentu ada jaminan selamat, aman dan nyaman.

Menjrutbya sejumlah perayaratan yabg wajib dipenuhi ialah untuk penyelenggaraan transportasi umum tidak dalam trayek, ialah Permenhub Nomor 28 /2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 46 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM)Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek

Dalam SPM  itu mencakup aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan dan keteraturan.

Aspek tersebut, sebagian besar tidak dapat dipenuhi oleh operator taksi berbasis layanan online. Artinya,  kata Djoko dapat merugikan konsumen jika terjadi kecelakaan maupun tindakan kejahatan.

Misalnya, kata Djoko,  pengemudi harus dalam kondisi sehat fisik dan mental. Bagaimana operator taksi on line mengetahui dan memastikan utk menyatakan pengemudinya dkm kondisi sehat fisik dan mental, karena tidak ada pertemuan fisik.

Belum lagi  waktu kerja pengemudi maksimum delapan  jam sehari yang selanjutnya dikondisikan oleh operator taksi dengan sistem 2 - 1 untuk pengemudinya, yaitu 2 hari kerja dan 1 hari istirahat.

Masih banyak  lain yang tertera dalam Permenhub tersebut yang tidak bisa dilakukan taksi on line.

"Sebenarnya, on line itu hanya sistem. Sebaiknya, taksi resmi memanfaatkan sistem tersebut, bukan pemerintah membiarkan taksi on line jadi operator," jelasnya.

Ditegaskan,  di kemudian hari akan banyak masalah dan akhirnya pemerintah  yang disalahkan karena telah  mengizinkan.(Syam S*)

Baca Juga

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Kontroversi Yerusalem, 4 Warga Palestina Terbunuh

Bisnisnews.id - Empat orang Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka pada hari Jumat 15 Desember dalam bentrokan dengan pasukan Israel, saat puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang pengakuan Washington terhadap Yerusalem . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Konflik Yerusalem Reda, AS Rencanakan Perdamaian Timur Tengah

Gedung Putih akan memperbarui upaya untuk mencapai kesepakatan damai Israel-Palestina, kata beberapa pejabat pada hari Jumat 15 Desember. Pejabat senior pemerintah mengatakan upaya untuk mendorong proses akan dihidupkan kembali . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
AFRIKA SELATAN
ANC Pilih Pemimpin Gantikan Jacob Zuma

Bisnisnews.id - Kongres Nasional Afrika (ANC) di Afrika Selatan sedang bersiap untuk memilih pemimpin partai baru untuk menggantikan Presiden Jacob Zuma. Kandidat utamanya adalah wakil presiden saat ini, Cyril Ramaphosa, dan mantan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
PERU
Skandal Odebrecht: Presiden Kuczynski Hadapi Pemakzulan

Bisnisnews.id - Partai politik di Kongres Peru telah mengajukan sebuah mosi pemakzulan terhadap Presiden Pedro Pablo Kuczynski. Dia telah dituduh menerima pembayaran ilegal oleh perusahaan konstruksi Brasil, Odebrecht. Mosi yang . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
BENCANA ALAM
Badai Kai-Tak Sambangi Filipina, 3 Nelayan Hilang Puluhan Ribu Mengungsi

Bisnisnews.id - Puluhan ribu orang terdampar karena banjir dan tiga nelayan hilang Sabtu 16 Desember saat Badai Tropis Kai-Tak mengarah ke timur Filipina, kata beberapa pejabat. Badai Kai-Tak berhembus hingga 100 kilometer per . . .
Selengkapnya