Senin, 24 Juli 2017

Home/ Opini / / Berita

Rabu, 12 Juli 2017 16:01 WIB

Transportasi Berbasis Online Murah...?  Masa Si .....



Djoko Setijowarno, adalah peneliti dan pemerhati angkutan massal berbasis jalan raya dan rel.

Bisnisnews.id - Layanan transportasi  online hanya sistem, namun kendaraan yang dinaiki anggota masyarakat sebagai penumpang wajib laik operasi dan punya daya beli.

Kata peneliti transportasi darat Djoko Setijowarno, jangan murah dimuka mahal di belakang.

"Ada yang salah kaprah dengan transportasi on line. Seolah murah, memang murah diawal operasi, tapi tidak menjamin murah selamanya," jelas Djoko.

Walau diakui ada sisi kenyamanan sesaat yang secara psikis dapat menghanyutkan calin penumpang ketika dijemput, kendaraan pkat hutam (pribadi) cepat dan bisa di panggil kapan saja.

Kata Djoko, Keberadaan on line sebagai jawaban kebutuhan warga yang haus layanan murah, cepat dan mudah. Tapi belum tentu ada jaminan selamat, aman dan nyaman.

Menjrutbya sejumlah perayaratan yabg wajib dipenuhi ialah untuk penyelenggaraan transportasi umum tidak dalam trayek, ialah Permenhub Nomor 28 /2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 46 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM)Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek

Dalam SPM  itu mencakup aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan dan keteraturan.

Aspek tersebut, sebagian besar tidak dapat dipenuhi oleh operator taksi berbasis layanan online. Artinya,  kata Djoko dapat merugikan konsumen jika terjadi kecelakaan maupun tindakan kejahatan.

Misalnya, kata Djoko,  pengemudi harus dalam kondisi sehat fisik dan mental. Bagaimana operator taksi on line mengetahui dan memastikan utk menyatakan pengemudinya dkm kondisi sehat fisik dan mental, karena tidak ada pertemuan fisik.

Belum lagi  waktu kerja pengemudi maksimum delapan  jam sehari yang selanjutnya dikondisikan oleh operator taksi dengan sistem 2 - 1 untuk pengemudinya, yaitu 2 hari kerja dan 1 hari istirahat.

Masih banyak  lain yang tertera dalam Permenhub tersebut yang tidak bisa dilakukan taksi on line.

"Sebenarnya, on line itu hanya sistem. Sebaiknya, taksi resmi memanfaatkan sistem tersebut, bukan pemerintah membiarkan taksi on line jadi operator," jelasnya.

Ditegaskan,  di kemudian hari akan banyak masalah dan akhirnya pemerintah  yang disalahkan karena telah  mengizinkan.(Syam S*)

Baca Juga

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
PANSUS KPK
Mengagetkan, Komisioner KPK Terima Uang Rp 1 Miliar ?

Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis saat diambil sumpahnya agar memberikan keterangan sejujurnya sebelum dimulainya Rapat Dengar pendapat Umum (RDPU) dengan Pansus Hak Angket KPK di ruang KK 1, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MEGA KORUPSI
Soal Pelindo II, Prima Tuntut Menneg BUMN Ditangkap

Bisnisnews.id - Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) akan melakukan aksi demo terkait kasus mega korupsi Pelindo II hari Selasa 25 Juli 2017 di Gedung KPK. Menurut Syaroni, Ketua Presidium PRIMA bahwa demo "Segera Tangkap Rini . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MILITER DAN INTELIJEN
1.200 Tentara Dari 22 Negara Tiba Untuk Olimpiade Militer Rusia 2017

Bisnisnews.id - Pasukan dari 22 negara telah tiba di Rusia untuk Olimpiade Internasional Militer Rusia. Sekitar 1.200 tentara dari China, India, Iran dan beberapa negara sekutu Rusia atau netral diperkirakan akan ambil bagian, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
OBOR
China Harap Pembangunan Kereta Api Thailand Dipercepat

Bisnisnews.id - Menteri luar negeri China mengatakan dia berharap pembangunan perkeretaapian Thailand yang baru dapat segera dimulai sehingga Thailand akan memiliki akses yang lebih baik ke pasar China. Wang Yi sedang dalam kunjungan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 24 Juli 2017
LAYANAN
Hasil Survei, Tiga Bandara AP I Masuk 10 Besar Dunia

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, raih peringkat II jumlah penumpang terbanyak oleh lembaga pemeringkat ACI Bisnisnews.id-Tiga bandara PT Angkasa Pura I masuk peringkat 10 besar dunia kategori jumlah penumpang, hasil survei penilaian . . .
Selengkapnya